Penanjakan- Bromo- Bandung 480 ribu, Part I

Bagaimana caranya mensiasati suatu trip menjadi semurah mungkin ala backpacker? bagaimana caranya mengemas suatu itinerary yang padat supaya efektif? bagaimana ceritanya perjalanan panjang selama 19 jam dengan kereta ekonomi diwujudkan menjadi perjalanan yang menyenangkan dan berkesan? semuanya akan saya tuangkan dan ceritakan dalam tulisan edisi Penanjakan-Bromo ini.

Kali ini saya bersama ke 16 teman Odong-odong Travellers mengadakan trip heboh dan ugal- ugalan selama 4 hari, mulai dari Jakarta- Matarmaja- Malang – Batu- Coban Rondo- Payung- Batu Night Sepctachuler- Gunung Penanjakan- Gunung Bromo- Malabar- Bandung- Kawah Putih Bandung dengan biaya cuma 480rb sudah termasuk makan, transport dan segala macam deh hehehe *ceritanya kere tapi rame*.

Odong-odong Travellers edisi ugal-ugalan : saya, Yayuk, Aisyah, Ika, Jody, Danang, Tabita, Arya, Fadli, Andi, Putri, Zakia, Andri, Nira, Ade dan Persona yang menyusul dari Bandung.

DAY I Jumat, 11 Juni 2010

11.00 Meeting Point di Stasiun Senen

Jumat adalah office day, oleh karena itu seluruh peserta ada yang cuti, masuk setengah hari, pura- pura sakit dan ribuan alasan lainnya *perbuatan tercela, jangan ditiru*. Rombongan selatan (saya, Fadli, Ika, Aisyah) kumpul di kos saya di Jagakarsa jam 9 pagi dan langsung menuju Setasiun Senen via taxi seharga 100rb *cring*. Tiba di Setasiun Senen kami sempatkan sholat jumat  dan makan siang rujak cingur dekat setasiun seharga Rp.. 8500 *cring* sembari menunggu teman yang lain datang.

14.00 Kisah 19 jam bersama kereta api Ekonomi Matarmaja

Pemirsa sekalian yang saya hormati, ini dia harga tiket kereta api Matarmaja yang hanya Rp. 51rb *cring* itu ternyata lebih murah daripada ongkos naik taxi dari kos saya ke stasiun, hahaha sangat tak sepadan dengan waktu 30 menit Vs 19 Jam. Jam 2 sore tepat kereta kami perlahan meninggalkan Ibukota, sore yang indah untuk mengawali perjalanan bersama kawan sejawat. Suasana di dalam kereta lumayan penuh, para pedagang asongan kerata api lewat silih berganti dengan kicauan khas mereka : ” mijon2, aqua2, yang laper yang laper, sayang anak sayang emak, air-air..”, hahaha rame dan berisik sih, tapi justru inilah kesannya naik kereta ekonomi. Untungnya kami semua dapat tempat duduk, meski kaki dilipat, bokong serong kanan- serong kiri supaya tidak pegel, atau sesekali saling pijit- pijitan. Kereta terus melaju melewati kota- kota di jawa barat, tengah sampai jawa timur. Kalau urusan tidur mah gak usah ditanya, ada yang kaki di atas, saling bersandar, ada yang tidur di kolong kursi, kaki saling tumpang menumpang hahahaha, ya beginilah kalau pengen murah. Tapi jujur, saya sangat menikmati perjalanan dan sangat berkesan.

Kereta api Matarmaja adalah transportasi yang tepat ala backpacker, hanya 51rb siap mengantarkan kita berpetualang dari Jakarta sampai  kota Malang, Jawa Timur.  Supaya tidak mati gaya selama 19 jam perjalanannya, cobalah bercengkrama dengan teman, nyanyi- nyanyi ,  senyum- senyum atau main kartu UNO

DAY II Sabtu, 11 Juni 2010

09.00 Rombongan tiba di kota Malang

Tut tut tut….Akhirnya kereta sampai juga di stasiun Malang Kota Baru. Udara terasa sejuk, terlihat hirup- pikuk angkot warna biru dan terdengar sautan- sautan bahasa khas arek Malang mengingatkan saya akan waktu yang lampau *ceritanya saya pernah tinggal di Malang selama 3 tahun*.  Rombongan kami langsung disambut oleh 2 mobil APV yang sudah saya sewa sebelumnya lengkap dengan sopirnya seharga 250rb/ hari *cring* dengan bensin beli sendiri. Oh iya, mobil APV ini kami sewa selama 2 hari untuk mengelilingi Malang, Batu sampai Bromo. Bukannya langsung  mandi, kami justru menuju Warung AE di Sawojojar untuk memanjakan perut yang sudah keroncongan pagi itu. Menu makanan di warung itu dahsyat dan nendang, diantaranya pecel Madiun, lele urap 7rb /porsi *cring* , rawon dan masih banyak lagi. Lele urapnya tersenyum manis seakan siap saya santap, lalu saya balas dengan muka saya yang manis pula *gubrak*.

13.00 Jelajah Kota Malang

Dingin dan suegeeer… Kami akhirnya mandi juga di rumah saudara Zaki yang ada di Sawojajar. Sudah wangi dan sudah rapi, perjalanan dilanjutkan menuju bunderan Tugu yang tepat berada di depan kantor Walikota Malang. Di Bunderan Tugu ini, kami disuguhkan pemandangan bunga teratai yang ada di tengah kolam, juga banyak pohon beringin besar yang mengelilingi area yang ada di jantung kota Malang ini. Jalanan di kota Malang masih rapi, bersih dan sedikit macet. Tak terasa kami sudah sampai kampus putih megah,  yakni Universitas Muhammadiyah Malang. Disini kami numpang pepotoan dengan landscape kampus yang menjulang tinggi tepat di belakang sungai Brantas.

Kota Malang terkenal kulinernya, diantaranya bakso, cwe mie, soto, pecel dan rawon. Waktu itu kami mengunjungi salah satu kuliner di sekitar kampus UMM yaitu steak and shake lesesan dengan menu sate bebek. Wuih, texture dagingnya lembut dan nyubit ketika di mulut !

16.30 Mengunjungi Coban Rondo ( air terjun ) dan Payung.

Puas berkuliner, tujuan selanjutnya adalah ke kota Batu yang ditempuh 30 menit dari kota Malang. Wisata di kota Batu banyak sekali, salah satu yang kami kunjungi adalah Coban Rondo (coban = air terjun, rondo = janda ) jadi artinya air terjunnya janda yang sedih karena batal syuting filem air terjun pengantin di Kepulauan Seribu, wkwkwk.. Mitos punya mitos, kalau membasuh muka dengan air di Coban Rondo bisa awet muda, setelah saya coba membasuh muka disana ternyata bukan awet muda yang saya rasakan,  tapi malah awet menjanda *aiiih, mendadak feminim*. TIket masuk untuk 15 orang sebesar 110rb *cring* ( sudah ditawar ). Oh iya, tepat di sekitar air terjun ini terdapat salah satu kawasan terkenal yang bernama “Payung”. Kawasan Payung terdapat banyak penjual makanan yang berada di sektiar lereng- lereng bukit (mirip di puncak, Bogor). Di Payung, kami numpang sholat maghrib sekalian makan jagung manis bakar seharga 4rb *cring* dengan view gemerlap lampu kota Malang yang ada di bawah bukit.

Di sekitar air terjun setinggi 84 meter ini masih banyak terdapat monyet liar berkeliaran yang siap mengganggu anda. Diantara banyak monyet tersebut sedang asyik foto-foto dengan berbagai gaya, hehe…

20.00 Gemerlap BNS, Batu Night Sepctachuler

Rasanya tidak puas berkunjung di kota Batu kalau tidak mampir Jatim Park atau BNS. Berhubung sudah malam Jatim Park sudah tutup kami akhirnya kami memilih ke BNS yang memang bukanya malam hari. BNS merupakan wahana bermain mirip DUFAN di Jakarta yang menyuguhkan berbagai permainan menarik degan tiket masuk cuma 10rb *cring* tapi jika ingin mencoba wahana tertentu masih bayar lagi sebesar 10rb *cring*.

Lampu- lampu menyala, gemerlap malam itupun dimulai. Keceriaan kami tumpah ketika mencoba berbagai wahana diantaranya kicir- kicir dan rumah hantu. BNS sungguh tak terlupakan.

22.30 Hunting Kuliner Bakso Tengah Malam

Ternyata teriak- teriak di wahana ekstream yang ada di BNS bikin lapar juga ya, hehe.. Kamipun meninggalkan kota Batu dan balik lagi ke kota Malang untuk cari kuliner. Pengennya sih nyobain bakso Cak Man atau berbagai bakso di jalan Kawi yang terkenal itu, tapi sudah tutup semua karena sudah malam. Alhasil, bakso pinggiran seharga 8rb/porsi *cring* dekat setasiun Kota Baru kami serbu!.

23.30 Persiapan Menuju Pananjakan- Bromo

Setelah menyantap bakso, kami balik lagi ke bekas sekolah saya yang ada di Sawojajar ( SMK Telkom ) untuk numpang cuci muka dan ganti baju persiapan menuju Penanjakan dan Bromo. Tepat jam 00.00 kami berangkat melalui jalur Pasuruan- Wonokitri- Penanjakan. Mau tau cerita lengkapnya? Tenang, di postingan part 2 nanti anda akan dihibur dengan cerita dinginya Pananjakan, berbatik di  Bromo, ugal- ugalan sampai Ciwidey, Bandung. Silahkan dibuka link di bawah ini :

Penanjakan- Bromo- Bandung 480 ribu, Part II

About the Author

Tinggalkan komentar sebagai wujud apresiasi anda! Ingin kenal atau jalan bareng? add facebook di lathifulamri@gmail.com

14 Responses to “ Penanjakan- Bromo- Bandung 480 ribu, Part I ”

  1. [...] Backpack Penanjakan- Bromo part II [...]

  2. Hawa sejuknya, lalu lintasnya, keramahan dan keasrian Malang membuat kota itu menjadi salah satu kandidat tempat tinggal yang nyaman setelah Yogyakarta dan Bogor.

    kangen malang

    [Reply]

  3. Sama seperti komentar saya yg sebelumnya “..kereeeen banget bro..!”
    ketua odong2 ini emang pinter banget mengatur biaya trip,bisa ditekan seminim mungkin,..GOOD JOB!

    [Reply]

  4. Matarmaja – Hahahaha
    Pengalaman yang paling menyenangkan menuju Malang untuk Take Vokal [doank]

    Bakso bakar deket stasiun Mantepp Poll

    [Reply]

  5. ada lagi mitos di coban rondo, klo km kesana sama pacar bisa putus. tp klo sama suami/ istri, bisa langgeng. LOL.

    [Reply]

  6. mas bro , k

    keren liputannya, ijin nge-share, and tlg info gmn caranya kl mo ikutan..?

    Txs.

    [Reply]

  7. ada sambungannya tah..kirain dijadiin satu artikel :p
    mantep jalan-jalannya..

    [Reply]

  8. bahkan ketika liat poto2 di coban rondo gw masih ngirain kalo itu daerah bandung *dejavu.. :(

    benar kata andri, malang salah satu kota paporit setelah jogja, bandung n bogor. eh, satu lagi Pulau Kundur :ngacir: =D

    [Reply]

  9. … makasih mas amri diajak jalan2 ke malang bromo kapan2 boleh ikut lagi ga …?

    [Reply]

  10. [...] Penanjakan- Bromo- Bandung 480 ribu, Part I [...]

  11. Gw orangnya gak betahan, mungkin kalo disuruh 19jam diem di kereta ekonomi itu… gw mending nyebur di kali pas di perjalanan :) )

    Gak ketemuan sama glober ngalam? :P

    [Reply]

  12. uuuggghh.. seru banget!!! serius cuma 480rb.. muantab lah. klo sempat estimasi nya dunk mas.. hehe.. thanks

    [Reply]

  13. keren euy… journey nya… kapan ada jalan-jalan lagi??

    [Reply]

  14. Hello,This is really very interesting information to be found here, Thanks very much for sharing such an informative blog post. Thanks!

    [Reply]

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>