Inikah Tempat Wisataku di Jakarta ?
Walau dunia tak seindah surga, itulah yang ada dibenak sobat kecil ini ketika menatap lingkungan mereka yang memang suatu ekosistem yang tidak layak untuk dijadikan oleh sobat kecil ini bermain seperti halnya anak- anak yang kehidupannya jauh lebih baik daripada mereka.
Berada di lingkungan kumuh memang bukan cita-cita mereka, bukan juga impian mereka untuk menatap masa depan. Akantetapi justru lingkungan inilah yang memaksa mereka untuk tetap bisa bermain, meski yang mereka lihat adalah tumpukan sampah laut di lingkungan mereka.

“kami memang miskin, kami memang orang tidak punya dan orang yang terbelakang” suasana hati anak kampung Muarabaru, Jakarta Utara ini. Tapi kami tetap bisa bermain,dan bercanda dengan anak lainya.
Inilah gambar yang diambil langsung di Muarabaru ketika sobat kecil kita asyik bermain sepak bola walaupun media mereka hanyalah tanah sempit yang dikelilingi tumpukan sampah dan perahu bekas yang bisa dijadikan main petak umpet.
Hari jumat 21 November 2008, tepat H-1 pestablogger 2008 saya langsung bergegas ke kampung muara baru untuk melihat,menceritakan,menginformasikan dan menvisualkan dalam media internet tentang kehidupan sobat kecil ini yang penuh semangat berbalutkan lingkungan yang kurang mendukung.
Bukan tujuan untuk mengeksploitasi suatu objek, akan tetapi untuk menyampaikan dan menginformasikan apa yang sedang dialami dan dirasakan sobat kita yang jauh di pinggiran kota metropolitan Jakarta.
Impian sobat kecil kita adalah bagaimana lingkungan mereka bisa menjadi bersih tanpa sampah, tanpa penyakit dan tentunya nyaman sebagai tempat tinggal maupun tempat bermain.
Menatap masa depan dengan penuh semangat dan penuh harapan sesuai cita- cita semoga bisa didengarkan oleh publik, terutama pemerintah dan masyarakat ( suara kecil dari sobat kecil kami, anak kampung Muarabaru, Jakarta Utara).
Tak luput peran serta masyarat, LSM, media masa, dunia internet dan blogger untuk menjadi sebuah sarana bagi sobat kecil ini untuk berbagi cerita dan perasaan sehingga apa yang mereka alami dapat diketahui dan dirasakan orang lain.
Artikel dan foto ini merupakan orisinalitas dari lathifulamri.com, yang diliput dan ditulis H-1 sebelum pestablogger 2008,sehingga dapat dijadikan referensi dan wacana bersama. Thanks



saya titip absen Pesta Blogger 2008
[Reply]
numpang nyoba gravatar
:)) hagzhagzhagzz
[Reply]
permisi.. numpang nyoba gravatar am..
huwahuwahuwaahha
[Reply]
monggo
[Reply]
saya absenkan mas
[Reply]
Iya, Pak, maka dari ini dpt menjadi motivasi bagi kita utk tetap bisa bertahan hidup. Lah wong mereka yg hidup begitu saja jarang mengeluh, seharusnya kita juga.
Oya, pake IntenseDebate ini lemot ya nulis komen di kompiku. Tapi, kali ini tdk selemot ketika ninggalin komen di blog Pak Jauhari…
[Reply]
betul.. kita harus menyonto mereka…
lemot?
wah saran yang bagus.. dihapus aja enaknya?
[Reply]
iya., betul… pemerintah sebenarnya sudah tak henti2 nya mencanangkan program bersih2 sungai dll,
tapi kesadaran masyarakat nya yang kurang.. masih saja buang sampah di sungai..
thanks sudah kunjung
[Reply]
yah begitulah jakarta.. tengah kota dibilang city of lights, ke ujung2nya city of garbages..
tapi mau diapain lagi.. toh mereka sendiri terkadang ga ngerawat tempat tinggal mereka dan malah ikut2an buang sampah disana.. siapa yg mau disalahin coba??
[Reply]