Backpack ke Dataran Tinggi Dieng
Dinginnya menyumsum, hangatnya menyela, bahasa dewa mengawal, uapnya merona, huma agrarisnya rapih dan siluetnya pun inspiratif. Itulah Mengapa Dieng Plateau, dataran tinggi tertinggi ke-2 di dunia (2100 m) ini memiliki explorasi-explorasi wisata yang menakjubkan.
Backpackeran tanggal 14-17 Agustus ini dimeriahkan oleh artis ibukota maupun artis ibudesa. Diantaranya Dodi Mulyana yang seorang ketua blogger depok, kemudian Novi Muharrami seorang wartawan dari okezone, Kristian Ibrahim seorang PNS yang berwawasan luas, Aris Sunawar seorang pengusaha kaca mobil, dan saya sendiri seorang yang berprofesi dirayu cewek… bwahahahaha.
Terminal Pulogadung
Hari jumat tgl 14 Agustus 2009 jam 5 sore tet saya cabut dari kantor naik busway koridor Mampang- Pulogadung, keluarlah biaya pertama backpack ini Rp. 3500 *cring*. Sore itu Jakarta macet gila. Tiba di terminal Pulogadung jam 8 malam, kami langsung ditantang tawar - menawar maupun beradu pendapat dengan para calo,kenek dan preman. Setelah proses berkelit selesai, saya dan kristian memutuskan memilih bus kelas bisnis ber- AC sit 2-3 yaitu bus DMI, jurusan Jakarta-Brebes-Purwokerto-Wonosobo. Rp. 65.000 keluar dari saku *cring*. Busnya telat, jadwalnya jam 9 eh berangkatnya jam 11 malam,cih *mengumpat dalam hati*. Tak lupa makan malam sejenak di terminal, terlemparlah uang rp. 5000 *cring* (nasi + telor + air putih).
Sepanjang perjalanan naek bus, lumayan pw lah duduknya. Karena busnya sepi, jadi serasa milik kita sendiri. Jam 6 pagi saya terbangun dari tidur di dalam bus, terkonclang setelah tau masih keluar tol Cikampek. “semprul.. ini bis apa onta”, ocehan dalam hati. Pantess.. longweekend. kelaparan di bus, donat + tempe kami sikat, rp. 12.000 *cring*.
Terminal Wonosobo
Tidak sesuai jadwal sebenarnya yaitu jam 7 pagi sampai di wonosobo,sabtu Jam 1 siang bus DMI kami baru mendarat. Terminalnya sepi, rapi, bersih, aman dan nyaman. Perut yang kosong belum makan nasi selama 18 jam*akhirnya, pepatah yang bilang backpacker itu harus menderita emang benar*, sudah tak tertahankan. Warung di terminal Wonosobo menjadi idola kami yang kelaparan. Tapi enak juga sih, menetaslah rp.9000 ( nasi + telur puyuh + ampela) *cring*. Untuk menuju ke dieng, tidak bisa dari terminal wonosobo, harus naik dulu metrobus ( kayak metromini/ suttle bus) biru dan turun di setasiun dieng (masih kota wonosobo) rp 2rb *cring* dan dilanjut metrobus khusus jurusan ke dieng dan buang uang rp.10.000 *cring*. Sepanjang perjalanan, kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Arsitektur alam ini sungguh mengagumkan.
Penginapan Lestari
Setelah 1 1/2 jam naik metrobus, jam setengah 3 sore kami sampai penginapan lestari yang sebelumnya sudah kami booking 2 kamar. Sebut saja pak Yanto dan bu Yanto, pemilik homestay ini menyambut. *kayak reportase pemerkosaan saja..kekekeke*. Penginapan Lestari ini menarik, bersih, berkelas tapi murah *promosi dikit*. Entah saya kejatuhan duren atau kejatuhan taik kebo, di penginapan lestari ini saya sekamar 1 bed dengan Novi Muharrami , satu- satunya peserta cewek *beruntunglah kamu nov..giyahahaha* sedangkan Dodi, Kristian dan Aris sekamar dengan 2 bed. Di penginapan ini, juga jual berbagai makanan,minuman dan souvenir. Saya pun tergiur beli shall warna cokelat rp. 10.000 *cring*.Tak banyak bacot, kami langsung mandi air panas di penginapan dan langsung naik mobil carry yang kami sewa beserta guidenya.
Telaga Warna, Batu Tulis, Patung Gajah Mada, Gua Semar, Gua Jaran dan Gua Sumur
Yanto, pria usia skitar 28 tahun ini jadi sopir, guide, sekaligus merangkap jadi tukang foto *maafkan kami ya pak, mohon maaf lahir batin..kekeke*. Beli tiket Telaga Warna rp.2000 per Orang *cring*. Dengar punya dengar, Telaga Warna itu sebenarnya bisa berwarna biru dan hijau.. Namun kali ini warnanya cuman hijau, mungkin gerimis dan mendung kala itu mengusikmu wahai Telaga Warna *tsaaah*. So, apa yang kami lakukan di Telaga Warna? gak usah ditanya lagi, pastinya segala jenis gaya berfoto kami coba. Selain telaga warna, di kompleks ini juga terdapat Batu Tulis, Patung Gajahmada, bebagai macam Gua, yaitu Gua Semar, Jaran dan Sumur yang masing- masing memiliki legenda dan mitos yang bisa dibaca lengkap di situs ini. Alhasil, kami tidak mendengarkan pak Toha (guide) menerangkan legenda tersebut, eh kita malah sibuk jepret sana- jepret sini.
Kawah Sikidang
Jam setengah 6, pak Toha merubah haluan mobil menuju Kawah Sikidang dan kebetulan sudah rada malam, loketnya sudah tutup, jadi rp. 0 *cring*. Di kawah ini juga ada legendanya lho. Singkat Cerita, konon dahulu kala ada ratu cantik bernama Shinta Dewi yang akan dilamar pangeran tampan dan kaya raya, bernama Kidang Garungan *sebut saja amri, hueek*. Ratu Shita pun mengajukan syarat untuk dibuatkan sumur. Saat sumur digali pangeran Kidang Garungan, Shinta dan pengawalnya berusaha menimbun sang Pangeran. Sebelum sang pangeran tertimbun, ia sempat mengeluarkan kesaktiannya hingga sumur itu panas dan meledak- ledak dan mengutuk Ratu Shinta yaitu keturunannya kelak berambut gembel.
Makan Malam dan Sesi Sharing,Curcol di Penginapan
Sehabis maghrib, mampir di warung gak berjudul. Makan ayam goreng kampung + purwaceng, minuman legndaris itu konon bisa membuat anu kita semakin anu saat anuan* kekeke, saru*. Isi dompet berkurang rp. 10rb + 7rb *cring*. Sepulang ke penginapan jam 7 malem, dinginnya serasa di kutub. Nah malamnya di penginapan ini kami sharing- sharing biografi, kerjaan, asmara, cerita lucu, cerita horor dll, seru banget dah skalian online pake netbook. Jadi inget cerita lucu Aris tentang mobilnya yang gonta- ganti mur dan baut ituh “hahahaha”. keluar duwit 5rb *cring* untuk beli pop mie. Jam 11 malem kami tidur.
Sunrise di Gunung Cikunir
Ebusyet,dingin sekali.. tanpa mandi cuman cuci muka, jam 4 pagi kami mendaki Gunung Cikunir. untuk mendaki dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, ngos- ngosan sampe atas. Disinilah sesi foto- foto menakjubkan itu dimulai :
Naik Bukit Melihat Telaga Warna- Telaga Pengilon dan Sarapan Pagi
Turun dari gunung cikunir jam 7 pagi, kami naek bukit lagi untuk melihat Telaga warna dan Telaga Pengilon. Tersentak, melihat keindahan alam ini. Telaga Warna terlihat hijau, sedangkan Pengilon berwarna Coklat. Turun bukit lagi dilanjut makan mie + beli mizone disebuah warung, keluar uang rp. 12.000 *cring*.
Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Gatot Kaca, Candi Bima dan Museum Dieng Kaliasa
Jam 9 pagi hari Minggu perjalanan dilanjut. Komplek candi-candi hindu ini tertua di Indonesia, abad ke 7 lho *mungkin saya masih jadi air seni eyang,hehehe*. Masuk komplek Candi arjuna, Srikandi, Semar kena retribusi rp. 4000 cring*, Masuk komplek Museum Dieng, Candi Gatot Kaca, Candi Bima retribusi rp. 4000 *cring*. Di Museum selain ada candi- candi, juga diputarkan filem durasi 8 menit tentang history candi. Makan siang bakso rp. 4000 *cring*.
Kawah Sileri dan Sumur Jala Tunda
Mobil yang di sopir pak Toha terus melaju. Dilanjut ke Kawah Sileri retribusi gratis. Di kawah ini kami cuman foto- foto. Kemudian tiba di Sumur Jala Tunda, satu mobil + parkir rp. 12rb *cring*. Sumur ini punya mitos barang siapa cowok bisa lempar sampai ujung, cewek sampai setengah sumur dengan yakin maka di mudahkan keinginannya. Saya cuman sampe 75%, Dodi sampai ujung, Kristian 80%, Aris 60%, Novi 40%. Mujur lo dod. Keluar receh 3rb beli batu + 7500 beli pringgondanni (semacam pentung) *cring*.
dari kiri atas ke kanan : telaga warna dan pengilon, musium kaliasa, telaga merdada,
komplek candi arjuna, sumur jalatunda, dan kawah sileri
Telaga Merdada
Jam 12 siang sampai tempat ini. Telaga ini jelek dilihat dari dekat, tapi dari jauh bagus. Beda dengan saya, dari dekat bagus, dari jauh lebih bagus lagi *ckckck*. Disini cuman foto- foto adegan perang menggunakan pringgonndani.
Dieng Plateau Theatre
Jam Satu siang tiba di tempat ini. Retribusinya rp.4000 *cring*. Disini nonton filem durasi 28 menit tentang keseluruhan Dieng. Konyol juga, Kristian dan Aris sepertinya tertidur di dalam ruang teater..kekekeke, padaha saya juga ngantuk pas itu.
Balik Ke Jakarta
Capek keliling, jam setengah 2 sore langsung ke penginapan, mandi, packing dan tentunya siap menerima tagihan penginapan dan sewa mobil. Saya sendiri total kamar + mobil rp. 148.000 *criiiing*. Dilanjut naik metrobus + angkot menuju alun- alun Wonosobo karena kami kehabisan duit cash. keluar duwit 12rb *cring*. Dari alun- alun langsung Ke terminal naik angkot lagi, rp 2000 *cring*. Tiba di terminal kami sudah pesen tiket bus Malino Putra, Rp. 75rb kelas bisnis AC. site 2- 3. Busnya lebih bagus daripada yg awal kami berangkat, ada toilet dan smoking room. Berangkat dari terminal Wonosobo jam setengah 5 sore. Tiba di Lebak Bulus senin pagi jam 4, dilanjut naek P20 Tujuan Mampang. keluar duwit rp. 2rb *cring*. Kembalilah saya menjadi karyawan swasta.. hahahaha.
Info dan saran ini jangan dilewatkan :
- kalau pengen naik kereta, pesen dulu jauh- jauh hari. Yang jelas gak ada kereta
ke Wonosobo/dieng jadi transit di Solo, Jogja atau Purwokerto.
- Bis ke Wonosobo diantaranya Sinar Jaya, Malino Putra, DMI, dll . Setahu saya gak
ada bis kelas Eksekutif ke sana.
- Penginapan Lestari :
Harga : rp. 125rb untuk kamar 2 bed
rp. 75rb untuk kamar 1 bed
rp. 250rb untuk mobil per zona wisata. total 2 zone
fasilitas : air panas, tv, dll.
contact : Pak Yanto, (0281)3342026 \ 085228272404
- Pasti banyak yang bertanya soal biaya,karena memang paling krusial.
total biaya gak sampe diatas rp.500.000 kok dari Jakarta.
- Bawalah jaket ekstra tebal jika mau ke Dieng, uang cash yang banyak
karena disana tidak ada ATM.





ck ck ck, banyak banget ya tujuan wisatanya. cool
eh, tapi kok gak ada foto yang di Candi. Gak gitu menarik atau kenapa?
[Reply]
amri Reply:
August 18th, 2009 at 11:38 pm
itu udah ada yg di candi arjuna tuh
[Reply]
duh duh.. senengnya… masa remaja yang indah…
[Reply]
Ikut komentar… Rp. 0, Cring !!!
Selamat jalan2 lagi… Rp. 0, Cring !!
[Reply]
huh… lain kali harus ngikut…
btw keren2 oy pemandangannya… nabung ah buat beli lensa tele dan ikutan pergi lain kali…
[Reply]
Waduh,,holiday thok iki ceritane mas?
Enag’e.. Jadi pengen…
Wkwkwkwk…
[Reply]
Subhanallah… menginjak ketinggian 2100 m, menikmati pemandangan alam yang menakjubkan… merasakan semesta bertasbih. It’s awesome! Kapan ya… daku bs kesana ? (dream)
[Reply]
sayangnya tidak ada angkutan umum di dieng yg bisa membawa kita keliling-keliling obyek wisata itu. kalo mau keliling, minimal harus sewa mobil/ojek.
udah nyobain Mi Ongklok di jalan Ahmad Yani?
[Reply]
lathiful amri Reply:
August 19th, 2009 at 9:34 am
kebetulan kemarin gak ada waktu untuk beli mi ongklok yang cuman ada di wonosobo..
[Reply]
annosmile Reply:
September 4th, 2009 at 4:55 pm
aku pernah nyoba zam
pas perjalanan pulang dari banjarnegara lewat wonosobo
lumayan enak rasanya
[Reply]
subhanallah… puji syukur kehadiratnya yang telah memenuhi negara kita dengan panorama² yang sangat² menakjubkan..
keren..keren,.. bro foto²nya..
[Reply]
mas mas …
yg diatas yg “dirayu cewek” ..
mekso buanged mas.. wahahah ..piiis mas..
jalan2 trus iki mas e ..
jadi kepingin buanged mas.. kapan2 ajak donk mas..
mumpung sekarng di jakarta ..
bulan depan uda balik ke malang ..
ayo mas kita jalan2 lagi.. PRJ uda .. ke Bandung ayo mas.. 
[Reply]
Pengen jalan-jalan…. foto2nya bagus..itu sapa yang motret? mbak novi semua ya??? hehehehe…
[Reply]
andai aku blom punya ‘buntut’…….
pengen banget ikutan kalian jalan2 kesana-kemari, kayak jaman ku muda mulu…
[Reply]
trekking ke gede pangrango jadi khan?
[Reply]
test Reply:
September 21st, 2009 at 6:24 pm
gede pangrango sekarang ribet dan mahal om.. pemda setempat memberi aturan macem2 untuk para treker
[Reply]
Hikksss bikin iri aja kalian,harusnya aku juga ada disana waktu itu.Amriiiii…bikin rencana lagi kesana dong..kali ini aku pasti ikut *memelas*
[Reply]
Wah……kayaknya ko udah pernah liat foto-foto ini ya?*jelassssssss udah dipamerin pas makan-makan tempat eyla….jadi makin mupeng berkunjung ke Dieng T_T
[Reply]
amriiiiii gue mau dooonnnkk
[Reply]
gak kasih oleh2, bayar 50 rb *cring*
[Reply]
wihh, sungguh menajubkan. amri ga ajak2.
kapan nih rekan-rekan kasta keluar rekreasi sama-sama ?
dulu katanya mau ke bogor, belum terelisasi.
bayar brapa kali *cring* ya ? hehe.
nice adventure. aku mau !!!
[Reply]
Asyik banget… ternyata dirimu hanya selisih 3 minggu setelah aku ke sana… hihihi…
Oh ya, jujur aja, aku males ngitung ulang *cring* *cring* *cring* itu… Jelasnya habis berapa Jkt-Dieng PP???
[Reply]
lathiful amri Reply:
August 19th, 2009 at 9:06 am
itu sudah bos, ada di baris paling bawah, pasti belum baca ya .hahaha
[Reply]
Andy MSE Reply:
August 19th, 2009 at 9:25 am
gggrrrr… kl yang “total biaya gak sampe diatas rp.500.000 kok dari Jakarta” aku juga sudah baca…. tapi nggak jelas *cring*nya…
ya udah… aku tak mbaca lagi sambil ngitung *cring*…
[Reply]
wah kok nama guidenya beda ya?Yanto apa Toha? atau nama aslinya yg gue kurang tau (Ariyanto Toha)….
[Reply]
kl aku, waktu terakhir ke Dieng itu naik motor dari Solo… sumpah!
[Reply]
annosmile Reply:
September 4th, 2009 at 4:39 pm
tos dulu mas andy
hobi motoran
[Reply]
Hoii.. gua masih kuli woiiii belon pengusahaa, diralat donk…
Sampe jumpa yak di backpacker berikutnya
[Reply]
Dieng dan Kenangan
Dieng adalah indah manakala jari jemari bertautan disela sela hawa sejuk dan panorama yang elok
Dieng suatu saat aku kan kembali dengan kekasih tercinta
[Reply]
pengen ikutan jalan2 juga jadinya.. hihihihi..
[Reply]
huhuhuhu…seharusnya bukan backpackeran amri,tpi cring2 ke dataran tinggi dieng
kerenn bgt!
dasar amri bolang..hohohoho…
sekamar sama cewe satu2nya?? 1bed pula! *amri nakall* huahaha..
gudluck for everything deh yaaaa…
[Reply]
Nggak mau comment apa pun. Ngiri!!!
[Reply]
Siapa bilang gw beruntung sekamar ama elu??? *$%SG#&@()@
Tidur nDesel2 …. kayak anak Kangguru !!!!!!!
Pantess, secara gw backpacking ga bawa anak gw,
kok ya serasa tidur di rumah,
ga tahunya ada BABY HUEY berkacamata …
*tinju amri*
[Reply]
iyo wes kpn2 aq budal mrunu. btw, bahasa mu lho blogger sing lebayy… =)) hahahaha…
Dinginnya menyumsum, hangatnya menyela, bahasa dewa mengawal, uapnya merona, huma agrarisnya rapih dan siluetnya pun inspiratif. Itulah Mengapa Dieng Plateau, dataran tinggi tertinggi ke-2 di dunia (2100 m) ini memiliki explorasi-explorasi wisata yang menakjubkan.
[Reply]
kalo aku daripada nginep di penginapan cari temen ajah yang anak dieng :d
[Reply]
apa itu kok tulisan di fotonya Jalan-jalan bareng Amri?!! cih! siapa itu Amri.. untung gw gak ikutan :p
[Reply]
keren am…pengen ikut…
ni buat something new ya??klu p.bondan “maknyus…”
klu amri “cring…”
lanjutkan gan!!
[Reply]
uenake yang usel-uselan… hihihi
[Reply]
Wou… keren… pengen ngikut…
naek motor enak ga yah.. sambil nikamti suasana.. hehe..
gud lak am..
[Reply]
Wew….!! Asyik…. Walking-walking trus……

Tujuan selanjutnya kemana nee Mas…??
NgikuuuuuuuTtttt…. :D:D:D:D:D
[Reply]
Waduh.. enak banget mas bisa jalan2 terus,
kapan2 Pengen yang ke Telaga tu..
[Reply]
Nice experience gan (drinking)
[Reply]
bla..bla….bla……bla…….
cicit cuit…prikitiuw..uuuuhuuuyyyyy……..
bagus2….g ada oleh2 nya……
[Reply]
akhirnya… amri jadi si bolang juga nih.
[Reply]
keren Am..akhirnya jadi juga loe backpack kesana…
makasih oleh2nya *futu2nya mangsoedkoe am*
selamat berpuasa
[Reply]
Btw, salam sama si gendut am…
[Reply]
Kisah backpacker yang bikin iri…
sekamar sama cewek itu yang paling bikin gimana gitu..
salam kenal mas sesama backpacker
______________________
http://www.soloaja.com
[Reply]
elok nan asik….
[Reply]
Wah sayang gk bisa ikutan, padahal seru banget nih. Keren ‘mri foto2 sunrise di Gunung Cikunir itu!
[Reply]
ehhm… udah kesampaian to backpacking-nya, ceritanya seru oi
[Reply]
mangstafff… salam backpakcer…
[Reply]
kurang asyik nih
soalnya gak ada aku seh
[Reply]
gak mampir sisan purworejo mri?
ta link blogmu yo…
[Reply]
amri Reply:
September 7th, 2009 at 7:55 am
monggo mas.. silahkan
*balik ke langsungenak*
[Reply]
belum ada artikel baru niy Am…
salam hangad am
[Reply]
ck ck ck..
salut gw ama postingan lo yg satu ini..
lengkap n detail bgt..
ada ulasan hotel nya juga..
membantu bgt buat backpacker yg mo nge trip kesono..
kabar gw baik aja bro..
ternyata lo masih ingat ama blog gw ya..
thanks yah…:)
[Reply]
wah infonya lengkep banget nih, ga perlu lagi ke lain blog, hehe…
ngumpulin *cring* *cring* dulu ah biar bisa ke sana
[Reply]
Andai jemari tak sempat berjabat,
Andai raga tak dapta bertatap
Seiring beduk yg menggema,
Seruan takbir yg berkumandang
Ku haturkan salam menyambut Hari Raya Idul Fitri,
Jika ada kata serta khilafku,
membekas lara mohon dimaafkan.
Khay Mengucapkan :
SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1430 H
Minal Adin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin
[Reply]
wah seru jga nie,,liburannya…jd pengen kesana deh,,,,iku donk kalo jala2 lagi,mas
[Reply]
Wuih serunya…. biar lebai yang penting eksis.
[Reply]
dieng is the best
[Reply]
serunya.. koq ga ngajak-ngajak sih hehe..
total budget berapa tuh? (males ngitung, matematikaku merah hehe..)
kalo bawa mobil sedan kuat kaga ya ke sonoh? jalanannya cakep ga? pengen deh..
[Reply]
hi..
rencananya saya pengen ke sana juga..
itu sewa mobil plus guide di sana berapa ya?
soalnya rencana ke sana cuma 4 orang.
[Reply]
amri Reply:
December 23rd, 2009 at 11:59 am
untuk sewa mobil sehari rp. 250rb. mendingan jangan ber 4 saja, biar sewa mobil nya lebih murah
[Reply]
wahh.. keren bgt nih. another blog of backpacker.
kbr2in yak klo ada info nge-bekpek, kali aja bisa ikutan.
newbie nih. salam kenal.
[Reply]
amri Reply:
December 23rd, 2009 at 11:59 am
tenkyu. salam kenal, bulan januari mau rafting.. yuk
[Reply]
salam kenal mas.
nice info.
taon baru ini saya rencana mo backpackeran ke sana.
ada persewaan sepeda motor ga ya disana?
thanks.
[Reply]
lathiful amri Reply:
December 29th, 2009 at 2:35 am
salam kenal.
Ada, di sana ada persewaan sepeda motor ( sehari 50rb) . Tapi kalau hujan juga harus berhati- hati. Alangkah baiknya sewa mobil saja kalau pesertanya memang banyak
[Reply]
LOW BUDGET COMMUNITY GOES TO DIENG 24th - 28th DECEMBER 2009,itulah tema komunitas kami saat touring menggunakan sepeda motor ke dieng,di awali dari bekasi dengan segala pernak-pernik di jalan akhirnya rombongan kami tiba dengan selamat di kawasan dieng plateu…..,lokasi pertama yg kami kunjungi adalah komplek candi arjuna,kemudian kawah candradimuka,lanjut ke telaga warna….,setelah puas menikmati panorama dan berfoto ria kami lanjutkan perjalanan menuju kalianget,berendam di pemandian air hangat belerang untuk relaksasi sebelum kembali ke peristirahatan….,sungguh pengalaman yang menakjubkan…!!! amri thanx berat berkat liputan anda yg km link di grup kami,jadi banyak teman2 yg tertarik dan memutuskan untuk ikut,alhasil liburan berjalan lancar…!!!
[Reply]
wahhh,,gw nge fans ama blog ini,,:)) tq ya info2nya
[Reply]
kereenn juga jadi inget g waktu itu…………ke dieng modal iseng..hha
tapi seharusnya biayanya ga semahal itu bisa lebih murah koq
[Reply]
wih saya jg pgn ke dieng nih.sekitar 3 hari.kira2 brp y uang yg dibutuhin?g mesti 3 hari sih.asal bs ngunjungin tempat2 yg masnya ceritain….^_^
[Reply]
lathiful amri Reply:
January 27th, 2010 at 3:48 am
hm.. berangkat dari mana? kalau saya dari jakarta total habis 500rb dengan 5 orang. Kalau pengen lebih murah bisa 8-10 orang supaya sewa mobilnya murah.
Thanks
[Reply]
ralat bro.. Malino juga ada yg eksekutif,.. harganya lebih mahal 20 ribu.. anyway,, makasih dah mampir ke wonosobo
[Reply]
wuah mantap tuh bro,
thanks banget..
besok liburan ke sana ah…
[Reply]
total biaya berapa om?
saya februari ini insyaALLOH berangkat b2 sama ade..
thx
[Reply]
amri Reply:
February 8th, 2010 at 10:11 pm
gak sampai 500rb mas fahry, pun itu cuma ber 5
[Reply]
Salam kenal,
Waaaaaaaaaaahh keren yah..
rencana backpack kemana lagi nih, ikutan nimbrung boleh ga?hehehehe
[Reply]
Wah infonya bermanfaat, TQ Amri, salam kenal,,,ikut dong…
[Reply]
Mas, boleh minta notel supir nya gak?
rekomen ngga nih? secara ngga dicantumkan di info?
Brp utk sewa mobil dan supirnya?
Tq
[Reply]
seru juga liburan-liburannya..
pengen ke sana deh
[Reply]
great adventure!
a small correction, FYI the 2nd highest plateau in the world is Deosai Plains at more than 4,000 metres above sea level. the 1st highest is in Tibet.
[Reply]
Koreksi : Dari Jakarta/Bandung ke Dieng sudah dilayani armada Bus Patas Eksekutif (Dari Jakarta : Sinar Jaya & Malino Putra, Dari Bandung : Budiman). Untuk perjalanan dari barat (Jakarta/Bandung - Purwokerto) akan lebih “adventure” turun di Banjarnegara lalu melanjutkan perjalanan eksotis ke Dieng lewat jalur Banjarnegara - Karangkobar - Wanayasa - Dieng (kurang lebih 50 km). Atau dari Jakarta bisa lewat Pantura karena saat ini sudah ada akses langsung ke Dieng dari Kab. Batang lewat Blado/Bawang.
[Reply]
Seru bangeeet…
Salam kenal yaa dari temennya Putri
Thanks ya infonya buat arrange itinerary nih, gw di-refer sama Putri ke web ini. Maybe, next july we’ll go there
[Reply]
Makasih buat infonya…. buat bahan referensi kalo backpacking…
[Reply]
kemarin q juga baru ke Dieng, suasananya sangat menyejukan……………… pokoknya bagi yang butuh kesegaran, dienglah tempatnya… ha ha ha, malah promosi,,,
[Reply]
Mas, just Sharing info aja…
untuk ke Dieng ada juga bus yang executive yaitu dari Terminal Rawamangun (2-2 Seat) tapi ga ada toilet… terus sekarang dari tempat pak Yanto (yang punya Pondok Lestari) kita bisa minta jemput ke Terminal, harga selisihnya ga jauh kok klo kita rombongan 8 orang (pas sama satu mobilnya Pak Toha)
dan 1 lagi, jangan lupa klo di kawasan candi arjuna coba menginjakkan kaki di Tanah Goyang…
[Reply]
seruuuuu…seruuuu..jadi total ais berapa….
[Reply]
mas….saya mw bekpekeran juga sama temen, tapi ber2 aja… kira2 kalol sewa ojek disana brapa ya??? trus penginapannya ada yang lebi murah lagi gak?? yang 50.000an gitu misalnya..coz kita mau nyambung ke karimun jawa…jadi harus irit2…
makasih ya mas…
thans be4
[Reply]
amri Reply:
June 2nd, 2010 at 11:31 am
Ojeknya 50rb/hari
Wah, kalau selain penginapan lestari saya kurang tau. Coba cari info di penginapan bu jono
[Reply]
Akhirnya…terwujud juga cita2 gw ke Dieng bersama Suami tercinta. Asyik banget loh. Selain alamnya yang indah, warganya yang ramah dan unik…kita juga bisa melihat komplek candi hindu tertua di Indonesia..
Kami nginap di Magelang, sewa mobil 175 rb untuk 13 jam. Bensin 100 rb. Klo mo pake sopir tambah 50 rb. gak terlalu mahal buat keindahan yang kita nikmati.
selamat datang di Dataran Tinggi Dieng….
[Reply]
makasih infonya kami sekeluarga mau coba ke dieng liburan ini, ngomong-ngomong penginepan lestari alamatnya dimana yak? makasih
adi satiana
[Reply]
amri Reply:
June 2nd, 2010 at 11:33 am
Alamat pastinya saya kurang tau. Tapi kalau naik elf/angkutan/minibus dari Wonosobo bilang aja turun di pertigaan dieng. Tanya orang sektiar situ pasti tau semua kok penginapan lestari. Biasanya sopir busnya juga tau kok
[Reply]
amri….OOters kapan nih ke sini….mau mri….
[Reply]
keren tuh bos,….
dr temanggung jam 6 smpe sana jam 4:30
pa lg pemandangan di perjalanannya,,,,
keren abiz….
bln lalu gw bru dr sn, sayang di dieng cma beberapa jam gara2 mobil yg gw sewa mogok ga kuat nanjak….
mn hujan pula :((…..
klo ada rencana trip ke sna lg, gw blh gabung ga???
kmaren gw salah planing…..
hr 1,2 dan keasyikan motoran,
temanggung magelang (borobudur)
temanggung-wonosari (pantai baron, kukup, krakal dll)
temanggung jogja (malioboro dan sekitarnya)
[Reply]
kereeen nch ..pengen kesana tapi belom kesampaian …
[Reply]
I think this an informative and interesting article. I think it is very useful and knowledgeable, happy to see some people still have interest in this. I would like to thank you for the work you have made in writing this article. I am hoping the same best work from you in the future as well best regards
[Reply]
besok saya dan teman-teman berangkat ke Dieng, informasi ini sungguh bermanfaat. Terima kasih
[Reply]
Infonya bermanfaat bangat,
BTW, kondisi jalannya bagus gak untuk kendaraan, saya dan keluarga ada rencana mo ke dieng bawa kendaraan sendiri, cuma takut aja, klo jalannya rusak/licin dan curam, pernah ke bromo pake mobil sendiri, jalannya lumayan curam, tapi masih bagus/ bisa dilalui kendaraan.
thanks
[Reply]
thanks atas infonya yang bermanfaat ini…..bisa jd patokan gw kalo mo ke kawasan dieng….gw ndiri orang jawa tengah kelahiran jakarta yg belum pernah ke dieng….gw ada rencana mo kesana tahun ini…thanks friends
[Reply]