Penanjakan- Bromo- Bandung 480 ribu, Part II
Lembayung pagi hari mulai mekar, sang mentari segera terjaga dan berputar, sejuk segar seketika pudar, sinar keemasan dengan cepat berpendar, mutiara-mutiara padang pasir sekejap ditebar ( Asef Amani, 2007 )
DAY III Minggu, 12 Juni 2010
00.00 Perjalanan Menuju Penanjakan
Melanjutkan postingan sebelumnya yaitu Backpack Penanjakan Bromo Part I, 2 mobil APV yang kami sewa beranjak dari kota Malang menuju Wonokitri melewati jalur Pasuruan. Sekitar jam 02.30 pagi kami tiba di Wonokitri dan siap oper dengan jip/hartop dengan harga sewa Rp. 350rb/ hartop *cring* bisa di isi 6-8 orang dan siap mengantarkan kami menuju Penanjakan dan Bromo. Cara sewanya langsung di Wonokitri saja pasti banyak orang nawarin. Berhubung ber 15, kami menyewa 2 hartop. Subuh waktu itu dingin sekali hingga menyumsum tulang, bahkan saya sampai memakai 2 jaket, 2 kaos, 1 kaos dalam dan tentunya tak lupa celana dalam. Saking dinginnya, bibir saya juga pecah- pecah dan kata pak dokter sih musti dicium Asmiranda biar sembuh *lho*. Perjalanan Wonokitri- Puncak Penanjakan sekitar 30 menit melewati tikungan- tikungan dan tanjakan yang curam. Biaya tiket masuk Penanjakan -Bromo sebesar Rp.100rb *cring* untuk 15 orang. Jam 4 pagi kami sudah sampai puncak Penanjakan dan ternyata ruame banget !! Turis lokal sampai mancanegara tumpah ruah, bahkan berdesak- desakan untuk mencari posisi spot yang pas untuk pengabadian gambar.
Mahligai pesona Jawa Timur tergambar di sini. Meskipun saat itu kami tidak dapat sunrise karena sedikit mendung, tapi setidaknya dari puncak Penanjakan setinggi 2770 Mdpl ini kami puas menikmati landscape Gunung Bromo, Semeru dan Gunung Batok yang luar biasa tiada duanya.
08.00 Berbatik di Bromo
Karena waktu yang sangat mepet, kami harus segera bergegas menuju areal Gunung Bromo sesuai itinerary. Dari Puncak Penanjakan menuju Bomo masih tetap pakai jip/hartop dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Saat tiba di Areal Bromo, mata langsung berkaca- kaca *gelas kali, haha* melihat indahnya lembah luas yang di apit tebing- tebing tinggi lengkap dengan beberapa gunung. Selain itu, hamparan pasir dan savana bewarna hijau juga turut melengkapi keindahan alam Bromo yang memukau ini. Saat tiba di gerbang pintu masuk, terlihat banyak pedagang makanan dan penjual bunga edelweiss yang menjajakan barang dagangannya. Selain itu, terlihat juga poter- poter kuda yang menawarkan jasa naik kuda untuk di tunggangi sampai puncak gunung Bromo dengan harga relatif sekitar 20-30rb. Tapi kami memilih jalan kaki biar nyummit gunung Bromo benar- benar kerasa *padahal ngehemat duwit*. Walaupun begitu, saya cukup ngos- ngosan manjat gunung Bromo dengan anak tangga sejumlah 250 itu.
Wuih, waktu itu saya pernah mimpi pergi ke padang rumput/savana di Eropa, dan ternyata mimpi itu menjadi kenyataan saat tiba di area savana yang ada di Bromo.
Berbusana batik, rencana ini memang sudah kami siapkan untuk menyambut pesona Bromo. Mungkin beberapa pengunjung lain menganggap ada rombongan mau kondangan tapi nyasar di Bromo hehe
11.00 Balik ke Malang, Kacamata Hilang
Dua mobil APV yang kami sewa lengkap dengan 2 sopirnya masih senantiasa menunggu kami di Wonokitri. Oleh karena itu hartop/jip segera di gas pol supaya cepat sampai Wonokitri. Saat tiba di Wonokitri saya mendadak kebakaran jenggot karena kacamata minus saya hilang. Duh, saya yang kebanyakan makan bokong ayam atau memang ceroboh kok barang vital itu sampai hilang.. Dicari- cari sampai sudut hartop pun masih tidak ketemu, ah sudahlah ikhlaskan saja.
13.00 Jekpot di Perjalanan
Mobil APV langsung meluncur kencang meninggalkan Wonokitri dan menuju kota Malang dengan melewati jalan yang berkelok- kelok disertai turunan. Kami baru sadar, bahwa terakhir kami makan yaitu kemarin malam, itupun cuma bakso. Jadi saat pagi di Penanjakan dan Bromo kami tidak sarapan. Alhasil, mayoritas dari kami mendadak mual dan pusing bahkan Zaki dan saya sampai Jekpot (muntah) di jalan. Akhirnya seketika itu saya putuskan untuk menghentikan mobil dan mampir di warung makan di jalur pantura di Pasuruan. Kami mampir di warung soto dan rawon tak bermerek dengan harga 5rb/porsi *cring*. Kemudian dilanjut mampir disebuah pom bensin untuk mandi. Ternyata dengan perut kenyang saya pun perkasa kembali hahaha.
15.30 Perjalanan kereta Malabar Menuju Kota Bandung
Perjalanan dilanjutkan. Kami dapat kabar dari teman saya yang hunting tiket di stasiun Malang Kota Baru bahwa tiket kereta Matarmaja tidak bisa di pesan, dan infonya sih sudah habis tinggal tiket berdiri saja. Akhirnya kami putuskan cari alternatif kereta lain yaitu kereta Malabar dengan tujuan Kota Bandung dengan tiket ekonomi seharga Rp. 80rb *cring* kemudian disambung lagi ke Jakarta. Jam 3 sore kami sampai di stasiun Malang Kota Baru, beberapa teman menyempatkan membeli oleh- oleh khas Malang seperti keripik tempe yang ada disebelah stasiun. Jam 15.30 WIB tepat kereta berangkat, serayu berangkatnya kereta dalam hati berbisik “selamat tinggal kota Malang, selamat tinggal Penanjakan, selamat tinggal Bromo, kenanganmu masih terukir di hati” *tsaaah*. Meskipun kelas Ekonomi, kerata api Malabar ini lebih manusiawi daripada kereta Matarmaja. Pasalnya, selain kereta masih baru dan bersih, penumpangnya juga tidak terlalu penuh jadi serasa gerbong milik sendiri apalagi senja di ufuk barat sore itu seakan mengiringi perjalanan kami menuju Bandung. Seperti biasa kegiatan kami selama di kereta selalu unik, mulai dari ngorok, main kartu UNO, nyanyi, pipis, ngoceh sana- sini, pijit- pijitan, sholat, abcd lima dasar, jalan mengelilingi gerbong sampai tidur pingsan. Kami juga beli makan malam di gerbong makan dengan menu nasi goreng seharga 15rb/porsi *cring*. Oh iya, 4 peserta yaitu Jodi, Andri, Fadli dan Aisyah memutuskan turun di Jogja karena ada urusan masing- masing.
DAY IV Minggu, 12 Juni 2010
09.00 Tiba di Stasiun Bandung, Ugal- ugalan Itu Dimulai
Welcome to Pasundan. Bukannya langsung balik ke Jakarta, eh kami malah memutuskan untuk melanjutkan trip ke Kawah Putih Ciwidey, hahaha inilah yang disebut trip ugal- ugalan. Satu peserta gugur lagi, yaitu si Danang karena ada urusan kantor yang mendesak, jadi pagi itu juga dia langsung naik travel ke Jakarta. Tersisa 10 orang yang kesemuanya memang penjahat trip. Tapi kami ketambahan 1 anggota lagi yaitu si Persona anak OOTers cabang Bandung yang datang menyambut kami dan siap mengantar ke Kawah Putih. Tepat di sebelah setasiun, ada sebuah warung bernama “gudeng kendil bang jo” yang menjadi tempat sarapan kami. Wuiiih, gudegnya makyos dan nendang, apalagi gratisan wkwkwk *ceritanya waktu itu ditraktir Ika Soe* jadi saya lupa harganya berapa.
13.00 Tiba di Kawah Putih Gunung Patuha, Ciwidey
Untuk menuju Kawah Putih, kami mencarter 1 angkot lengkap dengan sopir dan bensin seharga 300rb*cring* sudah PP juga lho, murah kan. Saat tiba di pintu masuk Kawah putih kami harus carter angkutan khusus lagi bernama ontang- anting. Harga tiket masuk + sewa ontang- anting per orang dikenai biaya Rp. 25rb *cring* untuk pulang- pergi. Berhubung saya sudah berkali- kali ke Kawah Putih, jadi gak ada perasaan istimewa apa- apa sih saat sampai disana hehehe… Puas foto- foto di Kawah Putih, jam 3 sore kami pulang dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Kata internet, Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut.
18.00 Tiba di Terminal Leuwipanjang, Mendadak Artis
Kami memang harus segera menyudahi trip ugal- ugalan ini. Setelah melewati kemacetan di daerah Kopok, akhirnya jam 6 petang kami sampai di terminal Leuwipanjang. Kami menyempatkan makan di warung sate dekat terminal serharga rp. 15rb/porsi *cring* sekalian numpang sholat. Perut kenyang, ayo kita pulang. Tak terduga sebelumnya, saat memasuki area terminal kami mendadak jadi artis dengan puluhan pertanyaan serta wawancara dari para calo dan kenek bus. Tas kami ditarik- tarik seperti kucing berebut makanan. Sebel sih sebel, setelah kami rundingan akhirnya kami putuskan naik bus dengan tujuan terminal Lebak Bulus, Jakarta seharga Rp.45rb *cring* dengan kelas bisnis.
22.00 Tiba di Jakarta, Tepar
Akhirnya sampai juga di Ibukota, satu persatu rekan- rekan ada yang turun UKI, Pancoran dan Lebak Bulus. Saya dan Putri turun di terminal Lebak Bulus dan dilanjut naik taxi ( note : taxi di traktir putri, hehe) menuju Jagakarsa dan Depok. Jam 23.00 tiba di kos dan langsung pingsan.. Zzz
Terimakasih Semuanya yang terlibat dalam trip ini mulai dari Zaki and family tempat numpang mandi dan istirahat, Pak Bas for your guide, Tomy for tiket, Persona for your guide, Pak sopir, segenap warung AE, orang di jalan yang ditanyai arah, petugas penjual makanan kereta Malabar, management Stasiun Bandung tempat numpang ngecharge, Warung sate Leuwipanjang, Ika dan Putri atas traktirannya dan seluruh peserta.
Info dan Saran Ini Jangan Dilewatkan :
- Gunung Penanjakan suhu mencapai 5 derajat, bahkan saat matahari terbit bisa mencapai 0 derajat, jadi bawalah pakai yang tebal dan paling hangat - Kalau backpackeran macam cara kami diatas, persiapkan fisik secara maksimal - Siap2 menahan kencing, karena di kereta Matarmaja kamar mandi tidak berfungsi jadi kencing hanya bisa saat kereta berhenti lama di stasiun - Peraturan terbaru bahwa tidak boleh bawa mobil pribadi dari Wonokitri ke penanjakan, jadi harus sewa hartop/jip. Sewanya sudah harga standard 350rb - Hartop/jip bisa di isi 6 orang, kalau 8 orang juga bisa tapi sempit - Jika ingin itinerary mentah dan lengkapnya, bisa dibuka link dibawah ini : link itinerary dan koordinasi Bromo- Penanjakan - Contact Person * Yanto, sewa mobil di Malang : 08523479489 - Laporan Biaya (untuk 15 orang) * Tiket kereta Matarmaja : Rp. 780.000 * Tiket kereta Malabar : Rp. 1.200.000 * Tiket masuk kawah putih : Rp. 375.000 * Tiket bus Bandung- Jakarta : Rp. 675.000 * Makan 10 kali : Rp. 1.000.000 * Sewa 2 mobil APV/2 hari : Rp. 1.000.000 * Carter angkot bandung : Rp. 300.000 * All bensin : Rp. 350.000 * Tiket masuk Coban Rondo : Rp. 110.000 * Sewa 2 Jip/hartop : Rp. 700.000 * Tiket masuk Penanjakan/Bromo: Rp. 100.000 * Tiket masuk BNS : Rp. 150.000 * Wahana rumah hantu BNS : Rp. 150.000 * Wahana otang-anting BNS : Rp. 150.000 * Jagung Bakar di Payung : Rp. 60.000 * Persediaan Aqua : Rp. 100.000 TOTAL : Rp. 7.200.000/15 (15 Orang) Rp. 480.000/ orang




[...] Backpack Penanjakan Bromo Part II [...]
Dari mulai perjalanan sampe ke obyek bisa jadi cerita semua ini… Siiip dah.
Kata Interneeet…? boleh dong dikenalin ama si Internet, haha.
[Reply]
Jadi berasa ikut nge trip dgn membaca cerita ini..hehe
pokonamah siip lah buat amri si “lelaki wangi pandan” tea haha…
[Reply]
you are the best guys.
[Reply]
betul – betul – betul Bang
Itu Matarmaja aku nahan pipis dari Cirebon sampe Solo [kalogasalah] Gara2 ngga tega liat Toiletnya -_-”
Jadi kepengen ke Bromo jugas
[Reply]
wuiiihhhhhhhhhhh…………….edisi bromo udah terbit …two thumbs up for amri………….
[Reply]
Bromooo… Ciwidey…. wah asik banget… Mau huhuhuu (cry)
[Reply]
Mangstabbb!!!!
tinggal sempu neh belon.. ane berpartisisapi dalam perjalanan sempu…
[Reply]
Mangstabbb!!!!
tinggal sempu neh belon.. ane berpartisisapi dalam perjalanan sempu…
[Reply]
“Oh iya, 3 peserta yaitu Jodi, Andri dan Aisyah memutuskan turun di Jogja karena ada urusan masing- masing.”
gue kemanaaa!
[Reply]
ah poto poto ku
(
[Reply]
baru baca komengnya fadli..wah parah ni amriii, temen ndiri dilupain, masa lupa sama hawas tumpahe
[Reply]
subhanallah,.. aku pengen banget bisa keliling2 gimana caranya??
ajak2 dund!
[Reply]
Great story……….
[Reply]
saya belum pernah maen kesana….
jadi pengen kesana melepas penat dalam hiruk-pikuk kota…
[Reply]
wah,,,
seru!!!!!!!!!!!!!!!!
pengen punya komunitas sperti kalian yg gila2an klo backpackeran..
bsok minggu aq ma tmen2 bakalan kbromo ne tp lo q dr jbr jd deket,hehehe,,,
[Reply]
baru baca…penuh kesan tak terlupakan, apalagi saat di stasiun bandung harus bujuk yayuk supaya ikut ke ciwidey hehehe…:P
thanks bgt buat sobat odong2 trip ini takkan terlupakan seumur hidupku…:)
[Reply]
ihh ! keren baca tulisannya mas amri ..
ak jga punya bolangers community di malang .
lain kali kalo maen2 k malang ato sekitarnya calling2 yah .
[Reply]
itu ga di itung penginapan ya gan? kalo penginapan yang murah kisaran brp yah….rencana mau bagpack nih bandung-malang
[Reply]