Backpack ke Dataran Tinggi Dieng

Dinginnya menyumsum, hangatnya menyela, bahasa dewa mengawal, uapnya merona, huma agrarisnya rapih dan siluetnya pun inspiratif. Itulah Mengapa Dieng Plateau, dataran tinggi tertinggi ke-2 di dunia (2100 m) ini memiliki explorasi-explorasi wisata yang menakjubkan.

Backpackeran tanggal 14-17 Agustus ini dimeriahkan oleh artis ibukota maupun artis ibudesa. Diantaranya Dodi Mulyana yang seorang ketua blogger depok, kemudian Novi Muharrami seorang wartawan dari okezone, Kristian Ibrahim seorang PNS yang berwawasan luas, Aris Sunawar seorang pengusaha kaca mobil, dan saya sendiri seorang yang berprofesi dirayu cewek… bwahahahaha.

Terminal Pulogadung

Hari jumat tgl 14 Agustus 2009 jam 5 sore tet saya cabut dari kantor naik busway koridor Mampang- Pulogadung, keluarlah biaya pertama backpack ini Rp. 3500 *cring*. Sore itu Jakarta macet gila. Tiba di terminal Pulogadung jam 8 malam, kami langsung ditantang tawar – menawar maupun beradu pendapat dengan para calo,kenek dan preman. Setelah proses berkelit selesai, saya dan kristian memutuskan memilih bus kelas bisnis ber- AC  sit 2-3 yaitu bus DMI, jurusan Jakarta-Brebes-Purwokerto-Wonosobo. Rp. 65.000 keluar dari saku *cring*. Busnya telat, jadwalnya jam 9 eh berangkatnya jam 11 malam,cih *mengumpat dalam hati*. Tak lupa makan malam sejenak di terminal, terlemparlah uang rp. 5000 *cring* (nasi + telor + air putih).

Sepanjang perjalanan naek bus, lumayan pw lah duduknya. Karena busnya sepi, jadi serasa milik kita sendiri. Jam 6 pagi saya terbangun dari tidur di dalam bus, terkonclang setelah tau masih keluar tol Cikampek. “semprul.. ini bis apa onta”, ocehan dalam hati. Pantess.. longweekend. kelaparan di bus, donat + tempe kami sikat, rp. 12.000 *cring*.

Terminal Wonosobo

Tidak sesuai jadwal sebenarnya yaitu jam 7 pagi sampai di wonosobo,sabtu Jam 1 siang bus DMI kami baru mendarat. Terminalnya sepi, rapi, bersih, aman dan nyaman. Perut yang kosong belum makan nasi selama 18 jam*akhirnya, pepatah yang bilang backpacker itu harus menderita emang benar*, sudah tak tertahankan. Warung di terminal Wonosobo menjadi idola kami yang kelaparan. Tapi enak juga sih, menetaslah rp.9000 ( nasi + telur puyuh + ampela) *cring*. Untuk menuju ke dieng, tidak bisa dari terminal wonosobo, harus naik dulu metrobus ( kayak metromini/ suttle bus) biru dan turun di setasiun dieng (masih kota wonosobo) rp 2rb *cring* dan dilanjut metrobus khusus jurusan ke dieng dan buang uang rp.10.000 *cring*.  Sepanjang perjalanan, kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Arsitektur alam ini sungguh mengagumkan.

Penginapan Lestari

Setelah 1 1/2 jam naik metrobus, jam setengah 3 sore kami sampai penginapan lestari yang sebelumnya sudah kami booking 2 kamar. Sebut saja  pak Yanto dan bu Yanto, pemilik homestay ini menyambut. *kayak reportase pemerkosaan saja..kekekeke*.  Penginapan Lestari ini menarik, bersih, berkelas tapi murah *promosi dikit*. Entah saya kejatuhan duren atau kejatuhan taik kebo, di penginapan lestari ini saya sekamar 1 bed dengan Novi Muharrami , satu- satunya peserta cewek *beruntunglah kamu nov..giyahahaha* sedangkan Dodi, Kristian dan Aris sekamar dengan 2 bed. Di penginapan ini, juga jual berbagai makanan,minuman dan souvenir. Saya pun tergiur beli shall warna cokelat rp. 10.000 *cring*.Tak banyak bacot, kami langsung mandi air panas di penginapan dan langsung naik mobil carry yang kami sewa beserta guidenya.

Telaga Warna, Batu Tulis, Patung Gajah Mada, Gua Semar, Gua Jaran dan Gua Sumur

Yanto, pria usia skitar 28 tahun ini jadi sopir, guide, sekaligus merangkap jadi tukang foto *maafkan kami ya pak, mohon maaf lahir batin..kekeke*. Beli tiket Telaga Warna rp.2000 per Orang *cring*. Dengar punya dengar, Telaga Warna itu sebenarnya bisa berwarna biru dan hijau.. Namun kali ini warnanya cuman hijau, mungkin gerimis dan mendung kala itu mengusikmu wahai Telaga Warna *tsaaah*. So, apa yang kami lakukan di Telaga Warna? gak usah ditanya lagi, pastinya segala jenis gaya berfoto kami coba. Selain telaga warna, di kompleks ini juga terdapat Batu Tulis, Patung Gajahmada, bebagai macam Gua, yaitu Gua Semar, Jaran dan Sumur yang masing- masing memiliki legenda dan mitos yang bisa dibaca lengkap di situs ini. Alhasil, kami tidak mendengarkan pak Toha (guide) menerangkan legenda tersebut, eh kita malah sibuk jepret sana- jepret sini.

Kawah Sikidang

Jam setengah 6, pak Toha merubah haluan mobil menuju Kawah Sikidang dan kebetulan sudah rada malam, loketnya sudah tutup, jadi rp. 0 *cring*. Di  kawah ini juga ada legendanya lho. Singkat Cerita, konon dahulu kala ada ratu cantik bernama Shinta Dewi yang akan dilamar pangeran tampan dan kaya raya, bernama Kidang Garungan *sebut saja amri, hueek*. Ratu Shita pun mengajukan syarat untuk dibuatkan sumur. Saat sumur digali pangeran Kidang Garungan, Shinta dan pengawalnya berusaha menimbun sang Pangeran. Sebelum sang pangeran tertimbun, ia sempat  mengeluarkan kesaktiannya hingga sumur itu panas dan meledak- ledak dan mengutuk Ratu Shinta yaitu keturunannya kelak berambut gembel.

Makan Malam dan Sesi Sharing,Curcol di Penginapan

Sehabis maghrib, mampir di warung gak berjudul. Makan ayam goreng kampung + purwaceng, minuman legndaris itu konon bisa membuat anu kita semakin anu saat anuan* kekeke, saru*. Isi dompet berkurang rp. 10rb + 7rb *cring*. Sepulang ke penginapan jam 7 malem, dinginnya serasa di kutub. Nah malamnya di penginapan ini kami sharing- sharing biografi, kerjaan, asmara, cerita lucu, cerita horor dll, seru banget dah skalian online pake netbook.  Jadi inget cerita lucu Aris tentang mobilnya yang gonta- ganti mur dan baut ituh “hahahaha”. keluar duwit 5rb *cring* untuk beli pop mie. Jam 11 malem kami tidur.

Sunrise di Gunung Cikunir

Ebusyet,dingin sekali.. tanpa mandi cuman cuci muka, jam 4 pagi kami mendaki Gunung Cikunir. untuk mendaki dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, ngos- ngosan sampe atas. Disinilah sesi foto- foto menakjubkan itu dimulai :

Naik Bukit Melihat Telaga Warna- Telaga Pengilon dan Sarapan Pagi

Turun dari gunung cikunir jam 7 pagi,  kami naek bukit lagi untuk melihat Telaga warna dan Telaga Pengilon. Tersentak, melihat keindahan alam ini. Telaga Warna terlihat hijau, sedangkan Pengilon berwarna Coklat. Turun bukit lagi dilanjut makan mie + beli mizone disebuah warung, keluar uang rp. 12.000 *cring*.

Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Gatot Kaca, Candi Bima dan Museum Dieng Kaliasa

Jam 9 pagi hari Minggu perjalanan dilanjut. Komplek candi-candi hindu ini tertua di Indonesia, abad ke 7 lho *mungkin saya masih jadi air seni eyang,hehehe*.  Masuk komplek Candi arjuna, Srikandi, Semar kena retribusi rp. 4000 cring*, Masuk komplek Museum Dieng, Candi Gatot Kaca, Candi Bima retribusi rp. 4000 *cring*. Di Museum selain ada candi- candi, juga diputarkan filem durasi 8 menit tentang history candi. Makan siang bakso rp. 4000 *cring*.

Kawah Sileri dan Sumur Jala Tunda

Mobil yang di sopir pak Toha terus melaju. Dilanjut ke Kawah Sileri retribusi gratis. Di kawah ini kami cuman foto- foto. Kemudian tiba di Sumur Jala Tunda, satu mobil + parkir rp. 12rb *cring*.  Sumur ini punya mitos barang siapa cowok bisa lempar sampai ujung, cewek sampai setengah sumur dengan yakin maka di mudahkan keinginannya. Saya cuman sampe 75%, Dodi sampai ujung, Kristian 80%, Aris 60%, Novi 40%. Mujur lo dod. Keluar receh 3rb beli batu + 7500 beli pringgondanni (semacam pentung) *cring*.

dari kiri atas ke kanan : telaga warna dan pengilon, musium kaliasa, telaga merdada,
komplek candi arjuna, sumur jalatunda, dan kawah sileri

Telaga Merdada

Jam 12 siang sampai tempat ini. Telaga ini jelek dilihat dari dekat, tapi dari jauh bagus. Beda dengan saya, dari dekat bagus, dari jauh lebih bagus lagi *ckckck*. Disini cuman foto- foto adegan perang menggunakan pringgonndani.

Dieng Plateau Theatre

Jam Satu siang tiba di tempat ini. Retribusinya rp.4000 *cring*. Disini nonton filem durasi 28 menit tentang keseluruhan Dieng. Konyol juga, Kristian dan Aris sepertinya tertidur di dalam ruang teater..kekekeke, padaha saya juga ngantuk pas itu.

Balik Ke Jakarta

Capek keliling, jam setengah 2 sore langsung ke penginapan, mandi, packing dan tentunya siap menerima tagihan penginapan dan sewa mobil. Saya sendiri total kamar + mobil rp. 148.000 *criiiing*. Dilanjut naik metrobus + angkot menuju alun- alun Wonosobo karena kami kehabisan duit cash. keluar duwit 12rb *cring*. Dari alun- alun langsung Ke terminal naik angkot lagi, rp 2000 *cring*. Tiba di terminal kami sudah pesen tiket bus Malino Putra, Rp. 75rb kelas bisnis AC. site 2- 3. Busnya lebih bagus daripada yg awal kami berangkat, ada toilet dan smoking room.  Berangkat dari terminal Wonosobo jam setengah 5 sore. Tiba di Lebak Bulus senin pagi jam 4, dilanjut naek P20 Tujuan Mampang. keluar duwit rp. 2rb *cring*.  Kembalilah saya menjadi karyawan swasta.. hahahaha.

Info dan saran ini jangan dilewatkan :

- kalau pengen naik kereta, pesen dulu jauh- jauh hari. Yang jelas gak ada kereta
  ke Wonosobo/dieng jadi transit di Solo, Jogja atau Purwokerto.
- Bis ke Wonosobo diantaranya Sinar Jaya, Malino Putra, DMI, dll . Setahu saya gak
  ada bis kelas Eksekutif ke sana.
- Penginapan Lestari :
  Harga     : rp. 125rb untuk kamar 2 bed
              rp. 75rb untuk kamar 1 bed
              rp. 250rb untuk mobil per zona wisata. total 2 zone
  fasilitas : air panas, tv, dll.
  contact   : Pak Yanto, (0281)3342026 \ 085228272404
- Pasti banyak yang bertanya soal biaya,karena memang paling krusial.
  total biaya gak sampe diatas rp.500.000 kok dari Jakarta.
- Bawalah jaket ekstra tebal jika mau ke Dieng, uang cash yang banyak
  karena disana tidak ada ATM.

About the Author

Tinggalkan komentar sebagai wujud apresiasi anda! Ingin kenal atau jalan bareng? add facebook di lathifulamri@gmail.com

14 Responses to “ Backpack ke Dataran Tinggi Dieng ”

  1. thanks atas infonya yang bermanfaat ini…..bisa jd patokan gw kalo mo ke kawasan dieng….gw ndiri orang jawa tengah kelahiran jakarta yg belum pernah ke dieng….gw ada rencana mo kesana tahun ini…thanks friends

    [Reply]

  2. wuiihh………….
    keren…………….
    g da yg backpekeran ke luar negri ne???
    hehehe,,

    [Reply]

  3. Ada lho oleh oleh khas dieng yg unik,eksotis tiada dua,…..CARICA IN SYRUP bisa dikonsumsi langsung, disajikan dingin lebih enak, cocok untuk oleh oleh yg di rumah.

    [Reply]

  4. ai abis dari dieng n nginep di pondok wisata Lestari …

    yang punya ramah sekali ama pendatang ^^ …

    satu yang bikin w kagum ama penginapan ini, selain ramah ^^

    kemaren KTP w ketinggalan waktu Cek Out n waktu udah diterminal wonosobo gw ditelp ama ponakannya pak yanto, ternyata mereka udah nyusul gw ke terminal wonosobo buat ngasih KTP gw ^^…

    serasa dapat pelayanan Kelas atas boo :d hahahahh

    best rekomen dah Pondok Wisata Lestari ^^

    [Reply]

  5. jalannya bagus sekali ^^

    [Reply]

  6. Velma is the best :)

    Cary

    [Reply]

  7. mau minta info dooong, tlp penginapan lestari + penyewaan mobil nya..

    sekalian harganya..
    thank’s.. >_<

    [Reply]

  8. widih. keren lah infonya. haturnuhun. saya akan menyusul kesana.

    [Reply]

  9. wweewww…jd inget pas k dieng dulu…
    keren

    btw,,aq pengen jd backpacker nichhh
    kayaknya seru deh
    ada info buat pemula ga???
    thanks

    [Reply]

  10. AJak-ajak dong kalau mo jalan-jalan lagi…. sms di FB aja idem email… ok?

    [Reply]

  11. weheeeeeee seru seru,,, sayah jugah mau ke sana neh pas imlek besokkkk… copas ah itinerarynya :)

    [Reply]

  12. Hey there! Someone in my Myspace group shared this site with us so I came to take a look. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers! Outstanding blog and fantastic design and style.

    [Reply]

  13. nice website…

    [Reply]

  14. [...]always a significant fan of linking to bloggers that I enjoy but really don’t get a whole lot of link enjoy from[...]

    [Reply]

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>