<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>lathifulamri.com</title>
	<atom:link href="http://lathifulamri.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lathifulamri.com</link>
	<description>Jalan Jalan Bareng Amri</description>
	<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 20:29:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Rahasia Baduy Dalam</title>
		<link>http://lathifulamri.com/rahasia-baduy-dalam</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/rahasia-baduy-dalam#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 02:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[baduy]]></category>

		<category><![CDATA[baduy dalam]]></category>

		<category><![CDATA[baduy luar]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Mereka beda, mereka bersimphony dengan alam, mereka bebas, mereka damai, mereka kaya, mereka ramah, mereka  putih, mereka merona, mereka kuat dan mereka arsitek hebat, bagaimana bisa?

Well, jika biasanya kami ngebackpack alias nggembel kere rame, kali ini sedikit bernyaman ria membawa mobil sendiri dari Jakarta tapi tetap bertemakan dan berlandaskan kehematan sosial bagi seluruh raykat Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Mereka beda, mereka bersimphony dengan alam, mereka bebas, mereka damai, mereka kaya, mereka ramah, mereka  putih, mereka merona, mereka kuat dan mereka arsitek hebat, bagaimana bisa?</em></p>
<p style="text-align: center;"><a style="cursor: pointer;" href="../wp-content/uploads/2010/02/perkampungan-baduy.jpg"><img class="size-full wp-image-1376 aligncenter" title="perkampungan-baduy" src="../wp-content/uploads/2010/02/perkampungan-baduy.jpg" alt="" width="490" height="289" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Well, jika biasanya kami nge<em>backpack</em> alias nggembel kere rame, kali ini sedikit bernyaman ria membawa mobil sendiri dari Jakarta tapi tetap bertemakan dan berlandaskan kehematan sosial bagi seluruh raykat Indonesia *dikira pancasila*. Saya perkenalkan dahulu para odong- odong yang ikut jalan- jalan kali ini diantaranya pemain lama Dodi Mulyana, Reza N Sanusi, Aby Herwendo, Ika Soewandi, Joedy dan saya sendiri sang perajut cinta *ehem*.</p>
<h2><strong>Day I, Sabtu 6 Februari 2010</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>07.00 Meeting point di depan Cricle K Pancoran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Naik ojek dari kos menuju <em>meeting point</em> keluar biaya pertama sebesar Rp. 7rb *cring*.  Para odong- odong satu persatu tiba di <em>meeting point </em>tepat waktu, kecuali Aby yang sedikit telat karena sedang memberi <em>warming up</em> untuk mobilnya. <em>Its okey</em>, jam 07.30 kami berangkat dan tak lupa saya pimpin doa terlebih dahulu.</p>
<p><strong>11.00 Tiba di Alun- Alun Lebak, Banten</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Route yang kami lewati adalah Jakarta- Tol Tangerang- pintu tol Balaraja Timur belok kiri- Rangkasbitung- Lebak- Aweh- Ciboleger. Singkat dan jelas kan? ya, semoga anda tersesat dengan bahagia. Sepanjang perjalan tersebut di dalam mobil canda dan tawa tumpah, cerita a sampai z. Mulai dari tebak lagu, saling spoileran filem sampai mitos pun ada. Bercadaan yang paling nge hitz adalah mitos  jika kita kena sabetan buntut kebo bakalan menjadi bodoh *dyeng, hahaha*. Jam 11.00 tiba di alun- alun kota Lebak Banten mampir di masjid agung Al A’raaf untuk kencing *bukannya sholat, malah buang hajat.. Ya Alloh ampuni teman- temanku ini*.  Kenarsisan kami datang begitu saja ketika melihat masjid yang megah dan langit yang biru itu.</p>
<p style="text-align: center;"><a style="cursor: pointer;" href="../wp-content/uploads/2010/02/tim-odong-odong.jpg"><img class="size-full wp-image-1373 aligncenter" title="tim-odong-odong" src="../wp-content/uploads/2010/02/tim-odong-odong.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dari pojok atas kiri : patung selamat datang di Ciboleger, Masjid Agung Al A’raaf Lebak, bercengkrama dengan anak Ciboleger, Pak Agus Bule, barang bawaan </em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>13.00 Tiba di Ciboleger</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di Ciboleger kami ditakdirkan dengan bertemu (padahal sudah saya kontak-kontak sebelum keberangkatan) dengan guide yang baik dan hampir semua orang di Ciboleger kenal dengan sosok orang ini, sebut saja Agus Bule sang kuncen Baduy. Di rumah pak Agus Bule numpang makan siang dan minum tapi tetap bayar lah wong makanannya emang di jual, Rp. 15rb *cring* dilanjut sholat dhuzur di masjid sekitar. FYI, saat kami kesana di Baduy dalam sedang ada upacara “<strong>kawalu</strong>” yaitu upacara semacam puasa di bulan ramadhan dari bulan Februari- April dan mereka tertutup dari dunia luar termasuk menerima tamu/ wisatawan kesana. Lho lho, saya dan kawan- kawan kok bisa masuk kesana saat kawalu? tenang.. tenang, kan kepala sukunya bapak saya *bercanda, hehe*. Supaya bisa masuk Baduy dalam saat kawalu, pak Agus bule mensiasati dengan cara pura- pura sampai sana kemalaman, jadi izin numpang nginap. Selain itu, disiasati juga pura- pura berziarah ke kepala suku (Pu’un). Dan berikut barang- barang aneh yang harus kami bawa per orang saat ziarah tersebut : kain putih, pisau, menyan dan minyak *jiyahahaha, ini mah nyari tuyul*. Barang- barang tersebut dibelikan oleh pak Agus di Ciboleger, jadi gak perlu susah- susah bawa dari Jakarta. <em>At least</em>, gak papa meski bawa barang- barang aneh tersebut yang penting tujuan kami tidak mencari wangsit atau kesaktian, melainkan mencari anaknya kepala suku yang katanya cantik itu *lho*.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>14.30 Tiba di Desa Gazebo, Baduy Luar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan 14 Km selama 6 jam dan melintasi 5 bukit itu dimulai *buat anda yang tidak siap, mending latihan dulu jalan Jakarta- Bogor,kekeke*. Jam setengah dua kami bertujuh (termasuk pak Agus) meninggalkan Ciboleger dan mampir dulu di rumah  pimpinan dari keseluruhan desa baik Baduy luar maupun dalam  yang disebut <em>Jaro</em> untuk daftar dan registrasi alias bayar Rp. 25rb *cring* satu rombongan. Setelah sedikit <em>treking</em>, tibalah kami di desa Gazebo (Baduy luar). Di desa ini belum terlalu primitif, mereka berpakaian warna hitam, bahkan kami sempat mampir di suatu rumah untuk beli teh botol sosro dan lilin senilai 4rb *cring*. Dan di desa inilah untuk pertamakali saya melihat jembatan bambu yang mengagumkan itu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong></strong><a style="cursor: pointer;" href="../wp-content/uploads/2010/02/jembatan-bambu-baduii.jpg"><img class="size-full wp-image-1323 aligncenter" title="jembatan-bambu-baduii" src="../wp-content/uploads/2010/02/jembatan-bambu-baduii.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Jembatan bambu ini melintang dengan kokoh, tanpa paku, terikat oleh ijuk pohon enau merupakan sebuah arsitektur yang menakjubkan.</em> <em>Jembatan serupa dapat ditemukan di beberapa tempat di Baduy luar maupun dalam.</em></p>
<p><strong>15.30 Tiba di Desa Kaduketer, Kejadian Itu….<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan dilanjutkan dengan jalur <em>trek</em> yang tergolong ringan. Menurut saya desa Kaduketer memiliki <em>view</em> paling bagus. Dan di desa inilah merupakan desa terakhir dari Baduy luar. Sepanjang perjalanan dari Gazebo sampai desa ini kami masih terheran- heran dengan orang Baduy yang kami temui di jalan, karena mayoritas dari mereka kulitnya putih merona, cantik- cantik dan tampan. Ini masih Baduy luar, bagaimana dengan Baduy dalam? *semakin penasaran*. Menurut spoiler dari rombongan cewek, anak kepala suku di Baduy dalam ada yang mukanya mirip Tora Sudiro tinggal dipoles dikit *omaygat, semoga saja Asmiranda juga ada disana*. Setelah puas berfoto- foto di bawah desa, kami sedikit naik untuk berfoto dari ketinggian dengan gaya andalan gaya loncat. Dan apa yang terjadi pemirsa sekalian…. Ketika saya loncat <em>single </em>sekuat tenaga dan difoto oleh Dodi juga Ika, tiba- tiba terdengar suara “weeek”, huaaaa.. setan giling setan alas, ternyata celana saya sobek selebar 4 jengkal !!!. Seketika semua pada ketawa puas, dan saya balas dengan muka malu *padahal di dalam hati ikutan ngakak*. Mau ganti celana tapi males <em>repack</em>, akhirnya sepanjang perjalanan saya ngumpet paling belakang. Kalau badan masuk angin sih enak ada minyak kayu putih, lha ini yang masuk angin bagian dalam celana, apa yang mau diminyakin? *jangan dibayangin lho*.</p>
<p style="text-align: center;"><a style="cursor: pointer;" href="../wp-content/uploads/2010/02/desay-baduy.jpg"><img class="size-full wp-image-1374 aligncenter" title="desay-baduy" src="../wp-content/uploads/2010/02/desay-baduy.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Terlihat perempuan suku Baduy sedang menumbuk beras yang mereka simpan di sebuat tempat bernama leuwit. Sebagian desa- desa suku Baduy juga unik, bersembunyi dibalik bukit.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>16.00 Perjalanan Sesungguhnya<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan semangat 45 rombongan odong- odong meninggalkan Baduy luar, melintasi tanjakan tanah merah, bukit dan hutan. Sesekali kami beristirahat di jalan dan di gubug/ saung. Sekitar jam setengah 6 kami tiba di jembatan bambu yang merupakan batas antara Baduy dalam dan Baduy luar. Selama di Baduy dalam, dilarang menggunakan kamera dengan alasan mereka tidak mau di<em>expose</em> dunia luar. Saya pun mohon maaf jika tidak ada <em>screenshoot</em> atau gambar bagaimana keindahan Baduy dalam maupun orang- orang Baduy dalam karena kami menghormati pantangan yang ada *serius*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>17.30 Bertemu Anaknya Artis<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati jembatan bambu di depan kami menghadang sebuah tanjakan bukit yang sangat tinggi dan merupakan tanjakan paling sulit. Pokoknya capek banget dan ngos- ngosan seperti anjing. Ketika tiba di atas bukit, langit mulai gelap, senja di ujung barat berhamburan keluar. Ingin sekali mengeluarkan kamera dan berfoto- foto bersama <em>sunset</em>, tapi kami takut pantangan daripada besoknya tiba- tiba kelamin saya hilang? *jabang bayik*. Di jalan kami bertemu cucunya kepala suku berusia sekitar 12 tahun yang sedang turun. Jadi di sana ada Pu’un kepala suku, kemudian anaknya (yang katanya mirip Tora Sudiro) dan anaknya Tora Sudiro inilah yang kami temui di jalan. Menurut saya mukanya sangat <em>goodlooking</em> dan berikut obrolan rombongan cewek sepanjang perjalanan “wiiih, ganteng banget.. ganteng ya”, sambil ngeces sana- sini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>18.30 Durian Yang Sangat Nikmat </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan terus dilanjutkan menerobos gelapnya malam. Terbesit di depan kami sebuah rumah tanpa tetangga di tengah hutan. Rumah ini milik pak Sarwan beserta istri dan satu anaknya yang masih balita. Dengan bahasa Indonesia yang masih terpatah- patah pak Sarwan menawarkan durian kepada kami. Setelah diterjemahkan oleh pak Agus, ternyata harganya 10rb perbiji. Tanpa ditawar langsung kami iyain. Tiga buah durian kami embat tanpa sisa karena memang sedang kelaparan. Sialnya, gak ada satupun dari rombongan kami yang gak suka*penyesalan terselubung*. Kami juga ditawari pisang beserta minum dengan mangkok sebagai gelasnya. Entah rumah, pak Sarwan dan durian saat gelap sehabis maghrib ini hanyalah sebuah fatamorgana atau halusinasi, tapi yang jelas bau duriannya masih ada kok sampai Baduy dalam *hehe*. Kami pamitan ke pak Sarwan tak lupa bayar upeti durian Rp. 30rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>19.30 Tiba di desa Cibeo, Baduy Dalam<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Senter dinyalakan, melewati jalanan becek berbatu dan beberapa jembatan bambu. Akhirnya tibalah di desa Cibeo, salah satu dari tiga desa yang ada di Baduy dalam.  Rumah di desa Cibeo sangat sederhana, semua terbuat dari bambu, mirip kandang ayam ini mah. Kami menginap di salah satu rumah penduduk bernama pak Jasrif. Setelah menaruh barang bawaan, kami diantar oleh menantunya laki- laki dari Pak Jasrif ke sebuah sungai untuk kencing dan membasuh muka. Oh iya, suku baduy tidak mengenal listrik, jadi selamat datang di dunia kegelapan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>20.00 Makan Malam Yang Harmoni</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami semua berkumpul bersama keluarga pak Jasfif terdiri istrinya, beberapa anak laki- laki nya yang dewasa dan balita, juga beberapa anak perempuannya yang bersembunyi di balik sekat kamar. Setelah saya lirik- lirik di sekat kamar, saya belum melihat anak perempuannya yang mungkin ada yang asoy *gelap kali ya*. Waktu itu kami menyerahkan <em>mie instant</em>, sarden dan makanan ringan untuk disantap bersama. Kami dibalas dengan suguhan minum dan rambutan. Nasi liwetnya sudah matang, langsung kami santap bersama dengan lahap beserta <em>mie instant </em>dan sarden, enaknya luar biasa *entah lapar atau doyan*. Yang biasanya saya <em>diner </em>malem minggu di <em>Sky Dining</em> Pelangi ataupun di Exelso Kemang, kali ini malming cukup di sebuah rumah bambu ditemani lilin yang semakin redup. Sejenak melupakan hirup pikuk ibukota, klakson mobil karena macet dan gemerlapan panggung hiburan dengan bermalam di Baduy dalam tanpa lampu, tanpa MP3, tanpa sinyal handphone apalagi laptop. Malam itu kami sedikit melakukan perbincangan dengan pak Jasrif yang lumayan fasih berbahasa Indonesia itu. Bahkan mendadak saya terkonclang ketika pak Jasrif tanya “eh.. itu bagaimana tentang kasus bank Century? banknya ada dimana saja”, bwahahaha ini orang gak ada teknologi gak ada tv atau koran kok tau aja kasus bank Century. Malam itu juga kami langsung melontarkan sebuah pertanyaan yang jawabannya sangat kami tunggu- tunggu “Gini lho pak, kami lihat dari Baduy luar maupun dalam kenapa ya kok orang Baduy mayoritas kulitnya putih2, merona pula. Apakah ada rahasianya pak? adakah ramuan atau kiat- kiat khusus?”. Mendadak pak Jasrif ketawa. Dijawab oleh pak Jasrif “hahaha, gak ada.. memang sudah dari sananya”, busyeeet dah jawabannya menohok. <em>Well</em>, bersama terangnya rembulan dan nyanyian jangkrik jam 9 malam kami tidur.</p>
<h2><strong><strong>Day II, Minggu 7 Februari 2010</strong></strong></h2>
<p style="text-align: left;"><strong>06.00 Menghadap Pu’un (Kepala Suku)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jam 5 pagi saya sudah bangun, pergi ke sungai ambil air wudhu. Setelah sholat, tiba- tiba kepala suku sudah di dalam rumah pak Jasrif. Dan saya mendapat giliran pertama menghadap kepala suku dan saya benar- benar tidak tau mau diapakan. Saya pun ditanya sudah menikah? saya jawab belum dengan nada kalem. Waktu itu masih pagi dan gelap, muka Pu&#8217;un kurang jelas, tapi terlihat mulutnya komat- kamit membaca mantra. Mendadak saya terkaget ketika tangan saya dipegang Pu&#8217;un dan dikasih sebuah botol menyan bau minyak nyong nyong sambil di mantrain. Astaghifurullah, saya  baru sadar ternyata banyak orang kesini sebagian besar minta jampi- jampian Pu&#8217;un. Dan ternyata barang bawaan aneh semacam kain putih dan menyan yang kami bawa dari Ciboleger saya kira buat ziarah, ternyata untuk seserahan jampi- jampian. Kalau urusan jejampian ini, saya serahkan pada kepecerayaan masing- masing deh. Karena memang kami kesana hanya bertujuan fun, refreshing, mengetahui budaya dan alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dikorek informasi mengenai anaknya Pu&#8217;un yang mirip Tora Sudiro, ternyata doi-nya sedang turun ke Baduy luar, hahahaha pasti yang cewek- cewek langsung stroke.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>07.00 Sarapan, Mandi di Sungai, Pamitan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah satu persatu mengahadap Pu&#8217;un, saatnya mandi di sungai dengan mengikuti syarat tidak boleh pakai sabun, pasta gigi dll. Airnya suegeeer *sambil berdoa supaya kulit saya bisa putih seperti orang Baduy*. Sehabis mandi eh makanan sudah matang aja, menunya seperti kemarin mie instant dan sarden. Makan pagi kali ini di depan rumah, ditemani puluhan ekor ayam. Dilanjut dengan packing dan berpamitan juga tak lupa memberi uang tip kepada rumah yang kami inapi Rp. 100rb *cring*. Selamat tinggal Baduy dalam, terimakasih pak Jasrif dan keluarga, its a memorable experience.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>08.00 Perjalanan kembali ke Ciboleger</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jalur pulang kali ini beda dengan saat berangkat ke Baduy dalam, cuma 5 jam melewati beberapa tanjakan dan hutan juga sih, tapi lebih becek dan berlumpur. Jam 11 siang kami sampai di perbatasan Baduy dalam dan luar, seketika itu langsung mengeluarkan kamera, sinyal hp juga ada *serasa kembali ke peradaban*. Di jalan kami bertemu anak Baduy dalam yang baru saja pulang dari Baduy luar dan kami coba tanya, siapa namanya ? dia menjawab &#8220;Aldy&#8221; *bwahaha, ternyata orang Baduy dalam namanya sudah keren- keren*.</p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong><a style="cursor: pointer;" href="../wp-content/uploads/2010/02/orang-baduy.jpg"><img class="size-full wp-image-1380 aligncenter" title="orang-baduy" src="../wp-content/uploads/2010/02/orang-baduy.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Caputure anak- anak Baduy. Salah satu anak yang matanya terlihat berkaca- kaca diatas ketakutan ketika saya foto, bahkan sampai menangis kenceng. Mungkin dikira setan, eh.</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>13.00 Tiba di Ciboleger, Pulang ke Jakarta</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Betis rasanya mau copot saking capeknya. Tiba di rumah pak Agus (Ciboleger) langsung minum, makan, mandi, sholat dan pamitan. Tak lupa memberi uang tempel ke Pak Agus Bule sebesar Rp.200rb *cring*. Juga kena biaya parkir mobil semalam di Ciboleger rp.  25rb*cring*. Berhubung masih sore, perjalanan pulang kami buat santai dan mampir di alun- alun Lebak istirahat dan ditraktir makan bakso oleh Aby.  Jam 8 tiba di Jakarta dan mampir beli makan di lele Lela Rp. 15rb *cring* dan dilanjut naik ojek sampai kos Rp.7rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi dan saran ini jangan dilewatkan :</strong></p>
<pre style="text-align: justify;">* Contact Person : Pak Agus Bule, 085710421217 or 0857161122124
                  (bilang saja dikasih tau amri, smoga dibantu maksimal)
* Barang bawaan yang paling wajib dibawa : jas hujan, senter, sendal gunung
* Syarat ke baduy dalam :
     - bukan WNA (bule), sudah sunat, dilarang memotret
     - dilarang menggunakan alat MCK dan bahan kimia
     - dilarang membawa gitar, mp3 atau membuat gaduh
     - berat badan proposional (dikarenakan jalur treking yang susah)
* Hindari ke baduy dalam saat Kawalu (Februari- April) dan musim hujan
* Jangan lupa bawa lilin untuk penerangan menginap di baduy dalam
* Bawalah makanan untuk dimakan bersama pemilik rumah yang diinapi di
  baduy dalam seperti : mie instant, sarden, roti dan makanan ringan
* Orang baduy tidak mengenal sendal, tidak mengenal listrik, tidak mengenal
  alat transportasi tapi mereka mengenal rupiah
* Bagaiamana jika kesana ngebackpack alias nyambung menyambung? tenang...
  Anda bisa membuka <a href="http://docs.google.com/View?id=ddbvjjbm_22dvtfntct">link itinerary ngebackpack berikut</a> yang sudah saya buat
* Laporan Biaya (untuk 6 orang)
  - Bensin mobil <span style="text-decoration: underline;">130rb</span>               : @ Rp.  21.000
  - Barang Ziarah (kain, menyan)     : @ Rp.  35.000
  - Biaya lapor Jaro <span style="text-decoration: underline;">25rb</span>            : @ Rp.   4.000
  - Uang nginap di baduy dalam <span style="text-decoration: underline;">100rb</span> : @ Rp.  17.000
  - Guide ke baduy dalam   <span style="text-decoration: underline;">200rb</span>     : @ Rp.  33.000
  - Parkir mobil 1 hari <span style="text-decoration: underline;">25rb</span>         : @ Rp.   4.000
    <strong>TOTAL                            :   Rp. 114.000</strong> (belum termasuk makan)</pre>
<p>Terimakasih kepada <em>All</em> team atas kebersamaannya. Bersyukur juga selama perjalanan <em>treking</em> ke Baduy dalam baik berangkat maupun saat pulang tidak turun hujan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lho, trus rahasianya apa ? rahasia supaya putih merona?  berikut rahasianya:<em> tinggalah bersama orang baduy sampai beberapa bulan. Hidup di tengah hutan tanpa listrik, </em><em>bersimbiosis dengan alam, </em><em>tanpa hiburan, tanpa facebook, tanpa sendal, tanpa alat transportasi, tanpa polusi, hidup sederhana, tanpa bahan kimia. </em><strong>Apakah kisanak mau ? </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/rahasia-baduy-dalam/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Backpack ke Ujung Genteng Part 2</title>
		<link>http://lathifulamri.com/backpack-to-ujung-genteng</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/backpack-to-ujung-genteng#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 19:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[backpack]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[gua sungging]]></category>

		<category><![CDATA[pantai ombak tujuh]]></category>

		<category><![CDATA[pantai pangumbahan]]></category>

		<category><![CDATA[pelepasan tukik]]></category>

		<category><![CDATA[penyu bertelur]]></category>

		<category><![CDATA[samudera hindia]]></category>

		<category><![CDATA[ujung genteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Cerita backpacker ke Ujung Genteng tidak selesai begitu saja, melanjutkan dari postingan sebelumnya postingan yang kedua ini banyak sekali kejadian- kejadian yang diluar dugaan.
15.30 Check In di Penginapan Pondok Adi
Dari Gua Sungging menuju penginapan Pondok Adi yang berada di depan persis pantai Ujung Genteng sekitar 1 jam. Tiba di penginapan cuma naruh bawaan, tanpa mandi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita backpacker ke Ujung Genteng tidak selesai begitu saja, melanjutkan dari <a href="http://lathifulamri.com/backpack-ke-ujung-genteng">postingan sebelumnya </a>postingan yang kedua ini banyak sekali kejadian- kejadian yang diluar dugaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>15.30 Check In di Penginapan Pondok Adi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Gua Sungging menuju penginapan Pondok Adi yang berada di depan persis pantai Ujung Genteng sekitar 1 jam. Tiba di penginapan cuma naruh bawaan, tanpa mandi tanpa apa kami langsung telp pak Adi yang punya penginapan, kemudian kami diketemukan dengan salah satu tour guidenya yang bernama mang Udin. Okey, oleh mang Udin kita ditawarin ojek menuju pantai pangumbahan untuk melihat pelepasan tukik. Setelah proses tawar menawar ala pasar induk, disepakati Rp.35rb *cring* PP. Eh iya sampai lupa, penginapan Pondok Adi sendiri berupa rumah panggung, bertembok kayu. Kebetulan kami menyewa yang tipe ombak tujuh, berfasilitaskan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tengah seharga Rp.400rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>16.30 Pelepasan Tukik di Pantai Pangumbahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari penginapan Pondok Adi ke pantai Pangumbahan sekitar 15 Menit menunggangi ojek. 9 sepeda motor beserta pengemudinya sudah menunggu kami di depan, terpaksa belum mandi langsung ke pantai. Jalanannya becek, menerobos semak- semak, ngepot- ngepot di pasir serrrrr&#8230;  Tiba di pantai pangumbahan, kami hampir telat. Bersyukur kami masih dapat kesempatan pelepasan tukik aka anak penyu itu :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pelepasan-tukik-pantai-pangumbahan.jpg"><img class="size-full wp-image-1233 aligncenter" title="pelepasan-tukik-pantai-pangumbahan" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pelepasan-tukik-pantai-pangumbahan.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tukik- tukik ini dilepas, bebas, berpetualang di dunia mereka sebenarnya. Konon menurut filem Ocean World 3D yang saya tonton, dari ratusan yang dilepas, hanya 1-5 saja yang selamat. Wow.. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>17.30 Berharap Sunset Pantai Pangumbahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Usai melepas tukik, saya baru sadar ternyata pantai Pangumbahan bagus banget. Ombaknya berderu- deru. Suasana pantai Pangumbahan ramai, maklum tahun baru. Mendung, maklum musim hujan. Tampaknya sang surya memang betul- betul malu terhadap kami, nyatanya dia hanya bersembunyi dibalik mendung. Tapi tetep kami tidak mati gaya, ada pasir terbentang luas kok gak dimanfaatkan, ya langsung jepret sana- jepret sini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pantai-pangumbahan.jpg"><img class="size-full wp-image-1237 aligncenter" title="pantai-pangumbahan" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pantai-pangumbahan.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Target kami di pantai Pangumbahan adalah sunsetnya, alhasil aksi mati gaya ditengah mendung lumayan bisa dijadikan oleh- oleh </em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>18.15 Balik ke Penginapan, Dodi yang malang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saking asyiknya foto loncat- loncat, gak kerasa sudah malam. Saat keluar pantai pangumbahan, kami di stop oleh petugasnya, e e e&#8230; ternyata melepas tukik tadi itu mbayar toh, kirain gratis *<em>kekekeke*</em> Rp. 5rb/orang *cring*. Rombongan ojekers berangkat, beberapa ojek lampunya tidak ada.. Lah?? nanti kalau nyungsep di pasir dan semak- semak gimana pak!! Well, adalah korban bernama Dodi Mulyana yang ternyata ojeknya mogok alias busi motor mampus ketika awal- awal meninggalkan pantai Pangumbahan. Sialnya lagi, ojek dia dibelakang sendiri dan hilang kontak. Sepertinya Dodi dan ojeknya nyangkut di semak- semak, hahaha. Ketika kami ber 8 sudah sampai penginapan, baru dapat sms dari dodi kalau ketinggalan, akhirnya bantuan dikirimkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>19.00 Makan Malam Yang Lama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">KELAPARAN, karena siangnya kami hanya makan bakso. Berhubung mengejar waktu untuk melihat penyu bertelur, kewajiban mandi kami skip dan langsung nyari makan dengan jalan kaki 1 kilometer di sebuah rumah makan, kalau gak salah namanya Bahari. Tepat di depan rumah makan ini, berjejer- jejer warung remang- remang lengkap dengan a<span style="text-decoration: line-through;">nuan</span> dan  disko- diskoannya. Walaaaaah&#8230; pantes, lha disono anginnya kuenceeng, <em>*seeer*</em>. Sambil menunggu makanan yang dipesan, kami sharing soal resolusi 2010. Gak jauh- jauh, resolusinya ya cinta, kerjaan, masa depan, jodoh dll. Tak terasa setengah jam sharing resolusi selesai, makanan belum datang. Setelah ditanya, sepertinya belum dimasak. Haah!!. Akhirnya kami siasati dengan menu yang sama, yaitu nasi goreng semua deh tanpa seafood-seafoodan. Setelah nunggu 1,5 jam akhirnya  nasi goreng datang. Dengan muka manyun kami mencoba mencicipi dan ternyata rasanya anyep kurang garam kurang bumbu. Nunggu 1,5 jam tidak sebanding dengan kualitasnya bok!!!. Okey, kami segera nyelonong pergi dengan bayar Rp. 19rb + teh manisnya *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>21.00 Penyu- Penyu itu Bertelur di Pantai Pangumbahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para tukang ojek sudah kami suruh menunggu di depan rumah makan, berangkaaaat&#8230; Eits, ojeknya bayar lagi sebesar Rp.35rb *cring*PP.  Setelah 20 menit perjalanan melewati semak- semak dan berpasir tibalah di pintu masuk pantai Pangumbahan. Dan ternyata.. rame banget bok, liburan tahun baru memang banyak dimanfaatkan para pelancong untuk melihat penyu bertelur. Tidak lupa bayar tiket masuk ke petugas, Rp. 5rb/orang *cring*. Ternyata penyu- penyu itu bertelur jam 11 malam pemirsa, jadi kami nunggu sekitar 1,5 jam. Mati gaya? tidak juga. Sedangkan para pengunjung lain yang bengong alias melamun karena  antri menunggu giliran, kami malah ketawa-ketiwi asyik sendiri. Duduk melingkar, menseting slow speed pada kamera dan menyalakan handphone sehingga terlihat silau di kamera, membuat suatu tulisan, bangun dan lain2. Serentak para anak- anak kecil itu mengerumuni kami yang asyik duduk melingkar bermain slow speed kamera, bahkan ada bapak2 dan ibu2 yang pengen tau apa yang kami asyikkan, bwahaha makanya join tim kami donk pak!!!.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/penyu-bertelur.jpg"><img class="size-full wp-image-1252 aligncenter" title="penyu-bertelur" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/penyu-bertelur.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Jenis penyu hijau ini panjang 1,5 meter dengan berat 250 kg bisa bertelur hingga 100-200 butir.</em> <em>Bermain lampu handphone dan membuat tulisan u.genteng dengan menset slow speed kamera adalah salah satu cara anti mati gaya, sembari menunggu 1,5 jam penyu bertelur</em></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya jam 11 kami medapat giliran masuk, dengan tiket sip 1 ( padahal maksudnya shift, sunda mode on).  Pantai pangumbahan ternyata terang, lha wong ada bulan di langit. Sial, ternyata penyunya gak mau bertelur di dekat- dekat pintu masuk, malah bertelur di ujung jauh. Jadinya jalan kaki 2 km, hufff. Berhubung ramai, kami gak bisa narsis- narsis di depan penyu bertelur, tapi gak papa lah. Melihat penyu bertelur sangat berkesan.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Day III</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>01.00 Balik ke Penginapan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di penginapan, gak ada yang mandi karena sudah malam. Kamar mandi cuman satu, males ngantri mending tidur, ngantuk <em>*alesyan*</em>. Paginya bangun jam 6 dan ternyata hujan deras, tidur lagi sampai jam 7.  Berhubung jam 12 harus check out, kami harus pintar- pintar memafaatkan waktu, karena berencana ke pantai Ombak Tujuh yang katanya fenomenal itu. Okey, saya langsung telp tukang ojek dan nego harga ojek menuju kesana. Awalnya si pimpinan ojeknya gak berani ngantar naik ojek, karena jalannya sulit, apalagi habis hujan. Ditawarin naik perahu saja menuju Ombak Tujuh, berhubung cuaca buruk dan ada yang gak bisa renang, kami tetep ngeyel naik ojek. Okey, tawar- menawar sudah deal, sepakat menuju pantai Ombak Tujuh dengan harga Rp.130rb *cring*. Yang lain pada sarapan nasi uduk, tapi saya masih kenyang jadi gak sarapan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>09.00 Empat Jam Offroad Menuju Pantai Ombak Tujuh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bismillah, perjalanan nekat ini dimulai! Start jam 9 dengan 9 ojek. Nomalnya perjalanan memakan waktu 1,5 jam, nyatanya? lihat saja ntar. Trip pertama kami melewati jalanan bermakadam (belum diaspal, masih batu-batu) yang cukup membuat perut mual. Kemudian dilanjut melewati kebun kelapa, licin sekali. Motor yang saya tumpangi kepleset 3 kali. Lumpur menempel semua di roda, ngepot, selip. Mang ojek yang mbonceng saya sialnya sudah agak tua, kasihan juga jatuh melulu. Ojek terus berjalan perlahan, disanggah dengan 2 kaki biar tidak jatuh, sesekali saya harus turun untuk mendorong motor yang selip. Tak ketinggalan bokong geser kanan-kiri depan-belakang. Apa iya bisa sampai tujuan kalau kondisi jalan seperti ini ?, khawatir dalam hati. Ahsudahlah, ojek kembali digeber melewati semak belukar, padang ilalang, kuburan dan genangan- genangan air. Sesekali saya bertanya ke mang ojeknya, &#8220;pak, masih jauh kah?&#8221; dan dijawab &#8221; masih seperempat nih.. tenang aja, nanti ada jalan lebih susah lagi juga belum lewat 2 sungai&#8221;, haah!!!! seperempat? masih ada yang lebih susah? ampuuun. Iya kalau motor yang kita tumpangi motor cross yang dikhususkan buat jalur offroad, lha ini motor bebek, sekali lagi bebek offroad!!. Tiba di sungai yang pertama, semua turun motor dituntun, kami saling berpegangan menyeberang sungai. Saya pikir teman- teman pada kecewa akan tripnya, eh justru mereka malah senang dan merasa tertantang. Tak diduga motor Dayat ban-nya bocor dan lepas hahaha. Untung para ojekers sudah mempesiapkan peralatan tambal ban lengkap dengan pompanya yang dibawa dari Ujung Genteng.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/jalan-menuju-pantai-ombak-tujuh.jpg"><img class="size-full wp-image-1268 aligncenter" title="jalan-menuju-pantai-ombak-tujuh" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/jalan-menuju-pantai-ombak-tujuh.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Medan yang sulit, becek dan berlumpur juga melewati semak- semak, hutan, 2 sungai, kuburan, sawah dan perkebunan kelapa mewarnai serunya aksi extream menuju pantai Ombak Tujuh</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menerobos hutan, suasana hening, rada gelap, dingin, gerimis turun. Lagi- lagi saya bertanya ke mang ojek, &#8221; bagaimana pak? masih jauh?&#8221; dijawab &#8221; masih setengah dek&#8221;. Mampus dah!!! Sudah jam 11 siang, dan harus check out jam 12 siang. Gak peduli, sudah setengah jalan kami tidak menyerah. Melanjutkan perjalanan melewati rumput- rumput ilalang, kaki beset semua. Tiba di penghujung jalan, terdengar debiran ombak. Seketika saya berteriak, &#8221; pak, apa itu pantai? itu pantai kah?&#8221; ternyata benar, kurang 1 Km lagi sampai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>13.00 Tiba di Pantai Ombak Tujuh, Surganya Peselancar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh perjuangan menuju pantai Ombak Tujuh yang katanya ombaknya tergulung sampai tujuh baris itu terbayar LUNAS. Tak usah banyak cakap, langsung saya pameri foto- fotonya :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/the-ombak-tujuh-beach.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1280" title="the-ombak-tujuh-beach" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/the-ombak-tujuh-beach.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Meski tidak bergulung- gulung sampai tujuh kali, tapi ombak di pantai ini tergolong besar hingga 4 meter. Turis luar negeri biasanya ke pantai Ombak Tujuh memang tujuannya berselencar di ombak yang menurut tukul, BOMBASTIS!!<br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pantai-ombak-tujuh.jpg"><img class="size-full wp-image-1278 aligncenter" title="pantai-ombak-tujuh" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/pantai-ombak-tujuh.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dresscode putih, sun glass, selendang pantai dan topi sudah kami siapkan untuk mempersembahkan keindahan pantai Ombak Tujuh.</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>14.30 Pengamalan extream, Rafting di Samudera Hindia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pulang dari pantai Ombak Tujuh kami kapok naik ojek dengan bebek offroadnya dan waktu tidak memungkinkan. Akhirnya disepakati pulang naik perahu motor, ya perahu motor nelayan bisa cuman 1,5 jam sampai Ujung Genteng. Untung ada signal, jadi pimpinan ojeknya nat nit nut sms para nelayan di Ujung Genteng. Perahunya sangat kecil, pas untuk kami bersembilan plus 2 orang nelayannya. Ketika kapal berangkat, apa yang terjadi ???? busyeeeet, ternyata melawan Ombak Tujuh yang 4 meter itu! saya yang duduk di depan sendiri terdiam, berpegangan erat- erat di kapal, ombaknya benar- benar gede dan kenceng. Perahu miring kanan- miring kiri bahkan nge jump ke depan. &#8220;Ya Alloh, saya belum nikah belum apa&#8221;, doa dalam hati diiringi ayat kursi.  Saya mencoba memejamkan mata ketakutan, sesekali mencoba membuka mata eh ombah datang gede dari arah kanan, mak byuuuur&#8230; Baju basah semua, hp juga basah. 1,5 jam terombang- ambing ombak di samudera hindia ini terasa lama sekali, bahkan seperti 1 abad. Masih mending rafting di sungai kalau jatuh masih dangkal, lha ini?? rafting ala samudera hindia tak terlupakan seumur hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>16.00 Tiba di Penginapan Adi, Check Out, Kelaparan<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika perahu berlabuh di pantai Ujung Genteng tepat di depan penginapan hanya 1 kata yang terucap, &#8220;Alhamdulillah&#8221; kami semua selamat. Pantai Ujung Genteng sendiri tidak terlalu bagus, kami hanya menyempatkan foto sekali dua kali dan langsung nyelonong packing. Langsung telp mang Udui selaku sopir angkot yang sudah kami kenal untuk antar ke Surade seharga 7rb/orang *cring*. Setelah check out angkot langsung berangkat dan ternyata seluruh angkutan umum dari Surade yang ke Sukabumi paling terakhir jam 17.30, angkot pun ngebuuut. Kami semua belum sempat mandi dari pagi, belum sempat makan siang bahkan saya belum makan dari pagi, sampai2 masuk angin. Bersyukur masih ada ELF pemberangkatan terakhir seharga 22rb*cring*. Berencana mencari warung makan tapi tidak bisa, ELF sudah mau berangkat. Ketika sudah di dalam ELF saya memohon ke mang kernetnya untuk diturunin sebentar beli makan dan dibungkus. Akhirnya hampir maghrib kami diturunkan di sebuah warung nasi. Sambil berlari ada pisang langsung di telen saking laparnya. Pop mie langsung disedu air, dan beli nasi + ayam Rp. 9rb *cring* semuanya dibungkus dan dimakan di mobil karena gak enak ama penumpang lainnya. Hahaha, kerasa bener backpacker gelandangannya. Oh iya, penderitaan belum berakhir. Sialnya tempat duduk saya tidak ada sandarannya, jadi 4 jam naik ELF punggung serasa bengkong!!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>20.00 Tiba Di Sukabumi,  Kehabisan Bus, Box Obat- Obatan Tertinggal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">ELF berhenti di terminal Lembur situ dan dilanjut angkot kuning lagi menuju terminal Sukabumi seharga 5rb*cring*. Tiba di terminal Sukabumi, eh ternyata bus ke jakarta sudah habis. Akhirnya kami istirahat sebentar mencari toilet sambil berpeta mulus alias tanya2. Kami beruntung, masih ada angkutan mirip ELF dengan tujuan CIAWI. Okey, langsung naik saja seharga Rp. 15rb *cring* dan ternyata setelah angkot berangkat baru sadar kalau box obat- obatan saya tertinggal di terminal Sukabumi, apes&#8230; apes. Setelah 3 jam perjalanan, tiba di Ciawi. Entah kenapa kami beruntung lagi, ada orang nawarin naik avanza dia diantar ke Depok sampai Bekasi seharga 15rb *cring* murah sekaliii. Tiba di terminal Depok langsung di jemput ayahnya Kiki naik mobil bahkan saya diantar sampai kos- kosan (Mampang), terimakasih banyaaaak. Tiba di kos jam 1 malam dan langsung pingsan&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi dan saran ini jangan dilewatkan :</strong></p>
<pre style="text-align: justify;">- Perhitungan waktu :
  * Jakarta- Sukabumi 3 jam,Sukabumi- Surade 4 jam
  * Surade- Ujung Genteng 45 menit, Ujung Genteng- Ombak Tujuh 1,5 Jam (normal)
- <strong>Untuk laporan biaya, saya buatkan halaman khusus yang bisa <a href="http://docs.google.com/View?id=ddbvjjbm_20hnmqwmf3">dibuka disini</a></strong>
- Lebih baik naik bus MGI dari Depok yang langsung ke Surade, jadi tidak
  nyambung menyambung seperti kami via Sukabumi
- Hindari musim hujan, kalau tidak mau mengalami pengalaman extream diatas
- Barang bawaan yang wajib dibawa : Jas hujan, makanan mengenyangkan,
  Pakaian secukupnya, perlengkapan sholat, perlengkapan mandi, obat- obatan
  pribadi, uang sebanyaknya karena tidak ada ATM
- Contact Person :
  * Resort Amanda Ratu,         pak  <span><strong>Donny</strong></span><span> +62 85722111365
  * Penginapan Pondok Adi,      pak  <strong>Adi</strong>   +62 8101155
  * Kalau mau sewa angkot       mang <strong>Udui</strong>  +62 85863388306

- Berpandai- pandailah tawar menawar untuk segala sesuatu dengan bahasa sunda,
  entah angkutan, ojek, makan dll
- Jangan takut masuk Gua Sungging, pokoknya kita niat tidak macam- macam disana
  melainkan menikmati keindahan di dalamnya.
-

</span></pre>
<h3><span>SALAM BACKPACKER ! </span></h3>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/backpack-to-ujung-genteng/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Backpack ke Ujung Genteng Part 1</title>
		<link>http://lathifulamri.com/backpack-ke-ujung-genteng</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/backpack-ke-ujung-genteng#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 01:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[backpack]]></category>

		<category><![CDATA[amanda ratu]]></category>

		<category><![CDATA[curug cigangsa]]></category>

		<category><![CDATA[curug cikaso]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[gua sungging]]></category>

		<category><![CDATA[tanah lot amanda ratu]]></category>

		<category><![CDATA[ujung genteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Ujung Genteng, 1- 3 Januari 2010 sebuah backpacking yang meninggalkan banyak cerita dan pengalaman untuk di share di blog ini. Selain sebagai nirwana pantai selatan, daearah yang ada di Kabupaten Sukabumi bagian selatan ini  tak ubahnya seperti surga traveller yang ditunjang dengan spot- spot wisata lain yang ada di sekitarnya.

Jalan- jalan bareng Amri kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ujung Genteng, 1- 3 Januari 2010 sebuah backpacking yang meninggalkan banyak cerita dan pengalaman untuk di share di blog ini. Selain sebagai nirwana pantai selatan, daearah yang ada di Kabupaten Sukabumi bagian selatan ini  tak ubahnya seperti surga traveller yang ditunjang dengan spot- spot wisata lain yang ada di sekitarnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/introducing-backpackers-team.jpg"><img class="size-full wp-image-1178 aligncenter" title="introducing-backpackers-team" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/introducing-backpackers-team.jpg" alt="" width="490" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jalan- jalan bareng Amri kali ini diikuti 9 orang dari berbagai kalangan diantaranya  dari pojok kiri bawah ke kanan : Novi Muharrami sang wartawan Okezone, Ratu Sya dari blogger Bekasi, Lalas Sulastri sang penikmat backpacking, Kiki Kartini Phsikolog dari UI, Reza N Sanusi (icha) sohib kongkow, Aga Wahyu sohib kongkow, Hidayat Abdullah dari Indobackpacker, Dodi Mulyana sang ketua blogger Depok dan saya sendiri sang <span style="text-decoration: line-through;">penggoda wanita</span>&#8230; tsaaah!!!</p>
<h3><strong>DAY I, 1 Januari 2010</strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>08.00 Meeting Point Pertama di Depan Giant Mampang Prapatan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mata sepet akibat shift malam, tak menyurutkan semangat saya berangkat ke Ujung Genteng. Jam 8 pagi ketemu Kiki di depan Giant Mampang kemudian jalan kaki menuju perempatan fly over Kuningan untuk cegat bus P6. Keluarlah biaya pertama untuk bus tersebut Rp.3000 *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> 09.00 Meeting Point Kedua di Depan Alfamart Jalan Baru, Kampung Rambutan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Awal kekompakan tim backpacker yang bagus, seluruh peserta datang tepat waktu jam 9 pas tidak ada yang telat satupun. Sebelum berangkat, saya sempatkan untuk membreafing dan memimpin doa supaya selamat sampai tujuan, sesuai jadwal dan itinerary juga semoga budget tidak membengkak, Amiiin. Setelah berdoa, bus patas tujuan Sukabumi yang kami cegat selama setengah jam tidak kunjung lewat. Yang lewat hanyalah bus ekonomi, itupun penumpangnya penuh dan berdiri.Kami memutuskan naik angkot menuju terminal Kampung Rambutan untuk mencari bus yang masih kosong dengan tarif angkot Rp.2000 *cring*. Masuk terminal ditodong para penjaga terminal untuk dikenai retribusi Rp.500 *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> 10.30 Menuju Sukabumi, Kesialan<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berhubung waktu sudah semakin siang,dan bus patas/AC gak kunjung ada,terpaksa kami memilih bus ekonomi. Untung di Terminal Kampung Rambutan bus masih kosong, jadi kami dapat tempat duduk. &#8220;mak jreb&#8230;&#8221;, hati yang kaget ketika melihat bus tak bermerek ini pintunya mau copot dan diikat tali tambang kedalam badan bus! Fyuuuuh.. Kaca depan bus retak- retak, bahkan kaca samping di tempat duduk saya yang terbuka itu tidak bisa ditutup! Penderitaan di dalam bus bertarif Rp.16.000 *cring* ini semakin lengkap dengan semakin banyaknya penumpang yang dipaksakan naik. Full, panas, sesak dan bau keringat dimana- mana. Berhubung saya duduk di depan sendiri, maka dihadapan saya ada sedikit ruang untuk berdiri penumpang.. Ya, betul selama 2 jam hanya melototi pantat- pantat orang yang berdiri di depan saya, sekali lagi, pantat!!!. Sopirnya sudah tua, ugal- ugalan pula. Sesekali bus berhenti di pom bensin dan ternyata&#8230;. wahai pemirsa sekalian.. ternyata mesin depan bus panas dan harus disiram air 2 ember *paraah!!.. saya dan novi ngikik sembari tepok jidat*.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/public-transportation.jpg"><img class="size-full wp-image-1180 aligncenter" title="public-transportation" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/public-transportation.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> 14.30 Tiba di Terminal Sukabumi, Makan Siang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setibanya di terminal Sukabumi, kami jalan kaki 100 meter meninggalkan terminal dan mendapatkan warung makan ajib dan enyaaak, beli sate ayam Rp.9000 *cring* ditambah jus alpukat seharga Rp.5000 *cring*. Berdasarkan informasi peta mulut (alias tanya2) kami diharuskan naik angkot warna kuning seharga  Rp.5rb *cring* menuju terminal Lembur Situ supaya bisa menuju Surade.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
15.30 Sensasi Naik ELF</strong></p>
<p style="text-align: justify;">ELF, merupakan kendaraan khas daerah Sukabumi semacam angkot tapi duduk menghadap depan. Setiba di terminal Lembur Situ kami langsung disambut calo bak selebritis, diwawancarai ini- itu &#8220;Mau kemana ? Surade? Ujung Genteng? Sini- sini.. ayo naek&#8221;. Kami sempat berantem dengan salah satu calo ELF tersebut, karena ELF yang sudah penuh tinggal 4 orang lagi, kok dipaksain untuk kami yang bersembilan, cih.. dikira kasur bisa dilipet- lipet! Akhirnya kami memilih ELF yang janggol di belakangnya seharga Rp. 27.000  *cring* melewati Surade, bahkan diturunkan langsung di depan resort Amanda Ratu. Di terminal ini saya juga beli rambutan seharga Rp.9rb *cring*. Luaaaar biasa, sepanjang perjalanan sopirnya ugal- ugalan, melewati jalan sempit, naik gunung turun gunung dan berkelok kelok. Saking kencengnya, sesekali bokong bergeser ke kanan dan kiri, badan tergoncang ke atas seperti naik kuda lengkap dengan kepala kejedot di pegangan mobil. Wahana extream DUFAN ? kalaaah.. lebih extream naik ELF ini, pantes di samping mobil tergantung plastik yang disediakan untuk <span style="text-decoration: line-through;">muntah</span>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>20.00  Bermalam di penginapan/ Resort Amanda Ratu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Resort paling bagus dan dibangun di areal perkebunan kelapa ini tempat bermalam kami. Yang namanya backpacker ya tetep backpacker, meski nginap di resort mahal ya tetep disiasati supaya murah. Hahaha, kami menyewa 1 malam dengan villa <a href="http://amandaratu.com/">tipye penyu</a> seharga Rp. 500rb *cring*  dengan 1 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi shower, AC, dan TV kecil. 1 kamar di share bersembilan donk biar murah, untung spring bed dari kasur tersebut double dua, jadi bisa buat tidur <span style="text-decoration: line-through;">rame- rame</span>.Yang lain pada antri mandi, malamnya saya dan dodi berenang di kolam renangnya yang bagus itu. Kemudian jam 21.00 makan malam di restorannya dengan menu nasi goreng ati Rp. 12rb *cring* dan lemon tea Rp. 7rb *cring* itu belum termasuk pajak service 25%.. Semuanya langsung tercengang melihat service tax semahal hotel berbintang 5 itu, ya <span style="text-decoration: line-through;">lupakan sajalah</span>! Jam 11 kami segera tidur dan mengumpulkan tenaga untuk esok hari.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/amanda-ratu-resort.jpg"><img class="size-full wp-image-1188 aligncenter" title="amanda-ratu-resort" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/amanda-ratu-resort.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Saat pagi hari di resort Amanda ratu, kita bisa melihat pemanjat pohon kelapa untuk diambil airnya yang akan di jadikan gula kelapa dan nira. Fasilitas yang disediakan di resort Amanda Ratu diantaranya restaurant, convention hall, karaoke, kolam renang, heli pad dan masjid.</em></p>
<p style="text-align: center;">
<h3><strong><strong>DAY II, 2 Januari 2010</strong></strong></h3>
<p style="text-align: left;"><strong>05.30 Berburu Sunrise di Tanah Lot Amanda Ratu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Amanda Ratu terdapat pulau kecil (pulau Karang) yang mirip Tanah Lot di Bali, yang merupakan ujung dari muara sungai Cikarang.Ya ya ya, meski gak sebagus tanah lot di Bali, setidaknya ketika sunrisenya lumayan bagus :</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/sunrise-amanda-ratu.jpg"><img class="size-full wp-image-1192 aligncenter" title="sunrise-amanda-ratu" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/sunrise-amanda-ratu.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><strong>08.00 Check Out, Menuju Curug Cikaso</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah check out, kami berjalan kaki keluar Amanda Ratu menuju jalan raya yang menghubungkan Ujung Genteng- Amanda Ratu- Surade. Disinilah kami ditakdirkan ketemu dengan sopir angkot yang baik hati bernama mang Udui. Setelah tawar- menawar akhirnya kami sepakat sewa angkot dari pagi sampai sore sesuai rencana trip kami seharian yaitu dari Amanda Ratu- Curug Cikaso- Curug Cigangsa- Goa Sungging- Ujung Genteng seharga Rp.300rb *cring* 1 angkot, kekekeke  murah sekali!!! Angkot kami berangkat diselimuti semangat para penumpangnya yang saling bercanda di dalamnya. Dari Amanda Ratu menuju Surade kemudian belok di pertigaan yang menuju curug Cikaso selama 1,5 Jam. Sebelum masuk curug Cikaso, diwajibkan naik kapal menyeberang sungai selama 5 menit seharga Rp. 6rb/ orang *cring* plus tiket masuk seharga Rp. 2rb/ orang *cring*. Sebenarnya bisa tanpa naik kapal dengan menyusuri tepi sungai melewati pematang sawah, tapi berhubung kami suka yang <span style="text-decoration: line-through;">formal-fomal</span>&#8230; ya naik perahu deh.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/curug-cikaso.jpg"><img class="size-full wp-image-1197 aligncenter" title="curug-cikaso" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/curug-cikaso.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bak Lukisan, Curug Cikaso memang luar biasa. Kombinasi dari hijaunya lumut, putihnya air dan birunya langit membuat curug yang berjejer 3 ini mempesona.</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>11.00 Menuju Curug Cigangsa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Belum sarapan pagi maupun makan siang, perjalanan dilanjutkan. Berbagai makanan ringan ternyata masih bisa mengganjal perut yang kosong. Angkot mang Udui segera di starter menuju Curug Cigangsa. Perjalanan Cikaso- Cigangsa sekitar 1 jam melewati jalan makadam berbatu dan berlobang yang merupakan proyek pemerintah yang tak kunjung selesai. Tiba di Cigangsa, angkot dititipkan salah satu rumah penduduk. Dan kami diantar ke curug Cigangsa oleh penduduk sekitar ( semacam guide ) dengan uang tip Rp.25rb *cring* karena saat musim hujan air sungai yang kami seberangi cukup deras, jadi perlu guide. Beberapa orang dari tim kami sempat kepleset, bahkan sandal Novi hanyut disungai terjun bersama air, hahaha justru inilah serunya.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/curug-cigangsa.jpg"><img class="size-full wp-image-1203 aligncenter" title="curug-cigangsa" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/curug-cigangsa.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em> Curug dengan tinggi sekitar 20 meter ini airnya deras,  licin, dihiasi bebatuan sebagai landasan air mengalir. </em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>12.30 Makan Siang </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Puas dengan curug Cigangsa, perjalanan di lanjutkan. Kami berhenti di alfamart surade untuk beli berbagai makanan ringan. DIlanjut makan siang bakso dan teh botol seharga Rp.12rb *cring*. Setelah kenyang, langsung berangkat ke gua Sungging memakan waktu 45 menit dari Surade.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>13.30 Mistis di Gua Gunung Sungging</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gua Sungging, gua yang katanya ada di gunung Sungging ini ternyata tidak terlalu gunung- gunung amat, wong letaknya aja di sawah- sawah. Angkot di parkir di sekitar rumah penduduk. Oleh mang Udui kami diketemukan dengan juru kunci Gua Sungging kalau gak salah namanya engkong Entab yang turun temurun telah mejaga gua. Busyet marusyeeet, pintu gua tersebut cuman berukuran 1&#215;1 meter dan bisa dikunci pula, seperti almari saja. Bersama 1 buah lampu petromax, rombongan kami menerobos gelapnya gua. Di dalam goa ternyata luas, licin, sedikit kerikil, becek dan berlorong- lorong. Tiba di pemberhentian pertama di lorong gua, pak Entab menunjukkan sebuah patung 2 harimau yang saling berpelukan. Adalah Kiki satu- satunya rombongan kami yang saat di goa Sungging memiliki kepekaan mengenai hal- hal gaib. Ya betul, saat pemberhentian pertama di patung 2 harimau, mendadak kiri berteriak histeris &#8221; mbak.. mbak ada mayat mbak ada mayat&#8221; &#8230;. Hah??? rombongan kami langsung merinding, karena memang selain Kiki, kami memang tidak melihat apa- apa disekitar situ. Menurut Kiki, dia melihat bapak- bapak tidur telentang di bawah patung harimau, grrrr&#8230;Kami mencoba mengalihkan perhatian Kiki supaya tidak panik dan terus melangkah menuju lorong- lorong gua yang lain. Sesekali setiap melewati belokan atau sebuah ruangan di dalam gua, pak Entab membunyikan isyarat &#8221; Ehem, ehem&#8221;.. Astaga, ini ternyata isyarat pak Entab untuk izin kepada <span style="text-decoration: line-through;">sesuatu</span> bahwa rombongan kami lewat, errrr.  Tiba disebuah batu gede mirip lidah kami berfoto- foto :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/gua-sungging.jpg"><img class="size-full wp-image-1225 aligncenter" title="gua-sungging" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2010/01/gua-sungging.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Trebuchet MS;"><span style="font-size: 10pt;"><em>Ornamen stalaktit dan stalakmit menghiasi Gua Sungging, semakin masuk ke dalam gua udara semakin pengap, keringatpun bercucuran. Gua ini masih asli dan alami, belum ada perubahan/ renovasi dari tangan manusia.</em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lampu petromax terus digiring, beberapa teman kami kepalanya kejedot atap gua yang rendah, bahkan si Aga kepleset.. Sepanjang perjalan ternyata Kiki masih dibayang- bayangi penampakan, entah yang berwujud manusia seperti orang- orangan sawah tinggi gede maupun anak kecil mirip tuyul.. Astajiiiim *<em>dilangsir cerita Kiki ketika sudah keluar gua*</em>. Sebenarnya Kiki masih bertahan dan ngotot masih bisa melanjutkan perjalanan padahal dengan kondisi ketakutan dan muka ditutupin topi, tapi kami memutuskan berhenti dan keluar gua melihat kondisi Kiki yang tidak memungkinkan. Akhirnya belum 1/4 dari total trip menelusuri Gua Sungging kami keluar gua dengan prinsip apabila salah satu diantara kami ada yang tidak memungkinkan, jangan dipaksakan dan harus segera keluar demi keselamatan bersama. Ya, inilah terasa kebersamaan kami.. <em>*tsaaah*</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sudah keluar dari gua, kami berbincang- bincang dengan pak Entab selaku juru kunci sekaligus curhat tentang kejadian- kejadian di dalam gua. Nasehat dari pak  Entab gak usah takut, memang tidak semua orang bisa melihat hal- hal gaib dst&#8230;Okey, kami berpamitan ke pak Entap tanpa ketinggalan uang tips + petromax yang sudah disepakati sebelumnya sebesar Rp.130rb *cring*.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: justify;">Well well, berhubung tulisan diatas sudah terlalu panjang, maka saya bagi kedalam 2 part. Tapi tenang, di postingan yang kedua nanti makin banyak cerita seru, anda akan merasakan  dan mengikuti bagaimana menjadi saksi hidup  pelepasan tukik, mengikuti proses penyu bertelur, perjuangan menuju pantai Ombak Tujuh sampai rafting di samudera hindia dan tak ketinggalan informasi, saran lengkap dengan perhitungan biayanya. Silahkan dibuka :</p>
<h2 class="post-title"><a href="http://lathifulamri.com/backpack-to-ujung-genteng"><blink><span style="cursor: pointer;">Backpack ke Ujung Genteng Part 2</span></blink></a></h2>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/backpack-ke-ujung-genteng/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Backpack ke Curug Cilember dan Kebun Teh</title>
		<link>http://lathifulamri.com/backpack-ke-curug-cilember-dan-kebun-teh</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/backpack-ke-curug-cilember-dan-kebun-teh#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 00:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[backpack]]></category>

		<category><![CDATA[Curug Cilember]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[kebun teh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[Tepat di hari ulang tahun saya, 12 Desember 2009 menjadi acara backpacking khusus bahkan plus -plus. Objek yang dipilih kali ini yaitu mengunjungi Curug Cilember , naik kuda di kebun teh Gunung Mas, dilanjut juga ke masjid Atta&#8217;awun Puncak. Keseluruhan tempat ada di kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Well well well, seperti biasa.. Saya perkenalkan dulu rekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tepat di hari ulang tahun saya, 12 Desember 2009 menjadi acara backpacking khusus bahkan plus -plus. Objek yang dipilih kali ini yaitu mengunjungi Curug Cilember , naik kuda di kebun teh Gunung Mas, dilanjut juga ke masjid Atta&#8217;awun Puncak. Keseluruhan tempat ada di kabupaten Bogor, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Well well well, seperti biasa.. Saya perkenalkan dulu rekan yang ikut di jalan- jalan bareng Amri kali ini. Diantaranya  Esti Sari teman dari telkom, <a href="http://www.cipuceb.blogspot.com/">Cipu Suaib Wittoeng</a> sang blogger traveller, <a href="http://dhodie.com">Dodi Mulyana</a> sang ketua blogger Depok, , <a href="http://aciteritory.co.cc/">A</a><a href="http://aciteritory.co.cc/">stri Diniyati</a> sang photografer handal, dan saya sendiri sang <span style="text-decoration: line-through;">perayu wanita</span>, jiyahaha.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/start-horse.jpg"><img class="size-full wp-image-1021 aligncenter" title="start-horse" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/start-horse.jpg" alt="" width="392" height="278" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Sabtu, 12 Desember 2009</strong></h3>
<p><strong>Jam 06.00 Meeting point pertama di depan Giant Mampang Prapatan<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pagi itu Jakarta cerah, saya dan Cipu janjian ketemu di depan Giant Mampang Prapatan. Sarapan bubur ayam Mampang sebelum berangkat, di sinilah keluar biaya pertama Rp. 6500 *cring*. Lalu berjalan kaki menuju perempatan flyover Kuningan untuk naik bis P6 Jurusan Grogol- Kampung Rambutan seharga Rp. 2rb *cring* dan berhenti di halte bus stasiun Cawang untuk bertemu Dodi dan Esti, yang mana mereka berdua berangkat dari Depok naik KRL. Then disambung naik bis 46 dari halte bus stasiun Cawang menuju daerah jalan baru di depan terminal Kampung Rambutan. Keluarlah duwit Rp. 2rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 8.30 Tiba di Jalan Baru, terminal Kampung Rambutan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Daripada lama nunggu bus- bus yang selalu ngetem di terminal Kampung Rambutan, kami memilih tempat meeting point selanjutnya di depan Alfamart Jalan Baru untuk cegat bus. Astri Diniyati atau kerap dipanggil achie sudah sejak pagi menunggu di Jalan Baru, kita pun cengir- cengir gegara telat. At least , jam 8.45 bus patas AC tujuan Cianjur via puncak yang kita tumpangi seharga Rp. 20 rb *cring* dengan tempat duduk 2-2 itu lumayan pewe dan nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 10.30 Masuk di area Mega Mendung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri kurang tau tepatnya harus turun dimana, intinya bilang dulu saja ke pak sopir  bus kalau mau ke Curung Cilember, nanti akan diturunkan di sekitar pintu masuk Mega Mendung. Setelah turun dari bis, gak usah kawatir, karena langsung disambut oleh ojek sepeda motor, dan mereka sudah tau kalau kita mau ke Cilember. Setelah proses tawar- menawar sengit, sepakat ngojek naik ke Curug Cilember seharga Rp. 15rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 10.45 Tiba di Curug Cilember</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami berpikiran untuk beli nasi bungkus sederhana yang warungnya jualan di depan pintu masuk dengan rupiah 12rb *cring* dan dimakan saat naik ke Curug Cilember. Selain itu terkucur biaya lagi untuk tiket masuk seharga Rp. 10rb *cring*. Rasa penasaran terbayar LUNAS setelah memasuki kawasan Curung Cilember. Visualisasi pesona taman wisata Curug cilember yang dihiasi jajaran pohon pinus dan cemara yang menjulang tinggi sungguh luar biasa. Lalu, apa yang kami lakukan? gak usah ditanya, yang pasti langsung foto- foto :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/curug-cilember-very-green.jpg"><img class="size-full wp-image-1032 aligncenter" title="curug-cilember-very-green" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/curug-cilember-very-green.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 11.00 Cibang- cibung dan makan siang di curug 7 dan curug 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui, total curug yang ada di Cilember ada 7 tingkat. Tingkat paling bawah diberi nama curug 7, semakin  naik tingkat, kita juga harus mendaki untuk sampai di curug paling atas ( curug 1).  Tinggal naik sedikit kita sampai ke curug 7, juga langsung naik ke curug 5 ( curug 6 terlewatkan).  Curug 7-5 ini tergolong curug bawah, gampang untuk dituju buat anda yang gak kuat hiking, juga disekitar curug tersebut masih banyak warung- warung berjejeran jualan makanan. Dan ..tereng &#8230;tereng &#8230;.reng, tiba di curug langsung cibang- cibung serayu berjerit di dalam hati &#8221; emaaaak, anakmu main di kali lagi&#8221; bwahahaha..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/curug-cilember-5-dan-7.jpg"><img class="size-full wp-image-1036 aligncenter" title="curug-cilember-5-dan-7" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/curug-cilember-5-dan-7.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 12.15 Mendaki ke Curug 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kenyang makan siang dengan nuansa alam, kami mencoba hiking menuju curug selanjutnya. Jalannya susah, sudah tidak ada orang lain yang mencoba naik selain kami berllima. selangkah demi selangkah mendaki melalui jalan setapak, berpegangan dengan akar, juga merunduk dan menerobos disela- sela pepohonan yang telah tumbang. Achie yang sedang tidak fit pun masih bertahan untuk memanjat, satu sama lain saling menyemangati. Kira- kira sudah 1,5 jam kita mendaki, belum juga ketemu yang namanya curug. Sesekali terdengar gemercik air pertanda sudah dekat, ternyata itu cuman fatamorgana. Juga tidak sedikit ditemui jalan setapak yang memiliki kemiringan hampir 70°.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/hiking-cilember.jpg"><img class="size-full wp-image-1043 aligncenter" title="hiking-cilember" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/hiking-cilember.jpg" alt="" width="290" height="337" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 15.15 Turun mencari curug terdekat ( curug 3 )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Putus asa, bisa dikatakan begitu. Selain waktu sudah semakin sore, pun tim kami yang cewek nampaknya sudah sangat lelah dan gak kuat lagi. akhirnya di putuskan turun. Ketika turun kita menjumpai pertigaan yang satu mengarah kembali ke curug 5-7, yang jalan satunya jika ke kiri terdengar suara percikan air. Kami mencoba belok kiri menuju suara itu. Oh ternyata, kami menemukan sebuah curug. Awalnya kami tidak tau ini curug berapa, tapi setelah dikorek informasi ternyata curug yang ada bambu dan semak- semaknya ini adalah curug 3. Okey okey, saatnya mengeluarkan properti untuk foto- foto ( *mumpung gak ada orang, p<span style="text-decoration: line-through;">roperti payung</span> pun dikeluarkan tanpa rasa malu*).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/fotosessioncurug3.jpg"><img class="size-full wp-image-1046 aligncenter" title="fotosessioncurug3" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/fotosessioncurug3.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Paceeet, hati- hati banyak pacet kecil- kecil di sini. Curug 3 sampai dengan curug 1 memang sarangnya pacet, jadi harus serba hati- hati dan disarankan membawa korek api untuk membakar pacet tersebut ketika menghisap darah kita. ada yang ukuran kecil sekecil cacing, ada yang seukuran jempol tangan yang mana telah menggigit kaki achie, hahaha.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 16.30 ISOMA secepat mungkin</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Puas foto session di curug 3, kami langsung turun lagi ke curug 7 yang masih ada warung- warung. Di sini kami gunakan untuk bersih- bersih, sholat, juga beli bakso dan air mineral Rp. 15rb *cring*. Saat mandi, ternyata di pusar saya ada pacet yang masih nempel dan menggigit.. jiyahahaha, ngeri juga oi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 17.15 Naik ojek menuju kebun teh Gunung Mas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah proses tawar menawar ala pasar induk, akhirnya jebol kesepakan naik ojek seharga Rp. 20rb per orang  *cring* menuju Gunung Mas. Jalanan menuju Gunung Mas/ Puncak macet cet&#8230; Untung kami memilih ojek daripada public transportation ( angkot ) jadi sedikit bisa lebih cepat menuju Gunung Mas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Jam 17.35 Berkuda- kudaan di Kebun Teh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski hampir petang, semangat terus digeber. TIba di wana wisata Gunung Mas yang memiliki hamparan kebun teh terbentang luas lengkap dengan  keperawanan alamnya. Masuk Gunung Mas seharga Rp. 4rb *cring. Hasrat tak bisa dibendung ketika melihat kuda yang memang disewakan kepada pengunjung untuk ditunggangi mengelilingi kebun teh. Naik kuda keliling kebun teh kena tarif Rp. 20rb *cring*.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/gunung-mas.jpg"><img class="size-full wp-image-1055 aligncenter" title="gunung-mas" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/12/gunung-mas.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 18.15 Nebeng mobil pic up menuju masjid Atta&#8217;awun</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meninggalkan Gunung Mas dengan perasaan puas, kami melanjutkan perjalanan menuju masjid Atta&#8217;awun, Puncak. Petang itu jalanan macet, sistem buka tutup diterapkan di jalur puncak. Jadi hanya jalur turun kebawah yang boleh lewat. Berhubung gak ada angkot yang lewat,  mendadak terplesit sebuah mobil pic up di depan kami. Tanpa pikir panjang,kami langsung nebeng dan nylonong naek, hahahaha. Sepanjang perjalanan kita malah foto- foto di mobil pic up, ini merupakan backpacker yang berkesan bagi saya. Eiiits, meski nebeng, kena tarif Rp. 2rb *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 18.45 ISOMA di Sekitar Masjid Atta&#8217;awun</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di masjid Atta&#8217;awun kami langsung sholat dan gosok- gosok minyak kayu putih biar tidak masuk angin. Kemudian makan malam di depan masjid Attaawun makan jagung bakar, nasi goreng, minum bandrek dan lain- lain. Berhubung di sini dalam rangka ulang tahun, jadi saya yang nraktir dan tidak ada perhitungan cring- cring. Eh, temen- temen pada menyanyi selamat ulang tahun!! terimakasih semuanya&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 21.15 Balik Ke Jakarta</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami naek bis bisnis AC tak bermerek dengan tujuan Cianjur - Kampung Rambutan dengan tarif Rp. 15rb *cring*. Jalur puncak masih macet, tiba di terminal Kampung Rambutan pukul 23.45. Turun dari  bis, kaki saya sulit digerakan, sakit dibagian lutut akibat salah posisi duduk saat naek pic up. Akhirnya saya paksakan naik angkot menuju perempatan pasar rebo seharga Rp.2rb *cring*, sedangkan dhodie, achie, esti tetap naek angkot tersebut menuju Depok. Berhubung kakli saya sakit, dan sangat riskan jika tengah malam naik bis kota, saya dan cipu memutuskan naik taxi menuju kuningan seharga Rp. 40rb berdua *cring*. Saya turun duluan di Mampang Prapatan dan langsung cegat ojek seharga Rp.10rrb* cring* menuju kos- kosan.  Tiba di kos jam 1 dini hari, badan pegel semua tapi puas dengan perjalanannya. Besok paginya saya berteriak- teriak karena kaki diurut.. hahahahaha</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi dan saran ini jangan dilewatkan :</strong></p>
<pre style="text-align: justify;">- Kalau mau ke Cilember/Puncak, cegat bis nya di daerah Jalan Baru saja, biar gak
  Menunggu lama bis- bis yang ngetem.
- Jika fisik tidak kuat, mending bermain di curug 7 sampai 5 saja, karena untuk
  menuju curug yang lain, medan hikingnya lumayan sulit + bawalah giude
- Berhati- hatilah banyak pacet di curug 3 sampai curug 1.Digigit pacet? jangan
  langsung dicabut, tapi bakar dulu pacetnya dengan korek api
- Jika terlanjur digigit pacet dan keluar darah, segera tempelkan hansaplas
  atau abu rokok untuk menghambat darah yang terus keluar
- Laporan keuangan :
  * Sarapan bubur ayam                                     : Rp.  6.500
  * Bis P6 ( ke cawang) dan bis 46 menuju Kampung Rambutan : Rp.  4.000
  * Bis Patas AC jurusan Kampung Rambutan - Cianjur        : Rp. 20.000
  * Ojek dari Mega Mendung- Cilember                       : Rp. 15.000
  * Makan siang ( ayam goreng )                            : Rp. 12.000
  * Tiket masuk Cilember                                   : Rp. 10.000
  * Makan bakso dan minuman                                : Rp. 12.000
  * Ojek Cilember - Gunung Mas                             : Rp. 20.000
  * Tiket masuk Gunung Mas                                 : Rp.  4.000
  * Sewa naik kuda                                         : Rp. 20.000
  * Nebeng mobil pic up menuju attaawun                    : Rp.  2.000
  * Bis Jurusan Cianjur - Kampung Rambutan (dari Attaawun) : Rp. 15.000
  * Angkot Kampung Rambutan - Pasar Rebo                   : Rp.  2.000
  * Taxi dari Pasar Rebo - Mampang Prapatan                : Rp. 20.000
  * Ojek dari Mampang Prapatan - kos                       : Rp. 10.000
                 TOTAL                                     : <span style="text-decoration: line-through;">RP. 172.500

</span></pre>
<p>Terimakasih kepada semua rekan- rekan yang ikut kali ini, ada yang mau ikut backpack lagi bulan januari?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/backpack-ke-curug-cilember-dan-kebun-teh/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Snorkeling, Sunset, Sunrise dan Trekking di Pulau Tidung</title>
		<link>http://lathifulamri.com/snorkeling-sunset-sunrise-dan-trekking-di-pulau-tidung</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/snorkeling-sunset-sunrise-dan-trekking-di-pulau-tidung#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[kepulauan seribu]]></category>

		<category><![CDATA[pulau tidung]]></category>

		<category><![CDATA[snorkeling]]></category>

		<category><![CDATA[sunrise]]></category>

		<category><![CDATA[sunset]]></category>

		<category><![CDATA[trekking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[New Paradise, begitulah beberapa traveller menyebut pulau Tidung yang katanya sih bakal menjadi destinasi favorit atau island hoppers. Nah, setelah saya buktikan kesana tanggal 10-11 Oktober 2009 kemarin, ternyata memang betul pulau terbesar di kota madya Kepulauan Seribu ini bagus dan eksotis untuk dijadikan wisata andalan.

Well, jalan- jalan bareng Amri kali ini diikuti teman- teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">New Paradise, begitulah beberapa traveller menyebut pulau Tidung yang katanya sih bakal menjadi destinasi favorit atau island hoppers. Nah, setelah saya buktikan kesana tanggal 10-11 Oktober 2009 kemarin, ternyata memang betul pulau terbesar di kota madya Kepulauan Seribu ini bagus dan eksotis untuk dijadikan wisata andalan.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Well, jalan- jalan bareng Amri kali ini diikuti teman- teman kantor only sebanyak 7 ekor,+ 1 ekor teman saya yaitu salah satu maestro blogger wisata, sebut saja <a href="http://jengjeng.matriphe.com/">Muhammad Zamroni</a> yang juga telah menyelesaikan postingannya di <a href="http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-pulau-tidung-kepulauan-seribu.html">sini</a>. Jadi jumlah rombongan kami sebanyak 8 ekor, terdiri dari 4 cowok dan 4 cewek.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa ngoceh panjang yang pasti mengurangi quota bandwidth, langsung saja saya jabarkan cerita perjalanannya lengkap dengan itinerary nya sebagai berikut :</p>
<h2 style="text-align: justify;">DAY I ( Sabtu, 10 Oktober 2009)</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 06.00 Meeting Point di Gedung Cyber</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berhubung pesertanya teman- teman kantor, jadi meeting point saya buat di depan kantor yaitu di gedung Cyber Kuningan Barat. Kecuali si Zamroni yang langsung menyusul di pelabuhan Muara Angke. Dari gedung cyber menuju pelabuhan muara angke order 2 taxi untuk 7 orang, keluar uang pertama rp. 20.000 per orang *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 06.45 Tiba di Muara Angke</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pelabuhan apaan nih, baunya kok amis dan enek dimana- mana&#8221;, gerutuan dalam hati. Ya, buat anda yang belum pernah kesini, saya sarankan tutup hidung deh.. Entah yang salah warga sekitarnya atau pemerintahnya, intinya daerah ini benar- benar bau dan lautnya hitam penuh dengan sampah. Dari Muara Angke ke pulau Tidung menggunakan kapal motor dan memakan waktu 3 jam dengan biaya rp. 33.000 *cring*. Jam 07.15  tepat kapal berangkat dengan penumpang sekitar 25 orang. Untuk menghindari mati gaya, sepanjang perjalanan kami bermain kartu UNO dari jepang itu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/penginapan2.jpg"><img class="size-full wp-image-925 aligncenter" title="penginapan" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/penginapan2.jpg" alt="" width="500" height="173" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 10.20 Tiba di Pulau Tidung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pulaunya kecil memanjang dari ujung timur ke ujung barat, pulaunya sepi dan tenang, ada dermaganya, pantainya hijau, ada sekolah, puskesmas dll. Pulau Tidung sendiri didiami lebih dari 6000 penduduk.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 11.00- 13.00 Tiba di Penginapan, Istirahat dan Makan Siang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penginapan Lima Bersaudara, begitulah pak Haji Abdul Hamid sang pemilik memberi nama. Penginapan satu- satunya yang ada di pulau Tidung ini ada 2 variasi kamar. Ada yang seharga rp. 200rb perkamar lengkap dengan 2 kasur, kulkas, kipas angin, ruang tamu dan kamar mandi dalam tapi dengan limitasi 6 orang perkamar. Pak Aji Mid ( nama popoler pak Abdul Hamid di pulau Tidung) juga menyewakan variasi berupa sewa rumah sederhana seharga rp. 300rb dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, kipas angin, ruang tamu dan diperbolehkan untuk jumlah orang unlimited. Oke, berhubung kami ingin <span style="text-decoration: line-through;">berhemat</span>, kami menyewa yang 300rb-an *cring*. Selain itu, kami mempunyai kenalan orang sana bernama pak Wardi, yang menyediakan makan, sewa sepeda, perlengkapan snorkeling, barbeque, ikan dan <span style="text-decoration: line-through;">semuanya deh</span> <img src='http://lathifulamri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Untuk makan sendiri rp. 15rb per porsi *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 13.00 - 14.30 Bersepda keliling Pulau dan Menyeberangi Jembatan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sewa sepeda yang dulunya 10rb-an per hari, sekarang naik jadi 15rb per hari *cring*. Dan kami pun star biking dari penginapan melintasi perkampungan penduduk, puskemas Tidung, polsek Tidung, SMK dan berakhir di ujung jembatan yakni jembatan penghubung antara pulau Tidung besar dan pulau Tidung kecil. Lama sekali tak bersepeda santai, saya pun meendapatkan feel dalam bersepeda tersebut, apalagi pemandangan kanan kiri pohon kelapa dan pantainya yang masih hijau, top markotop deh. Tiba di ujung jembatan, eh ternyata jembatannya rusak  parah ( under construction) tidak bisa dilewati sepeda dan hanya bisa dilewati setapak demi setapak kaki. Ujung Jembatan yang masih perbaikan sekitar 50 meter kami namai &#8220;Shirotol Mustakim&#8221; karena memang sulit untuk melewatinya. 2 Cewek dari 8 rombongan kami gugur tidak berani menyeberang. Sebenarnya ada sampan kecil untuk menyeberangi jembatan yang rusak tersebut seharga 5rb rupiah, tapi cewek- ceweknya bandel tidak berani katanya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/bersepeda.jpg"><img class="size-full wp-image-927 aligncenter" title="bersepeda" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/bersepeda.jpg" alt="" width="500" height="176" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Akhirnya  6 orang dari kami berhasil menyeberang jembatan, dan saatnya foto session. Waw, selain jembatannya yang mempunyai spot yang bagus, laut di bawah jembatan ini dangkal dan karang dan ikan- ikan kecil kelihatan dari atas jembatan. &#8220;its awesome&#8221;, hati yang memuji.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/tindung-foto-action.jpg"><img class="size-full wp-image-965 aligncenter" title="tindung-foto-action" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/tindung-foto-action.jpg" alt="" width="374" height="280" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/show-time.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-932" title="show-time" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/show-time.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 14.30 - 15.00 Trekking di pulau Tidung Kecil</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wusssh&#8230; pulau Tidung kecil keren, sepi tidak berpenghuni tapi menakjubkan. Untuk menuju pantainya yang bagus di ujung timur, kita harus melakukan jalan trekking yang awalnya jalannya masih oke dengan kiri- kanan disertai pohon pete yang menggugurkan daunnya ( kalau di Jepang pohon sakura, kalau Tidung mah pohon pete bwahaha). Kemudian jalur trekking menyusuri jalan setapak dengan membelah semak- semak,ilalang dan rumput gajah.  Di tengah jalur trekking, kami menjumpai sebuah makam lengkap dengan musholla dan juru kuncennya yang agak serem. Makam tersebut adalah makam Panglima Hitam yang menurut cerita dia adalah penakhluk pembajak laut dari melayu kemudian singgah dan menetap di Tidung kecil. Hm.. Suasa mistis dan agak merinding saat di area makam ini, apalagi disambut kucing yang mempunyai taring panjang banget itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak mau berlama- lama dalam suasana mistis, kami melanjutkan jalur trekking yang kurang sedikit lagi. Dag dig dung hati sedikit berdebar ketika melihat gubuk disertai pohon cemara yang dilihat dari sudut pandang manapun memiliki spot yang romantis *tsaaah*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 15.00 - 16.30 Cibang - Cibung di Pantai Pulau Tidung Kecil</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tepat di belakang pohon romantis yang saya ceritakan diatas, langsung terlentang pantai berpasir putih yang sangat indah. Peggi dan zamroni langsung nyelem saja, saya mah foto- foto saja. Puas foto- foto dan cibang- cibung di pantai tersebut, kami langsung ngebut untuk balik ke penginapan (pulau Tidung besar) dan mengejar suset yang ada di sebelah barat pulau.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/cibang-cibung-di-tidung.jpg"><img class="size-full wp-image-959 aligncenter" title="cibang-cibung-di-tidung" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/cibang-cibung-di-tidung.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 17.00- 18.00 Mengejar Sunset</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sepeda terus dikayuh, nafas ngos- ngosan demi mengejar sunset yang lokasinya jauh di ujung barat pulau dan jalannya susah pula. jam 17.30 tiba di bibir pantai ujung barat dan langsung menyambar kesempatan tersebut untuk jepret sana- jepret sini. Wonderfull sunset i say.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/sunset-di-tidung.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-961" title="sunset-di-tidung" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/sunset-di-tidung.jpg" alt="" width="500" height="271" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 18.00- 21.00 Balik ke Penginapan, Mandi, Makan malam, Bercandaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Puas mengejar sunset, naik sepeda menuju penginapan. Oh suasana petang tapi belum gelap saat menuju penginapan sangat tenang, dengan kiri- kanan pohon kelapa. Yang saya dapatkan dalam trip ini benar- benar suasana damai dan tenang, hilang sudah penat urusan kerjaan. Tiba di penginapan mandi dan makan malam. Menu makan malamnya beda tipis alias sama dengan makan siang yakni tongkol dan tongkol lagi. At least, gak papa tapi enak juga karena murah lengkap dengan buah semangka dan minumnya. Setelah makan malam dilanjut sedikit senda gurau terutama ngomongin pak polisi yang ngajakin nginap di kapolsek yang sepi&#8230; wew..  sekitar jam 11 malam, kami bakar- bakar i(barbeque) ikan ekor kuning oi. kita sudah pesan ke pak Wardi untuk segala perlengkapannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2 style="text-align: justify;">DAY II ( Minggu, 11 Oktober 2009)</h2>
<p><strong>Jam 05.00 - 06.00 Bangun pagi, Berharap Sunrise</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski masih capek, dan yang cewek pun gak mau diajak berburu sunrise karena alasan masih ngantuk ZzzzzZz, kami cowok- cowok berempat tetap semangat mengayuh sepeda sehabis bangun tidur untuk menuju area sunrise di ujung timur pulau Tidung besar (dekat jembatan yang rusak). Sedikit kecewa karena sang matahari enggan menampakkan wajahnya yang masih malu tertutup mendung di ujung timur sana. Ahsudahlah, kami balik ke penginapan packing dan checkout.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 06.30 - 70.30 Mandi, Makan pagi, Check out Penginapan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak usah ditebak, menu pagi pasti sama lagi&#8230; ya betul tongkol lagi. Tapi lumayan lah, kali ini buahnya ganti melon. Perlu diketahui, setelah check out kami melanjutkan itinerary inti yaitu snorkeling. Snorkeling ini sendiri tidak di pulau Tidung, tapi di pulau Karangberas dan pulau Air yang ada di dekat pulau Pramuka. Malamnya, saya nego harga dulu dengan penyedia kapal. Untung kami punya ide untuk sewa kapal bersama dengan rombongan lain ( rombongan mas dony dari coach diving indonesia) yang juga menginap di penginapannya pak aji Mid. Biaya sewa kapal yang awalnya 350rb per trip, sekarang lebih murah menjadi 500rb per trip untuk 2 rombongan, jadi akumulasinya rp. 25rb per rombongan *cring*.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 08.00- 11.00 SNORKELING TIME !!!!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba diacara inti yaitu snorkeling, kami menyewa alat snorkeling rp.20rb per set *cring* meski tanpa kaki katak kami tetap semangat. Sayang rasa disayang sayang, kami tidak punya kamera underwater untuk dokumentasi dan kemarin mau sewa pun sudah kehabisan stok. Well, no problemo tetep mengagumkan alam bawah laut ternyata. Terumbu karang masih tertata apik lengkap dengan biota lautnya. Snorkeling ini kami mengambil 2 titik, yaitu di pulau Karangberas dan pulau Air. In addition, meski lutut saya berdarah tergores karena tabrakan dengan karang, tapi pengalaman pertama snorkeling ini sungguh berkesan. You can tray it bro.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/snorkeling-di-pulau-karang-beras-dan-pramuka.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-963" title="snorkeling-di-pulau-karang-beras-dan-pramuka" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/10/snorkeling-di-pulau-karang-beras-dan-pramuka.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 11.00- 11.30 Makan Siang di Pulau Air.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Puas snorkeling, rombongan berlabuh sebentar untuk makan siang di pulau air dengan menu tongkol lagi. Menu makan siang ini sudah dibawa sejak berangkat dari pulau Tidung.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 11.30- 12.30 Tiba di Pulau Pramuka, Mandi dan Naik kapal balik ke Muara Angke</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Numpang mandi di sebuah warung di pulau Pramuka seharga rp. 2rb *cring* badan lengket sehabis snorkeling di laut lumayan berkurang. Sekitar jam jam 12.30 kapal sudah siap untuk mengantar kami balik ke Ibukota dengan biaya rp. 30rb *cring*. Penumpang kapalnya full, posisi tidak pw, tidur pun setengah- setengah. Meski berdesak- desakan, kami tetep eksis ceria dengan bermain kartu UNO.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jam 16.00 Tiba di Muara Angke</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mendekati pelabuhan Muara Angke, ombak lumayan gede. Selain itu, perut jadi mual karena awalnya melihat pantai yang bersih sekarang tiba di pesisir yang kotor dan bau amis :-&amp; . Okey, dari Muara Angke menuju Grogol naek angkot merah rp. 2rb *cring* dan disambung naek taxi menuju gedung Cyber lagi rp. 20rb *cring*. And then wellcome back Jakarta!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Info dan Saran Ini Jangan Dilewatkan :</strong></p>
<pre style="text-align: justify;">- Kapal dari Muara angke ke pulau tidung hanya 1 kali itupun pagi sekali jam 7,
  jadi harus berangkat extra pagi juga.
- Bawalah obat anti mabok dll, karena naek kapal ke pulau Tidung 3 jam.
- Bawalah kartu UNO dan kartu- kartu lain untuk mengusir mati gaya selama 3 jam
  di kapal.
- Contact Person :
  * Pemilik Penginapan ( Pak Haji Abdul Hamid/alias aji Mid) : 085888742129
  * Pak Wardi, yang menyediakan makan, alat snorkeling, penyewaan kapal, sepeda,
    perlengkapan barbeque, beli ikan, pokoknya apa saja bisa minta tolong ke pak
    Wardi dengan nomor telp : 085693565464
- Laporan Biaya ( per orang) :
  * Taxi Kuningan - Muara Angke              : Rp. 20.000
  * Kapal Muara Angke - Tidung PP            : Rp. 33.000
  * Penginapan (300rb / 8 orang)             : Rp. 37.500
  * Sewa sepeda ( dihitung 1 hari)           : Rp. 15.000
  * 4 kali makan (@15rb)                     : Rp. 60.000
  * 3 Kg ikan + perlengkapan barbeque        : Rp. 12.500/orang,total rp 100.000
  * Sewa kapal untuk snorkeling(untuk 2 grup): Rp. 31.250/orang,total 250.000
  * Alat snorkeling                          : Rp. 20.000
  * Kapal dari P. Pramuka - Muara Angke      : Rp. 30.000
  * Angkot dan taxi Muara Angke- Kuningan    : Rp. 22.000
  **TOTAL                                    = <strong>Rp. 281.250</strong>
  * tanpa taxi : rp. 250.000 ( pembulatan).
- Jangan naik taxi dari muara angke, karena tidak pakai argo,jadi naik angkot
  dulu saja menuju tempat yang ada taxi umum seperti Pluit atau Grogol.</pre>
<p>*ps, Video nya menyusul, masih proses editing. Dan thanks to peggi widianto teman sekantor saya yang ahli dalam hunting foto, juga tity anak babeh yang memberi informasi trip kesana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/snorkeling-sunset-sunrise-dan-trekking-di-pulau-tidung/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Backpack ke Dataran Tinggi Dieng</title>
		<link>http://lathifulamri.com/backpack-ke-dataran-tinggi-dieng</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/backpack-ke-dataran-tinggi-dieng#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 21:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[backpack]]></category>

		<category><![CDATA[dataran tinggi dieng]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Dinginnya menyumsum, hangatnya menyela, bahasa dewa mengawal, uapnya merona, huma agrarisnya rapih dan siluetnya pun inspiratif. Itulah Mengapa Dieng Plateau, dataran tinggi tertinggi ke-2 di dunia (2100 m) ini memiliki explorasi-explorasi wisata yang menakjubkan.
Backpackeran tanggal 14-17 Agustus ini dimeriahkan oleh artis ibukota maupun artis ibudesa. Diantaranya Dodi Mulyana yang seorang ketua blogger depok, kemudian Novi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dinginnya menyumsum, hangatnya menyela, bahasa dewa mengawal, uapnya merona, huma agrarisnya rapih dan siluetnya pun inspiratif. Itulah Mengapa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dieng_Plateau" target="_blank">Dieng Plateau</a>, dataran tinggi tertinggi ke-2 di dunia (2100 m) ini memiliki explorasi-explorasi wisata yang menakjubkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Backpackeran tanggal 14-17 Agustus ini dimeriahkan oleh artis ibukota maupun artis ibudesa. Diantaranya <a title="blognya dhodie" href="http://dhodie.com" target="_blank">Dodi Mulyana</a> yang seorang ketua <a title="komunitas blogger depok" href="http://deblogger.org/" target="_blank">blogger depok</a>, kemudian <a title="blognya novi" href="http://yoursweetpie.blogspot.com" target="_blank">Novi Muharrami</a> seorang wartawan dari <a href="http://okezone.com" target="_blank">okezone</a>, <a href="http://krisdep.blog.friendster.com/" target="_blank">Kristian Ibrahim</a> seorang PNS yang berwawasan luas, <a title="blognya aris" href="http://sunawar.com" target="_blank">Aris Sunawar</a> seorang pengusaha kaca mobil, dan saya sendiri seorang yang berprofesi dirayu cewek&#8230; bwahahahaha.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terminal Pulogadung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hari jumat tgl 14 Agustus 2009 jam 5 sore tet saya cabut dari kantor naik busway koridor Mampang- Pulogadung, keluarlah biaya pertama backpack ini Rp. 3500 *cring*. Sore itu Jakarta macet gila. Tiba di terminal Pulogadung jam 8 malam, kami langsung ditantang tawar - menawar maupun beradu pendapat dengan para calo,kenek dan preman. Setelah proses berkelit selesai, saya dan kristian memutuskan memilih bus kelas bisnis ber- AC  sit 2-3 yaitu bus DMI, jurusan Jakarta-Brebes-Purwokerto-Wonosobo. Rp. 65.000 keluar dari saku *cring*. Busnya telat, jadwalnya jam 9 eh berangkatnya jam 11 malam,cih *mengumpat dalam hati*. Tak lupa makan malam sejenak di terminal, terlemparlah uang rp. 5000 *cring* (nasi + telor + air putih).</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan naek bus, lumayan pw lah duduknya. Karena busnya sepi, jadi serasa milik kita sendiri. Jam 6 pagi saya terbangun dari tidur di dalam bus, terkonclang setelah tau masih keluar tol Cikampek. &#8220;semprul.. ini bis apa onta&#8221;, ocehan dalam hati. Pantess.. longweekend. kelaparan di bus, donat + tempe kami sikat, rp. 12.000 *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terminal Wonosobo</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sesuai jadwal sebenarnya yaitu jam 7 pagi sampai di wonosobo,sabtu Jam 1 siang bus DMI kami baru mendarat. Terminalnya sepi, rapi, bersih, aman dan nyaman. Perut yang kosong belum makan nasi selama 18 jam*akhirnya, pepatah yang bilang backpacker itu harus menderita emang benar*, sudah tak tertahankan. Warung di terminal Wonosobo menjadi idola kami yang kelaparan. Tapi enak juga sih, menetaslah rp.9000 ( nasi + telur puyuh + ampela) *cring*. Untuk menuju ke dieng, tidak bisa dari terminal wonosobo, harus naik dulu metrobus ( kayak metromini/ suttle bus) biru dan turun di setasiun dieng (masih kota wonosobo) rp 2rb *cring* dan dilanjut metrobus khusus jurusan ke dieng dan buang uang rp.10.000 *cring*.  Sepanjang perjalanan, kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Arsitektur alam ini sungguh mengagumkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/berangkat-ke-dieng.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-855" title="berangkat-ke-dieng" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/berangkat-ke-dieng.jpg" alt="" width="400" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Penginapan Lestari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 1 1/2 jam naik metrobus, jam setengah 3 sore kami sampai penginapan lestari yang sebelumnya sudah kami booking 2 kamar. Sebut saja  pak Yanto dan bu Yanto, pemilik homestay ini menyambut. *kayak reportase pemerkosaan saja..kekekeke*.  Penginapan Lestari ini menarik, bersih, berkelas tapi murah *promosi dikit*. Entah saya kejatuhan duren atau kejatuhan taik kebo, di penginapan lestari ini saya sekamar 1 bed dengan <a href="http://yoursweetpie.blogspot.com" target="_blank">Novi Muharrami</a> , satu- satunya peserta cewek *beruntunglah kamu nov..giyahahaha* sedangkan <a href="http://dhodie.com" target="_blank">Dodi</a>, <a href="http://krisdep.blog.friendster.com/">Kristian</a> dan <a href="http://sunawar.com" target="_blank">Aris</a> sekamar dengan 2 bed. Di penginapan ini, juga jual berbagai makanan,minuman dan souvenir. Saya pun tergiur beli shall warna cokelat rp. 10.000 *cring*.Tak banyak bacot, kami langsung mandi air panas di penginapan dan langsung naik mobil carry yang kami sewa beserta guidenya.</p>
<p style="text-align: left; "><strong>Telaga Warna, Batu Tulis, Patung Gajah Mada, Gua Semar, Gua Jaran dan Gua Sumur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yanto, pria usia skitar 28 tahun ini jadi sopir, guide, sekaligus merangkap jadi tukang foto *maafkan kami ya pak, mohon maaf lahir batin..kekeke*. Beli tiket Telaga Warna rp.2000 per Orang *cring*. Dengar punya dengar, Telaga Warna itu sebenarnya bisa berwarna biru dan hijau.. Namun kali ini warnanya cuman hijau, mungkin gerimis dan mendung kala itu mengusikmu wahai Telaga Warna *tsaaah*. So, apa yang kami lakukan di Telaga Warna? gak usah ditanya lagi, pastinya segala jenis gaya berfoto kami coba. Selain telaga warna, di kompleks ini juga terdapat Batu Tulis, Patung Gajahmada, bebagai macam Gua, yaitu Gua Semar, Jaran dan Sumur yang masing- masing memiliki legenda dan mitos yang bisa dibaca lengkap <a href="http://dewipuspasari.wordpress.com/2009/01/09/legenda-di-seputaran-dieng/" target="_blank">di situs ini.</a> Alhasil, kami tidak mendengarkan pak Toha (guide) menerangkan legenda tersebut, eh kita malah sibuk jepret sana- jepret sini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/telaga-warna-dan-sumur.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-857" title="telaga-warna-dan-sumur" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/telaga-warna-dan-sumur.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kawah Sikidang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jam setengah 6, pak Toha merubah haluan mobil menuju Kawah Sikidang dan kebetulan sudah rada malam, loketnya sudah tutup, jadi rp. 0 *cring*. Di  kawah ini juga ada legendanya lho. Singkat Cerita, konon dahulu kala ada ratu cantik bernama Shinta Dewi yang akan dilamar pangeran tampan dan kaya raya, bernama Kidang Garungan *sebut saja amri, hueek*. Ratu Shita pun mengajukan syarat untuk dibuatkan sumur. Saat sumur digali pangeran Kidang Garungan, Shinta dan pengawalnya berusaha menimbun sang Pangeran. Sebelum sang pangeran tertimbun, ia sempat  mengeluarkan kesaktiannya hingga sumur itu panas dan meledak- ledak dan mengutuk Ratu Shinta yaitu keturunannya kelak berambut gembel.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Makan Malam dan Sesi Sharing,Curcol di Penginapan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sehabis maghrib, mampir di warung gak berjudul. Makan ayam goreng kampung + purwaceng, minuman legndaris itu konon bisa membuat anu kita semakin anu saat anuan* kekeke, saru*. Isi dompet berkurang rp. 10rb + 7rb *cring*. Sepulang ke penginapan jam 7 malem, dinginnya serasa di kutub. Nah malamnya di penginapan ini kami sharing- sharing biografi, kerjaan, asmara, cerita lucu, cerita horor dll, seru banget dah skalian online pake netbook.  Jadi inget cerita lucu <a href="http://sunawar.com">Aris</a> tentang mobilnya yang gonta- ganti mur dan baut ituh &#8220;hahahaha&#8221;. keluar duwit 5rb *cring* untuk beli pop mie. Jam 11 malem kami tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sunrise di Gunung Cikunir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ebusyet,dingin sekali.. tanpa mandi cuman cuci muka, jam 4 pagi kami mendaki Gunung Cikunir. untuk mendaki dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, ngos- ngosan sampe atas. Disinilah sesi foto- foto menakjubkan itu dimulai :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/sunset.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-859" title="sunrise  lho" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/sunset.jpg" alt="" width="500" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Naik Bukit Melihat Telaga Warna- Telaga Pengilon dan Sarapan Pagi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Turun dari gunung cikunir jam 7 pagi,  kami naek bukit lagi untuk melihat Telaga warna dan Telaga Pengilon. Tersentak, melihat keindahan alam ini. Telaga Warna terlihat hijau, sedangkan Pengilon berwarna Coklat. Turun bukit lagi dilanjut makan mie + beli mizone disebuah warung, keluar uang rp. 12.000 *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Gatot Kaca, Candi Bima dan Museum Dieng Kaliasa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jam 9 pagi hari Minggu perjalanan dilanjut. Komplek candi-candi hindu ini tertua di Indonesia, abad ke 7 lho *mungkin saya masih jadi air seni eyang,hehehe*.  Masuk komplek Candi arjuna, Srikandi, Semar kena retribusi rp. 4000 cring*, Masuk komplek Museum Dieng, Candi Gatot Kaca, Candi Bima retribusi rp. 4000 *cring*. Di Museum selain ada candi- candi, juga diputarkan filem durasi 8 menit tentang history candi. Makan siang bakso rp. 4000 *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kawah Sileri dan Sumur Jala Tunda<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mobil yang di sopir pak Toha terus melaju. Dilanjut ke Kawah Sileri retribusi gratis. Di kawah ini kami cuman foto- foto. Kemudian tiba di Sumur Jala Tunda, satu mobil + parkir rp. 12rb *cring*.  Sumur ini punya mitos barang siapa cowok bisa lempar sampai ujung, cewek sampai setengah sumur dengan yakin maka di mudahkan keinginannya. Saya cuman sampe 75%, Dodi sampai ujung, Kristian 80%, Aris 60%, Novi 40%. Mujur lo dod. Keluar receh 3rb beli batu + 7500 beli pringgondanni (semacam pentung) *cring*.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/komplit.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-868" title="Dieng wannabe" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/komplit.jpg" alt="" width="500" height="300" /></a></p>
<pre>dari kiri atas ke kanan : telaga warna dan pengilon, musium kaliasa, telaga merdada,</pre>
<pre>komplek candi arjuna, sumur jalatunda, dan kawah sileri</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Telaga Merdada</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jam 12 siang sampai tempat ini. Telaga ini jelek dilihat dari dekat, tapi dari jauh bagus. Beda dengan saya, dari dekat bagus, dari jauh lebih bagus lagi *ckckck*. Disini cuman foto- foto adegan perang menggunakan pringgonndani.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dieng Plateau Theatre</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jam Satu siang tiba di tempat ini. Retribusinya rp.4000 *cring*. Disini nonton filem durasi 28 menit tentang keseluruhan Dieng. Konyol juga, Kristian dan <a href="http://sunawar.com">Aris</a> sepertinya tertidur di dalam ruang teater..kekekeke, padaha saya juga ngantuk pas itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/dieng-teater.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-861" title="dieng-teater" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/08/dieng-teater.jpg" alt="" width="500" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Balik Ke Jakarta</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Capek keliling, jam setengah 2 sore langsung ke penginapan, mandi, packing dan tentunya siap menerima tagihan penginapan dan sewa mobil. Saya sendiri total kamar + mobil rp. 148.000 *criiiing*. Dilanjut naik metrobus + angkot menuju alun- alun Wonosobo karena kami kehabisan duit cash. keluar duwit 12rb *cring*. Dari alun- alun langsung Ke terminal naik angkot lagi, rp 2000 *cring*. Tiba di terminal kami sudah pesen tiket bus Malino Putra, Rp. 75rb kelas bisnis AC. site 2- 3. Busnya lebih bagus daripada yg awal kami berangkat, ada toilet dan smoking room.  Berangkat dari terminal Wonosobo jam setengah 5 sore. Tiba di Lebak Bulus senin pagi jam 4, dilanjut naek P20 Tujuan Mampang. keluar duwit rp. 2rb *cring*.  Kembalilah saya menjadi karyawan swasta.. hahahaha.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Info dan saran ini jangan dilewatkan : </strong></p>
<pre>- kalau pengen naik kereta, pesen dulu jauh- jauh hari. Yang jelas gak ada kereta
  ke Wonosobo/dieng jadi transit di Solo, Jogja atau Purwokerto.
- Bis ke Wonosobo diantaranya Sinar Jaya, Malino Putra, DMI, dll . Setahu saya gak
  ada bis kelas Eksekutif ke sana.
- Penginapan Lestari :
  Harga     : rp. 125rb untuk kamar 2 bed
              rp. 75rb untuk kamar 1 bed
              rp. 250rb untuk mobil per zona wisata. total 2 zone
  fasilitas : air panas, tv, dll.
  contact   : Pak Yanto, (0281)3342026 \ 085228272404
- Pasti banyak yang bertanya soal biaya,karena memang paling krusial.
  total biaya gak sampe diatas rp.<span style="text-decoration: line-through;"><strong>500.000</strong></span> kok dari Jakarta.</pre>
<pre>- Bawalah jaket ekstra tebal jika mau ke Dieng, uang cash yang banyak</pre>
<pre>  karena disana tidak ada ATM.</pre>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/backpack-ke-dataran-tinggi-dieng/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Sunda Kelapa Harbour and Kota Intan Bridge</title>
		<link>http://lathifulamri.com/the-sunda-kelapa-harbour-and-kota-intan-bridge</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/the-sunda-kelapa-harbour-and-kota-intan-bridge#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 16:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[harbour]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[kota intan]]></category>

		<category><![CDATA[sunda kelapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Weekend kurang planing? tinggal di Jakarta tapi bingung mau kemana? pengen jalan- jalan yang dekat dan biaya murah? atau pengen tempat yang romantis ? hm.. tak perlu pusing,tak perlu bingung, tak perlu jebol tabungan dan tak perlu ngutang sana ngutang sini.. Mungkin anda bisa mencoba pelabuhan Sunda Kelapa dan jembatan Kota intan sebagai alternatif pilihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Weekend kurang planing? tinggal di Jakarta tapi bingung mau kemana? pengen jalan- jalan yang dekat dan biaya murah? atau pengen tempat yang romantis ? hm.. tak perlu pusing,tak perlu bingung, tak perlu jebol tabungan dan tak perlu ngutang sana ngutang sini.. Mungkin anda bisa mencoba pelabuhan Sunda Kelapa dan jembatan Kota intan sebagai alternatif pilihan anda.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Pelabuhan Sunda Kelapa</h3>
<h3 style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/sunda-kelapa.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-764" title="sunda-kelapa" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/sunda-kelapa.jpg" alt="" width="500" height="204" /></a></h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/me-sunda-kelapa.jpg"></a>Singkat cerita, dulunya sih ini (abad 12) merupakan pelabuhan kerajaan sunda yang ibukotanya pajajaran. Kemudian direbut belanda dan diberi nama Batavia. Berhubung ceritanya panjang dan bertele-tele tentang sejarahnya, anda bisa membuka link <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa">disini</a> dan <a href="http://www.wisatamelayu.com/id/object.php?a=b1JvL3FMZVZBUkU4Ng%3D%3D=&amp;nav=cat">disana.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Bertolak dari sejarah, saat ini pelabuhan sunda kelapa hanya dijadikan singgah kapal-kapal dari kalimantan maupun sumatra yang mengangkut kayu dan tidak sedikit juga kapal-kapal nelayan tradisional yang berlabuh disini. Berikut informasi yang bisa anda dapatkan :</p>
<p>Fasilitas Utama<br />
Lokasi : Sunda Kelapa, DKI Jakarta<br />
Letak : 06 06/ 30&#8243; LS, 106 07/ 50&#8243; BT<br />
Luas Lahan : 50,8 Ha</p>
<p>Fasilitas Pelayanan Kapal<br />
Panjang Dermaga : 3.005,5 m<br />
Kedalaman Alur : -4 mLWS<br />
Kedalaman Kolam : -4 mLWS</p>
<p>Fasilitas Pelayanan Barang<br />
Lapangan Penumpukan : 37.512 m2<br />
Gudang : 8.305,75 m2</p>
<p>Alamat : Jl.Maritim No.8 Sunda Kelapa 14430<br />
Telpon : 021.6928888<br />
Propinsi : DKI Jakarta</p>
<h3 style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/me-sunda-kelapa.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-767" title="me-sunda-kelapa" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/me-sunda-kelapa.jpg" alt="" width="186" height="232" /></a></h3>
<h3 style="text-align: justify;">Jembatan Kota Intan</h3>
<p style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Jembatan Kota Intan merupakan  peninggalan Belanda dibangun tahun 1628, menghubungkan sisi Timur dan Barat Kota Intan di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta Utara yang akan berhilir ke pelabukan sunda kelapa. Jembatan ini terdapat pengukit untuk menaikkan sisi tengahnya, sehingga jembatan bisa dibelah menjadi dua. Seiring bertambahnya waktu, kayu- kayu yang merupakan komponen dasar jembatan ini semakin tua dan semakin rapuh.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan siang hari, suasa jembatan kota intan di malam hari sangatlah romantis. Betapa tidak, disetiap sudut jembatan ini terpasang lampu- lampu warna warni yang cocok untuk anda berdua-duan.. Eitss..saya tidak mempersuasif pembaca lho ya, saya cuma menyarankan <img src='http://lathifulamri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/kota-intan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-770" title="kota-intan" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/kota-intan.jpg" alt="" width="499" height="141" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Masalah biaya dan transport ke sunda kelapa dan kota intan? ah itu mah gampang dan murah. Untuk lokasi detail pelabuhan sunda kelapa, bisa dilihat via google maps <a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=id&amp;geocode=&amp;q=sunda+kelapa&amp;sll=-6.127541,106.813717&amp;sspn=0.012289,0.027509&amp;ie=UTF8&amp;ll=-6.121481,106.811056&amp;spn=0.012289,0.027509&amp;z=15">disini</a> dan untuk kota intan <a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=id&amp;geocode=&amp;q=jembatan+kota+intan&amp;sll=-6.126346,106.814747&amp;sspn=0.012289,0.027509&amp;ie=UTF8&amp;ll=-6.127541,106.813717&amp;spn=0.012289,0.027509&amp;z=15">disini.</a> Dan untuk menuju lokasi pun sangat mudah :</p>
<p style="text-align: justify;">Ke Kota Intan : dari arah blok M (jakarta Selatan) bisa naik busway turun di halte kota. Dari halte kota tinggal jalan kaki saja menuju kota intan, tapi kalau tidak mau capek bisa naik bajaj ataupun ojek sepeda. Ataupun naik metromini nomor 02 turun di terminal kota tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Ke sunda Kelapa : sama seperti ke kota intan, tapi naik bajaj/ojek sepeda nya turun di pelabuhan sunda kelapa. Ataupun bisa naik angkutan nomor 02 turun di pasar ikan, tinggal jalan kaki deh.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Baiklah, cukup disini jalan- jalan bareng amri kali ini. Sampai jumpa di upcoming event selanjutnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (bye).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/the-sunda-kelapa-harbour-and-kota-intan-bridge/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anyer !!! What a Wonderfull</title>
		<link>http://lathifulamri.com/anyer-what-a-wonderfull</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/anyer-what-a-wonderfull#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 13:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[Anyer]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[sunset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[
Wangi angin tertiup berayun sepoi-sepoi, rintihan ombak mencerca pori- pori pantai, rayuan pohon kelapa pun berbisik &#8220;Selamat datang di pantai anyer!!!&#8221;.
Pantai Anyer, pantai yang berada di propinsi banten ini tepat menghadap barat mengarah ke anak gunung krakatau sudah tidak diragukan lagi keindahan alamnya berupa sunset yang sungguh luar biasa. Di jalan- jalan bareng amri kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/terbang-di-anyer.jpg"><img class="size-full wp-image-725 alignright" title="terbang-di-anyer" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/terbang-di-anyer.jpg" alt="" width="400" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Wangi angin tertiup berayun sepoi-sepoi, rintihan ombak mencerca pori- pori pantai, rayuan pohon kelapa pun berbisik &#8220;Selamat datang di pantai anyer!!!&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Anyer, pantai yang berada di propinsi banten ini tepat menghadap barat mengarah ke anak gunung krakatau sudah tidak diragukan lagi keindahan alamnya berupa sunset yang sungguh luar biasa. Di jalan- jalan bareng amri kali ini, akan di ceritakan tentang perjalanan ke pantai anyer bersama rombongan pluker, menginap satu malam di sebuah cottage bernama ANCOT (Anyer Cottage). Mau tau ceritanya ???</p>
<p style="text-align: justify;">Tas ransel sudah terpacking dengan rapihnya, persiapan apapun sudah disiapkan maka rombongan pada sabtu pagi berkumpul di Planet Hollywood Gatot Subroto. bergerak dengan 2 mobil rombongan pun berangkat dari jakarta pukul 10.00 WIB.Tak perlu berlama-lama, sesampainya di Pantai sekitar pukul 13.00 WIB seluruh barang bawaan di rapikan di dalam Cottage yang akan kami tinggali selama semalam dan dilanjut dengan sesi berfoto-foto.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak cukup berfoto-foto hanya di bibir pantai, yang asyik lagi adalah bermain-main air, berenang, bermain bersama ombak, bermain pasir dan lain-lain. Di pantai anyer sendiri, ditawarkan berbagai wahana air berupa banana boat, dan penyewaan selancar. seluruh rangkaian have fun pun dilanjut dengan datangnya siluet sunset di pantai anyer.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/main-foto.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-731" title="main-foto" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/main-foto.jpg" alt="" width="500" height="275" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Trus trus trus masalah biaya gimana ?? tenang.. berikut informasinya yang bisa dijadikan acuan jika pembaca pengen sekali ke pantai anyer :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akomodasi umum :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">cottage                                           Rp. 2.300.000/ malam</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">fasilitas dalam : 4 kamar ber AC, 2 lantai, 2 kamar mandi, 1 kulkas dan fasilitas luar : Kolam Renang, Coffee shop, Bar, Karaoke, Toko Obat, Laundry, Pijat Tradisional   (khusus pesanan), Billiard.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/anyercottage.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-743" title="anyercottage" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/06/anyercottage.jpg" alt="" width="154" height="102" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">makan Rp.  15.000 / orang x 4 kali makan = Rp 60.000<br />
Bensin Rp 250.000 (mobil)</p>
<p>Banana Boat Rp. 250.000 untuk 6 orang<br />
Papan selancar Rp. 10.000 / jam</p>
<p><strong>Dan berikut biaya akomodasi perhitungan :</strong></p>
<p>disarankan, jika mau menginap ke pantai anyer dan jika akan menyewa satu cottage minimal 16 orang. Karena anyer cottage mempunyai 4 kamar sehingga per kamar bisa dipakai untuk 4 orang. Selain itu jika 16 peserta bisa dibagi dalam 2 mobil.</p>
<p>cottage                                           Rp. 2.300.000<br />
makan Rp.  15.000 X 16 X 4           Rp.    960.000<br />
Bensin Rp 250.000 X 2                   Rp.     500.000<br />
total Rp. 3.760.000 : 16 orang = per Rp. 235.000 bisa dibulatkan menjadi Rp.250.000 perorang, dengan asumsi untuk stok makanan, minuman obat-obatan dll.</p>
<p><strong>Dan berikut informasi Anyer Cottage :</strong></p>
<p><strong>Alamat</strong><br />
Jl. Raya Karang Bolong<br />
Cikoneng<br />
Anyer<br />
Tel : 0254 - 60 1556, 60 1557, 60 1559<br />
Faks : 0254  - 60 1558</p>
<p>hm.. cerita suasana sudah, sharing dokumentasi sudah, menginformasikan biaya juga sudah. Baiklah, sampai jumpa di jalan-jalan bareng amri di postingan selanjutnya yang tentunya lebih heboh dan dahsyat lagi. eh iya, jangan lupa kalau jalan-jalan selalu bawa silverqueen, karena coklat memang romantis jika dimakan di tepi pantai. See yaa <img src='http://lathifulamri.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/anyer-what-a-wonderfull/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah Ke Dufan, Ancol, Ragunan, Kota tua sampai Pantai Mutiara</title>
		<link>http://lathifulamri.com/sudah-ke-dufan-ancol-ragunan-kota-tua-sampai-pantai-mutiara</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/sudah-ke-dufan-ancol-ragunan-kota-tua-sampai-pantai-mutiara#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 06:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[Ancol]]></category>

		<category><![CDATA[Dufan]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta kota tua]]></category>

		<category><![CDATA[Pantai Mutiara]]></category>

		<category><![CDATA[Ragunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Bukan hanya kota yang terkenal macet dan kumuh.Tapi sebenarnya memiliki eksotika yang menarik. Lepas dari rutunitas kerja, dihari sabtu dan minggu memang waktunya berlibur. Nah, di lathifulamri.com kali ini telah mengunjungi beberapa tempat yang asyik dan menarik untuk mengisi liburan. Berikut  sedikit ulasan tempat- tempat yang pernah saya kunjungi  :
1. DUFAN
Jakarta memang patut berbangga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta, Bukan hanya kota yang terkenal macet dan kumuh.Tapi sebenarnya memiliki eksotika yang menarik. Lepas dari rutunitas kerja, dihari sabtu dan minggu memang waktunya berlibur. Nah, di lathifulamri.com kali ini telah mengunjungi beberapa tempat yang asyik dan menarik untuk mengisi liburan. Berikut  sedikit ulasan tempat- tempat yang pernah saya kunjungi  :</p>
<p style="text-align: justify;">1. DUFAN<br />
Jakarta memang patut berbangga, kawasan yang berada di taman inpian jaya ancol ini memiliki tempat hiburan yang berkelas dijajaran international dengan dufannya. Dan tentunya kalau cerita tentang dufan gak akan ada habisnya. Mulai dari wahana pemacu adrenalin, wahana basah, wahana pertunjukkan, wahana pendidikan dan keluarga, wahana pengetahuan dan wahana yang menarik laiinnya. Dan diantara banyak permainan yang disuguhkan, yang paling berkesan adalah Tornado dan halilintar. Oke, sudahkah anda ke dufan?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/04/tornado-dunia-fantasi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-699" title="tornado-dunia-fantasi" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/04/tornado-dunia-fantasi.jpg" alt="" width="192" height="131" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">2. Pantai Ancol</p>
<p style="text-align: justify;">Masih Dalam satu kawasan di taman inpian jaya ancol, pantai ancol juga menyuguhkan banyak wahana. diantaranya perahu layar, kedai makan, penyewaan tenda dan tikar, speed boat dll. Meski pantainya bisa dikatakan kotor, tapi lumayanlah daripada suntuk di kantor <img src='http://lathifulamri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">3. kebun Binatang Ragunan</p>
<p style="text-align: justify;">Semua orang pasti sudah dengar tentang ragunan yang berada di jakarta selatan ini, tempat yang menyimpan banyak satwa jinak,liar maupun langka. Selain satwa, disini juga disediakan fasilatas lain seperti bersepeda, outbound,penyewaan tikar dan tempat makan-makan. Meski tergolong tempat rekreasi anak TK, ragunan juga cukup memuaskan buat anda yang pengen refreshing di tengah kota.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Kota Tua Jakarta</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang dijelaskan di <a href="http://lathifulamri.com/kota-tua-jakarta">posting sebelumnya </a>kota tua di daerah jakarta barat, tepatnya di dekat setasiun kota tua juga salah satu wisata di jakarta yang patut di kunjungi. Disini juga banyak bule-bule yang berkunjung. Termasuk saya, bule dari jawa timur .. hahahaha</p>
<p style="text-align: justify;">5. Pantai Mutiara</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pantai yang satu ini merupakan pantai buatan yang berada di utara pluit, tepatnya di perumahan mewah pantai mutiara. Seluruh bibir pantai di design sedemikianrupa, sehingga nyaman untuk duduk-duduk dan bersantai dengan keluarga dikala waktu libur. Pantai ini menghadap barat, sehingga cocok untuk melihat sunset yang lumayan bagus lah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/04/mutiara.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-705" title="mutiara" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/04/mutiara-300x300.jpg" alt="" width="205" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">oke, kita lanjut lain waktu, see you next time. say no to drug and say no to free sex <img src='http://lathifulamri.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/sudah-ke-dufan-ancol-ragunan-kota-tua-sampai-pantai-mutiara/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ampun, Saya Bukan Teroris</title>
		<link>http://lathifulamri.com/paint-ball-outbond</link>
		<comments>http://lathifulamri.com/paint-ball-outbond#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 14:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lathiful amri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Road the Trip]]></category>

		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[outbond]]></category>

		<category><![CDATA[paint ball]]></category>

		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>

		<category><![CDATA[riau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lathifulamri.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Tidak kalah menegangkan dengan daerah Iraq,Afganistan dan Gaza, di Indonesia pun terjadi penyandraan dan baku hantam yang ditujukan untuk teroris. Peluru demi peluru dimuntahkan dari mulut senapan berjenis paint gun. Suara  hantaman terdengar dimana-mana. Tidak ada satu tempat pun yang bisa menjadi persembunyian yang aman,sebab seluruh penjuru sudah dikepung oleh tentara.

Ya, betul sekali. Gambaran &#8220;LEBAY&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Tidak kalah menegangkan dengan daerah Iraq,Afganistan dan Gaza, di Indonesia pun terjadi penyandraan dan baku hantam yang ditujukan untuk teroris. Peluru demi peluru dimuntahkan dari mulut senapan berjenis paint gun. Suara  hantaman terdengar dimana-mana. Tidak ada satu tempat pun yang bisa menjadi persembunyian yang aman,sebab seluruh penjuru sudah dikepung oleh tentara.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/disergap.jpg"><img class="size-medium wp-image-650 alignright" title="disergap" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/disergap-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ya, betul sekali. Gambaran &#8220;LEBAY&#8221; diatas bisa dijelaskan tentang liburan tanggal 10 Maret 2009, Tepatnya di TRUST ADVANTURE di Simpang Tiga Lanut,Jl KH.Nasution no.27 kota Pekanbaru. Dan lebih tepatnya lagi mencoba wahana yang lumayan menantang dan memacu adrenalin, yakni &#8221; Play Paint Ball&#8221;, permainan baku tembak buatan menggunakan pain gun dengan bulatan peluru terbuat dari cat air.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/lokasi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-653" title="lokasi" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/lokasi-300x125.jpg" alt="" width="300" height="125" /></a></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Paint Ball merupakan permainan tembak-menembak yang di setting beregu dengan sebutan tim abu-abu (Police) dan tim hijau (teroris).Tentunya sangat asing sekali permainan ini bagi yang belum pernah bermain sebelumnya, *termasuk saya sendiri*.Untuk bermain Paint Ball, diperlukan beberapa peralatan dan seragam untuk keamanan saat bermain, berikut nama-nama alat dan perlengkapan yang digunakan beserta fungsinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>1. Rompi/keflar :</strong> biar tambah capek, menarik, gagah dan melindungi tubuh bagian dada,perut dan punggung saat terkena tembakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>2. Google/masker : </strong>Tentunya ini bukan search engine yang dikenal para maniak dunia maya, melainkan masker pelindung muka bagi orang-orang yang mukanya jelek *menyindir yang mbaca artikel ini*.. haha, google ini memang sangat berfungsi untuk keamanan daerah vital yakni sekeliling wajah. Karena jika peluru cat air itu bisa menyebabkan kebutaan jika mengenai mata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>3. Paint gan dan peluru cat air : </strong>Merupakan senapan yang mempunyai berat sekitar 2 KG ramping dan mempunyai peluru dengan berbahan cat air berwarna orange.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>4. Kartu id :</strong> Jika permainan sedang berlangsung dan kehabisan peluru, kartu id yang telah diset pernama pemain ini berfungsi untuk mereload/isi ulang peluru saat baku hantam di lapangan permainan.</p>
<div id="attachment_682" class="wp-caption alignnone" style="width: 211px"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/peralatan.jpg"><img class="size-medium wp-image-682" title="peralatan" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/peralatan-300x150.jpg" alt="" width="201" height="86" /></a><p class="wp-caption-text">Google/masker          dan  Paint gun</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selain perlengkapan diatas, berbagai aturan main yang harus diikuti oleh setiap pemain,*dijelaskan pak instrukur*:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="text-align: justify;">1. Dilarang membuka Google/masker di dalam Arena, &#8221; yang wajahnya berantakan gak usah pakai google&#8221;<br />
2. Dilarang menembak dalam jarak 5 meter, &#8221; jelaslah &#8221;<br />
3. Dilarang membanting senjata, &#8220;nah, banting saja teman satu timnya, kalau perlu banting sekalian instrukturnya&#8221;<br />
4. Dilarang memungut peluru yang jatuh, &#8220;biasanya malah memunguti sampah&#8221;<br />
5. Pemain dilarang menembak-nembak bukan sasarannya, &#8220;wow, seperti alat kelamin&#8230;bisa mandul nantinya&#8221;<br />
6. Dilarang berkata-kata kotor, &#8221; oh.. apa seperti <span style="text-decoration: line-through;">dancok,asu,gatel,anjing,kecoak,wedus</span> dll ??&#8221;<br />
7. Pemain yang dinyatakan tertembak mati yaitu : pemain yang tertembak di atas 5 menit pertama,&#8221; jika ada yang mati, tembak terus&#8230;biar kapok&#8221;<br />
8.Pemain yang kehabisan peluru, cepat-cepat angkat senjata sambil teriak habis/reload, &#8221; tolong!!! tolong!!!&#8221;<br />
9. Dilarang keras wanita hamil dan pengidap penyakit jantung mengikuti permainan ini, &#8220;Alhamdulillah, saya punya penyakit ayan diperbolehkan main&#8221;<br />
10. Anak-anak dibawah umur 13 tahun dilarang ikut permainan ini, &#8220;tenang, sudah 19 tahun kok&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saya pun diperlakukan layaknya teroris seperti gambar dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/teroris1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-684" title="teroris1" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/teroris1-300x283.jpg" alt="" width="300" height="283" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, apa manfaat yang didapat dari sana?? yang jelas banyak sekali. Diantaranya seru, asyik,kekompakan,capek, pegel, kotor, mandi keringat, dompet menipis karena bisa dibilang mahal sekali &#8220;150 ribu dengan permainan 2 x 20 menit dan 80 peluru&#8221; busyet dah.. Tapi tenang, meski capek dan miskin mendadak, saya punya keuntungan yang sangat besar.. Yakni dipeluk mbak instruktur yang cantik, gambar dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/dipeluki.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-686" title="dipeluki" src="http://lathifulamri.com/wp-content/uploads/2009/03/dipeluki-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Cukuplah sharing cerita kali di Pekanbaru kali ini, see you latter and say no to drug,no free sex !</p>
<p style="text-align: justify;">
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lathifulamri.com/paint-ball-outbond/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
