Backpack ke Curug Cilember dan Kebun Teh

Tepat di hari ulang tahun saya, 12 Desember 2009 menjadi acara backpacking khusus bahkan plus -plus. Objek yang dipilih kali ini yaitu mengunjungi Curug Cilember , naik kuda di kebun teh Gunung Mas, dilanjut juga ke masjid Atta’awun Puncak. Keseluruhan tempat ada di kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Well well well, seperti biasa.. Saya perkenalkan dulu rekan yang ikut di jalan- jalan bareng Amri kali ini. Diantaranya  Esti Sari teman dari telkom, Cipu Suaib Wittoeng sang blogger traveller, Dodi Mulyana sang ketua blogger Depok, , Astri Diniyati sang photografer handal, dan saya sendiri sang perayu wanita, jiyahaha.

Sabtu, 12 Desember 2009

Jam 06.00 Meeting point pertama di depan Giant Mampang Prapatan

Pagi itu Jakarta cerah, saya dan Cipu janjian ketemu di depan Giant Mampang Prapatan. Sarapan bubur ayam Mampang sebelum berangkat, di sinilah keluar biaya pertama Rp. 6500 *cring*. Lalu berjalan kaki menuju perempatan flyover Kuningan untuk naik bis P6 Jurusan Grogol- Kampung Rambutan seharga Rp. 2rb *cring* dan berhenti di halte bus stasiun Cawang untuk bertemu Dodi dan Esti, yang mana mereka berdua berangkat dari Depok naik KRL. Then disambung naik bis 46 dari halte bus stasiun Cawang menuju daerah jalan baru di depan terminal Kampung Rambutan. Keluarlah duwit Rp. 2rb *cring*.

Jam 8.30 Tiba di Jalan Baru, terminal Kampung Rambutan

Daripada lama nunggu bus- bus yang selalu ngetem di terminal Kampung Rambutan, kami memilih tempat meeting point selanjutnya di depan Alfamart Jalan Baru untuk cegat bus. Astri Diniyati atau kerap dipanggil achie sudah sejak pagi menunggu di Jalan Baru, kita pun cengir- cengir gegara telat. At least , jam 8.45 bus patas AC tujuan Cianjur via puncak yang kita tumpangi seharga Rp. 20 rb *cring* dengan tempat duduk 2-2 itu lumayan pewe dan nyaman.

Jam 10.30 Masuk di area Mega Mendung

Saya sendiri kurang tau tepatnya harus turun dimana, intinya bilang dulu saja ke pak sopir  bus kalau mau ke Curung Cilember, nanti akan diturunkan di sekitar pintu masuk Mega Mendung. Setelah turun dari bis, gak usah kawatir, karena langsung disambut oleh ojek sepeda motor, dan mereka sudah tau kalau kita mau ke Cilember. Setelah proses tawar- menawar sengit, sepakat ngojek naik ke Curug Cilember seharga Rp. 15rb *cring*.

Jam 10.45 Tiba di Curug Cilember

Kami berpikiran untuk beli nasi bungkus sederhana yang warungnya jualan di depan pintu masuk dengan rupiah 12rb *cring* dan dimakan saat naik ke Curug Cilember. Selain itu terkucur biaya lagi untuk tiket masuk seharga Rp. 10rb *cring*. Rasa penasaran terbayar LUNAS setelah memasuki kawasan Curung Cilember. Visualisasi pesona taman wisata Curug cilember yang dihiasi jajaran pohon pinus dan cemara yang menjulang tinggi sungguh luar biasa. Lalu, apa yang kami lakukan? gak usah ditanya, yang pasti langsung foto- foto :

Jam 11.00 Cibang- cibung dan makan siang di curug 7 dan curug 5

Perlu diketahui, total curug yang ada di Cilember ada 7 tingkat. Tingkat paling bawah diberi nama curug 7, semakin  naik tingkat, kita juga harus mendaki untuk sampai di curug paling atas ( curug 1).  Tinggal naik sedikit kita sampai ke curug 7, juga langsung naik ke curug 5 ( curug 6 terlewatkan).  Curug 7-5 ini tergolong curug bawah, gampang untuk dituju buat anda yang gak kuat hiking, juga disekitar curug tersebut masih banyak warung- warung berjejeran jualan makanan. Dan ..tereng …tereng ….reng, tiba di curug langsung cibang- cibung serayu berjerit di dalam hati ” emaaaak, anakmu main di kali lagi” bwahahaha..

Jam 12.15 Mendaki ke Curug 2

Setelah kenyang makan siang dengan nuansa alam, kami mencoba hiking menuju curug selanjutnya. Jalannya susah, sudah tidak ada orang lain yang mencoba naik selain kami berllima. selangkah demi selangkah mendaki melalui jalan setapak, berpegangan dengan akar, juga merunduk dan menerobos disela- sela pepohonan yang telah tumbang. Achie yang sedang tidak fit pun masih bertahan untuk memanjat, satu sama lain saling menyemangati. Kira- kira sudah 1,5 jam kita mendaki, belum juga ketemu yang namanya curug. Sesekali terdengar gemercik air pertanda sudah dekat, ternyata itu cuman fatamorgana. Juga tidak sedikit ditemui jalan setapak yang memiliki kemiringan hampir 70°.

Jam 15.15 Turun mencari curug terdekat ( curug 3 )

Putus asa, bisa dikatakan begitu. Selain waktu sudah semakin sore, pun tim kami yang cewek nampaknya sudah sangat lelah dan gak kuat lagi. akhirnya di putuskan turun. Ketika turun kita menjumpai pertigaan yang satu mengarah kembali ke curug 5-7, yang jalan satunya jika ke kiri terdengar suara percikan air. Kami mencoba belok kiri menuju suara itu. Oh ternyata, kami menemukan sebuah curug. Awalnya kami tidak tau ini curug berapa, tapi setelah dikorek informasi ternyata curug yang ada bambu dan semak- semaknya ini adalah curug 3. Okey okey, saatnya mengeluarkan properti untuk foto- foto ( *mumpung gak ada orang, properti payung pun dikeluarkan tanpa rasa malu*).

Paceeet, hati- hati banyak pacet kecil- kecil di sini. Curug 3 sampai dengan curug 1 memang sarangnya pacet, jadi harus serba hati- hati dan disarankan membawa korek api untuk membakar pacet tersebut ketika menghisap darah kita. ada yang ukuran kecil sekecil cacing, ada yang seukuran jempol tangan yang mana telah menggigit kaki achie, hahaha.

Jam 16.30 ISOMA secepat mungkin

Puas foto session di curug 3, kami langsung turun lagi ke curug 7 yang masih ada warung- warung. Di sini kami gunakan untuk bersih- bersih, sholat, juga beli bakso dan air mineral Rp. 15rb *cring*. Saat mandi, ternyata di pusar saya ada pacet yang masih nempel dan menggigit.. jiyahahaha, ngeri juga oi.

Jam 17.15 Naik ojek menuju kebun teh Gunung Mas

Setelah proses tawar menawar ala pasar induk, akhirnya jebol kesepakan naik ojek seharga Rp. 20rb per orang  *cring* menuju Gunung Mas. Jalanan menuju Gunung Mas/ Puncak macet cet… Untung kami memilih ojek daripada public transportation ( angkot ) jadi sedikit bisa lebih cepat menuju Gunung Mas.

Jam 17.35 Berkuda- kudaan di Kebun Teh

Meski hampir petang, semangat terus digeber. TIba di wana wisata Gunung Mas yang memiliki hamparan kebun teh terbentang luas lengkap dengan  keperawanan alamnya. Masuk Gunung Mas seharga Rp. 4rb *cring. Hasrat tak bisa dibendung ketika melihat kuda yang memang disewakan kepada pengunjung untuk ditunggangi mengelilingi kebun teh. Naik kuda keliling kebun teh kena tarif Rp. 20rb *cring*.

Jam 18.15 Nebeng mobil pic up menuju masjid Atta’awun

Meninggalkan Gunung Mas dengan perasaan puas, kami melanjutkan perjalanan menuju masjid Atta’awun, Puncak. Petang itu jalanan macet, sistem buka tutup diterapkan di jalur puncak. Jadi hanya jalur turun kebawah yang boleh lewat. Berhubung gak ada angkot yang lewat,  mendadak terplesit sebuah mobil pic up di depan kami. Tanpa pikir panjang,kami langsung nebeng dan nylonong naek, hahahaha. Sepanjang perjalanan kita malah foto- foto di mobil pic up, ini merupakan backpacker yang berkesan bagi saya. Eiiits, meski nebeng, kena tarif Rp. 2rb *cring*.

Jam 18.45 ISOMA di Sekitar Masjid Atta’awun

Tiba di masjid Atta’awun kami langsung sholat dan gosok- gosok minyak kayu putih biar tidak masuk angin. Kemudian makan malam di depan masjid Attaawun makan jagung bakar, nasi goreng, minum bandrek dan lain- lain. Berhubung di sini dalam rangka ulang tahun, jadi saya yang nraktir dan tidak ada perhitungan cring- cring. Eh, temen- temen pada menyanyi selamat ulang tahun!! terimakasih semuanya…..

Jam 21.15 Balik Ke Jakarta

Kami naek bis bisnis AC tak bermerek dengan tujuan Cianjur - Kampung Rambutan dengan tarif Rp. 15rb *cring*. Jalur puncak masih macet, tiba di terminal Kampung Rambutan pukul 23.45. Turun dari  bis, kaki saya sulit digerakan, sakit dibagian lutut akibat salah posisi duduk saat naek pic up. Akhirnya saya paksakan naik angkot menuju perempatan pasar rebo seharga Rp.2rb *cring*, sedangkan dhodie, achie, esti tetap naek angkot tersebut menuju Depok. Berhubung kakli saya sakit, dan sangat riskan jika tengah malam naik bis kota, saya dan cipu memutuskan naik taxi menuju kuningan seharga Rp. 40rb berdua *cring*. Saya turun duluan di Mampang Prapatan dan langsung cegat ojek seharga Rp.10rrb* cring* menuju kos- kosan.  Tiba di kos jam 1 dini hari, badan pegel semua tapi puas dengan perjalanannya. Besok paginya saya berteriak- teriak karena kaki diurut.. hahahahaha

Informasi dan saran ini jangan dilewatkan :

- Kalau mau ke Cilember/Puncak, cegat bis nya di daerah Jalan Baru saja, biar gak
  Menunggu lama bis- bis yang ngetem.
- Jika fisik tidak kuat, mending bermain di curug 7 sampai 5 saja, karena untuk
  menuju curug yang lain, medan hikingnya lumayan sulit + bawalah giude
- Berhati- hatilah banyak pacet di curug 3 sampai curug 1.Digigit pacet? jangan
  langsung dicabut, tapi bakar dulu pacetnya dengan korek api
- Jika terlanjur digigit pacet dan keluar darah, segera tempelkan hansaplas
  atau abu rokok untuk menghambat darah yang terus keluar
- Laporan keuangan :
  * Sarapan bubur ayam                                     : Rp.  6.500
  * Bis P6 ( ke cawang) dan bis 46 menuju Kampung Rambutan : Rp.  4.000
  * Bis Patas AC jurusan Kampung Rambutan - Cianjur        : Rp. 20.000
  * Ojek dari Mega Mendung- Cilember                       : Rp. 15.000
  * Makan siang ( ayam goreng )                            : Rp. 12.000
  * Tiket masuk Cilember                                   : Rp. 10.000
  * Makan bakso dan minuman                                : Rp. 12.000
  * Ojek Cilember - Gunung Mas                             : Rp. 20.000
  * Tiket masuk Gunung Mas                                 : Rp.  4.000
  * Sewa naik kuda                                         : Rp. 20.000
  * Nebeng mobil pic up menuju attaawun                    : Rp.  2.000
  * Bis Jurusan Cianjur - Kampung Rambutan (dari Attaawun) : Rp. 15.000
  * Angkot Kampung Rambutan - Pasar Rebo                   : Rp.  2.000
  * Taxi dari Pasar Rebo - Mampang Prapatan                : Rp. 20.000
  * Ojek dari Mampang Prapatan - kos                       : Rp. 10.000
                 TOTAL                                     : RP. 172.500

Terimakasih kepada semua rekan- rekan yang ikut kali ini, ada yang mau ikut backpack lagi bulan januari?

About the Author

lathiful amri

Tinggalkan komentar sebagai wujud apresiasi anda! Ingin kenal atau jalan bareng? add facebook di lathifulamri@gmail.com

33 Responses to “ Backpack ke Curug Cilember dan Kebun Teh ”

  1. As usual, selalu menarik untuk disimak dan dikaji lebih lanjut :p.Pertama-tama selamat ulang tahun buat mas amri yang doyan traveling ini, moga2 semakin ke depan bisa menyajikan materi travelling yang lebih banyak, seru dan lebih menarik lagi (lumayan buat referensi kita2 yang mau jalan2 :)).Ditunggu cerita menarik selanjutnya ya…Back to the topic : wahwah, klo diliat dari ceritanya kayaknya tempatnya masih perawan ya? (terbukti akses jalan yang susah dilalui) and kayaknya musti banyak bawa korek biar aman nih…hehehe

    [Reply]

  2. huhuy
    akhirnya jadi juga bekpek sama latip
    thanks latip,it was great!

    [Reply]

  3. good…good…good….

    Pengen ikutan buat bulan depan nich…
    biar otakQ nge-refresh….
    hehehehe… :d

    kabarin y bos….

    [Reply]

  4. hehehhehe…
    potonya keren-keren..

    [Reply]

  5. Jiah ini postingan ampe seminggu, dieremin yak :-P

    Curug Cilember mengajarkan kita akan kesabaran dalam mencari target, kebersamaan dalam mendaki, dan keharusan membawa properti jika objek nda terlalu mendukung.

    Gunung Mas mengajarkan kita ada darah Pangeran Diponegoro di darah kita masing-masing.

    Taawun selalu menjadi tempat favorit saia, entah mengapa. mungkin sensasi berada di ketinggian sambil makan jagung bakar dan diselingi obrolan ringan yang dapat mendekatkan pribadi-pribadi kita.

    It was a fine trip, mri ;-)

    [Reply]

  6. intine pengen dolennnnn!!!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  7. Untung kg ikutan
    lg males nanjak *alesan menghibur diri*

    [Reply]

    nagacentil Reply:

    jangan nanjak, ntar kuyus =P

    [Reply]

  8. Amri, indeed, it was a fun trip for me.

    Saya menikmati setiap langkah saat mendaki mencari curug. Meski mungkin akhirnya terengah engah dan tak bisa sampai di Curug 1. tapi semuanya punya semangat juang yang tinggi.

    Eh Amri Pacet itu kok bisa sampe di puser yah (thinking) (lmao)

    [Reply]

  9. udah banyak komennya…..

    [Reply]

  10. ahahhahaha seru2…mau dunk :D hehehe

    [Reply]

  11. hoaaaaa…. enaknya yg jalan2…. cuma tega deh ga mampir ke rumah gue *pouting*

    [Reply]

  12. Amriiiiii …. woy kalau jalan0jalan ga pernah ngajak (annoyed)

    Kayaknya seru banget ya jejalan menuju curug, teawalk plus futu2 nggak jelas. Puncak memang selalu menawarkan pesona nya tersendiri.

    Tetap jalan2 yo (rock)

    [Reply]

  13. petualangan yang mengasyikkan! jd penasaran…. *pengen kesana*

    [Reply]

  14. beuh!
    seru!
    bener2 long time banget ngambilnya *ngiri*
    eh iya template wordpress ini kamu sendiri yg bikin? :D

    [Reply]

  15. Naik taksi kok cuma sampe Mampang? Kok gak sekalian nyampe kosan? :D

    [Reply]

  16. bagi yg belum berpergian bareng @mri, harap daftar di sini :p

    [Reply]

  17. Oh Amri - Kapan kita jalan-jalan bareng lagi? Hahahahah … bukan cuman one nite with amri, one bed — hahahahaha :D

    [Reply]

  18. hmmm seru…banget…foto2nya bisa mewakili betapa seru nya trip ini…apalagi tulisannya..lengkap dah…berasa ikutan nge trip euy…
    bos ada Fb, add dunk gw di deborneo54@gmail.com
    biar makin lancar kontak2an nya.hehe…gw ama temen2 mau trip Toraja bulan maret depan.mau????

    [Reply]

    amri Reply:

    ikuuut

    [Reply]

  19. akhirnya ke sana juga kau, boy! :D

    [Reply]

  20. saya pengin wisata keluarga (ada orang tua diatas 55, orang muda dan anak2) ke cilember pake mobil sndr, yang orang tua tinggal di penginapan, yang jalan2 yang muda aja. Dmn tempat ngineonya yang deket cilember dan murah meriah.

    [Reply]

    lathiful amri Reply:

    Kalau mengajak orang tua, sebaiknya bermain di curug 7 sampai 5.
    Untuk penginapan, di sekitar Curug Cilember tidak ada pengiapan, tapi kalau kita agak turun menuju mega mendung, di situ banyak villa- villa yang disewakan. Tks

    [Reply]

    erwin Reply:

    ada villa yang direkomendasikan? yg harganya standar pelancong ransel?

    [Reply]

  21. sepertinya seruuuu… (dance)

    [Reply]

  22. Mantap… jalan-jalan terus.
    gw kaga diajak, hihihiii

    [Reply]

  23. mantap nih si om jalan-jalan terus..

    [Reply]

  24. maaf jalan-jalan kemarin gak bisa ikutan

    [Reply]

  25. wah,enak’e..kapan yo aku bisa ikutan?

    -bibi 14 was here-

    [Reply]

  26. januari 2010 kemana kita mry…….??

    ikutlah….

    [Reply]

  27. baru di postingan ini sayah tau kalo ada property payung yg bela2in dibawa, buat futu gitu yak? :D
    eh yg ke ujung genteng blom diceritain ya mri?
    salam kenal bdw ;)

    [Reply]

  28. kapan mau juga ach, jalan bareng amri :D

    [Reply]

  29. kalo ada yang mau jalan ke tempat yang seru, ajak2 ya ^^

    [Reply]

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>