Pulau Kayu Angin dan Pulau Tidung
Sea, sand, sun and salt.. Kali ini saya akan membuat iri setengah mati bagi para pembaca blog ini. Semuanya ada, semuanya lengkap. Mulai dari Pantainya, spot- spotnya, kekompakan tim, pengalamannya, ceritanya dan tak ketinggalan keuangannya.
Jalan- Jalan bareng Amri maret ini diikuti 11 orang dari berbagai daerah, diantaranya Andri dari Depok, Ria dari Bekasi, Adhi dari Balikpapan, Putri dari Depok, Yayuk dari Pamulang, Sandy dari Kelapa Gading, Septi dari Tangerang, Jody dari Pulomas, Ama dari Cawang dan saya sendiri dari Jepang *boong banget*. Sebenernya yang ikut 15 orang, 2 orang cancel di hari H, 2 orang telat saat kapal sudah berangkat dari Muara angke.
Day I, Sabtu 13 Maret 2010
06.00 Meeting Point di depan Gedung Cyber
Sembilan orang kumpul di depan lobby gedung Cyber, satu orang cegat di pluit, dua orang langsung ketemu di Muara angke, pokoknya serasa memberangkatkan rombongan haji. Dari Cyber- Muara angke keluar biaya pertama naik taxi Rp. 20 rb/ orang *cring*.
07.00 Tiba di Pelabuhan Muara angke, kepanikan itu…
Tiba di Muara angke langsung kaget melihat kapal tujuan pulau Tidung penuh. Sekitar 125 orang dipaksa naik dalam 1 kapal. Nyawa nomor sekian, yang penting sampai tujuan. Kepanikan melanda ketika jangkar kapal sudah dilepas, tapi 3 teman saya belum sampai juga. Saya sempat memohon ke nahkoda supaya kapal jangan diberangkatkan dulu. Detik- detik terakhir Septi tiba, sedangkan Zamroni dan Devy tertinggal. Lain kali bikin meeting point habis subuh deh, biar aman hehehe. Kapal berangkat, jangan mengharapkan PW alias posisi wenak, selonjor saja susah. Lagi- lagi Kartu UNO menyelamatkan kami dari mati gaya. Hampir seluruh penumpang bengong, tidur, ada yang sok pencet- pencet hp tapi tim kami asyik sendiri main kartu UNO. Oh iya, harga tiket kapal ke pulau Tidung sebesar 35rb/ orang *cring*.
10.00 Tiba di Pulau Tidung
Pak Wardi selaku contact person yang sudah saya kenal di pulau Tidung langsung menyambut di anjungan *kirain sambutan berupa kalungan bunga, ternyata cuma senyuman, ckckck ngarep*. Kami menuju rumah beliau sebentar numpang ganti baju dan tak lupa oles- oles sunblock setebal mungkin supaya tidak hitam. Sepeda yang kami pesan sebelumnya sudah disedikan oleh pak Wardi seharga 10rb/orang *cring*.
10.30 Biking Paradise di Pulau Tidung, Jeprat- Jepret di jembatan
Berangkat!!!. Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat kami bersepeda menuju jembatan yang menghubungkan Tidung besar dengan Tidung kecil. Waktu pertama kali saya ke Pulau Tidung, jembatannya masih rusak dan sekarang sudah diperbaiki.
Pulau Tidung terkenal dengan jembatannya yang sangat menarik. Dari jembatan kita bisa melihat ikan- ikan kecil dan terumbu karang. Dua kali ketempat ini bagi saya tetap luar biasa.
12.30 SOMAI, Sholat- Makan- Istirahat
Puas berfoto dengan segala gaya, sepeda kembali dikayuh menuju rumah pak Wardi sekitar 15 menit. Dirumah pak Wardi sudah disediakan makan siang dengan menu ikan lengkap dengan sayur asem, tempe, sambel, kerupuk dan pisang seharga 15rb/orang *cring*. Pak Wardi juga membantu mencarikan kapal untuk dicarter/sewa mengantar kami camping ke Pulau Kayu Angin seharga 900rb *cring* (dihitung 2 hari, sabtu dan minggu). Selain itu kami juga minta tolong untuk dibelikan 2 galon aqua seharga 17rb/galon *cring* untuk bekal camping di Pulau Kayu Angin.
14.00 Menuju Pulau Kayu Angin, disambut lumba- lumba
Seluruh perlengkapan camping sudah diangkut di dalam kapal yang kami carter, tak lupa mengambil alat snorkling yang sudah kami booking sebelumnya di rumah pak Amsir seharga 45rb/set *cring* dihitung 2 hari lengkap dengan lifevest, google dan fin. Di perjalanan disambut rombongan lumba- lumba *saya juga heran, di kepulauan seribu ada lumba- lumba juga toh*. Oh iya, kapal yang kami sewa lengkap dengan sopirnya bernama pak Tony dan Ardy, mereka berdua juga ikut bersama rombongan kami camping semalam.
16.30 Tiba di Pulau Kayu Angin, Langsung Cibang- Cibung
Luar biasa, mata langsung berkaca- kaca kagum melihat pulau yang kecil mungil ini. Bibir pantai sisi timur bewarna hijau tosca, sisi barat bewarna biru, sungguh menakjubkan. Sepertinya tidak perlu berlebay- lebay dengan kata- kata, langsung saja saya pameri fotonya :
Pulau Kayu Angin dengan keliling sekitar 500 meter ini tidak berpenghuni, serasa milik sendiri. Mendirikan tenda disini aman, air laut tidak terlalu pasang.
17.30 Mendirikan tenda, Toilet buatan
Perlu diketahui kami telah membawa tenda dari Jakarta sebanyak 5 buah tipe dom citarik isi 3 orang yang kami sewa di Saung GOA Ciputat, Jakarta Selatan. Harga sewa tenda tersebut rp. 22.500rb/hari *cring*. Mendirikan tenda dom gampang sekali, 10 menit sudah jadi. Justru yang paling lama yaitu mendirikan toliet buatan. Yak, bermodalkan kayu dan parasit anti hujan yang digunakan untuk tenda, toliet asal- asalan itupun dibuat. Sesekali toliet buatan tersebut roboh tertiup angin pantai *bwahaha, kalau lagi ada cewek yang sedang kencing trus roboh.. hm, jangan dibayangkan*. Selain itu kami juga membuat tempat sampah, tempat sholat, jemuran baju dll.
18.00 Mengejar Sunset
Setelah seluruh pemasangan tenda selesai, langsung bersunset ria. Kemudian saat petang tiba dilanjut berendam di pantai untuk mandi dan wudlu. Berkumpul melingkar sambil berendam bersama teman- teman disaat petang benar- benar membuat hati damai, tenang serta melepas penat kerjaan.
19.00 Semalam di Pulau Kayu Angin yang berkesan, ceria
Api unggun di bakar, suasana sekitar area camping jadi terang. Saatnya telah tiba, makan malam bersama di depan api unggun. Makan malam ini dibawa dari pulau Tidung yang telah disediakan oleh pak Wardi seharga 15rb/ orang *cring* dengan menu nasi, udang, oseng kacang panjang, kerupuk, sambel dan jeruk *rasanya nendang bok*. Rangkaian kegiatan belum selesai, selanjutnya yaitu duduk melingkar di api unggun sambil perkenalan satu persatu, kemudian nyanyi- nyayi bareng dengan lirik “kemesraan ini, janganlah cepat berlalu, kemesraan ini pasti ku kenang selalu” bwahaha lagu jadul. Masih kurang puas? dilanjut games seru. Game pertama yaitu berupa rebutan tempat dengan bercerita menggunakan kata kunci, kami benar- benar larut dalam keceriaan malam itu. Kemudian ditambah lagi game suit dengan bahasa tubuh yaitu cewek cantik- macan- pemburu, wah pokoknya fun fun dan fun! Eeits dilanjut lagi oleh aksi mama loreng membaca sidik jari, eh yang bener mama Marina. Ckckckck. Wih, gak cuman itu.. ternyata pak Tony dan Ardy sang pemilik kapal mendapat ikan hasil memancing yang siap untuk di bakar. Ikan yang fresh tersebut luar biasa enaknya, disantap rame- rame dalam keadaan hot, nyam nyam nyam! Akhirnya sekitar jam 12 malam kami terlelap bersama alam.
Saat kami camping di pulau Kayu Angin cuaca bersahabat. Merebahkan badan di depan tenda sambil melihat angkasa dengan bertaburan bintang sungguh amazing!
Day II, Minggu 14 Maret 2010
05.00 Bangun pagi, SOMAI, gagal sunrise
Di sini gak ada ayam berkokok, hehe. Malang nasib kami, tidak bisa melihat sunrise karena sang surya bersembunyi di balik awan. Bangun pagi langsung bagi tugas. Ada yang repack tenda, sholat, masak dan bersih- bersih area. Mie instant sudah dikumpulkan dan siap dimasak dengan kompor portable yang saya bawa. Sarapan cukup dengan mie instant dan roti.
06.30 Berkunjung ke pulau Sepa kecil dan pulau Kayu Angin 2
Jangkar kapal dilepas, petualangan siap dilanjutkan. Menurut pak Tony pulau Kayu Angin ada 3. Tapi kami yakin yang kami buat camping semalam adalah yang asli. Tiba di pulau Sepa kecil hanya cibang- cibung sebentar, pun begitu di pulau Kayu Angin 2 hanya snorkling sebentar.
09.00 Snorkling di Pulau Bira, bulu babi bertebaran
Tiba di acara paling favorit yaitu snorkling di sekitar pulau Bira. Karena sudah pernah snorkling di pulau Semak daun dan pulau Air, kali ini saya pilih di pulau Bira * maaf ya teman-teman, saya egois hehehe*.
Bersnorkling si sekitar pulau Bira memiliki bungkahan- bangkahan terumbu karang yang relatif kecil. Akan tetapi untuk variasi ikannya lebih lengkap di sini. Selain itu juga harus hati- hati, banyak bulu babi.
11.30 Tiba di Pulau Pramuka, sedikit terlambat…
Snorkling 1 jam sudah cukup membuat capek, kami langsung mengejar pemberangkatan kapal ke Muara angke dari pulau Pramuka. Setelah berpisah dengan pak Tony dan pak Ardy, beberapa teman berlari- lari nyari toilet umum dan akhirnya dapat disalah satu rumah penduduk. Untuk menghemat waktu, sebagian lagi numpang ganti baju dan sholat di masjid. Saat semua sudah siap, kami langsung menuju anjungan yang ada di pulau Pramuka, dan ternyata permirsa… Kapalnya sudah full berisi 140 orang dan kami tidak boleh naik. Wah wah, mulai panik. Untungnya masih banyak penumpang lain sekitar 60 orang juga tidak terangkut, akhirnya kapal pemberangkatan kedua di adakan. Kapalnya gede, lumayan pw, bisa selonjoran, bisa main UNO sepuasnya. Tiketnya Rp. 30rb/orang *cring*.
15.30 Tiba di Muara Angke
Pulau Pramuka- Muara angke pulangnya lebih cepet, kurang dari 3 jam. Dari Muara angke sewa angkot seharga 45rb/angkot *cring* untuk sebelas orang turun di terminal Grogol. Di terminal Grogol, perpisahan itu terjadi, perpisahan dengan tim yang sangat kompak *halal, lebay berlinang air mata*. Semua pulang ke daerah masing- masih. Saya sendiri melanjutkan naik transjakarta ke arah Harmoni- Blok M dengan tarif 3500 *cring*. Kemudian naik taxi sampai kos- kosan di Mampang sebesar 20rb *cring*, padahal dibayari Andri hehe.
Info dan Saran Ini Jangan Dilewatkan :
- Kapal dari Muara angke ke pulau Tidung hanya 1 kali itupun pagi sekali jam 7,
bahkan kalau musim liburan jika kapal sudah penuh langsung berangkat saja,
daripada anda terlambat, sebaiknya jam 6 pagi sudah standby di TKP
- Selama 3 jam naik kapal ke pulau Tidung, selalu sedia obat anti mabok,
juga kartu UNO dan kartu2 lain supaya tidak mati gaya
- Untuk camping di sebuah pulau, idealnya air bersih yang dibutuhkan
per orang ± 3 liter. Atau bisa bawa 2 galon untuk 11 orang sudah cukup
- Jika camping di Pulau Kayu Angin, pilih di area pantai yang menghadap timur
karena lumayan datar. Jangan lupa bawa kompor portable, dan makanan sebanyaknya
- Tenda yang paling cocok untuk camping di pantai adalah tipe dom isi 3 orang
karena ukurannnya yang kecil, memungkinkan tidak tertepa oleh angin laut
- Sewa alat snorkling sebenarnya 35rb/ hari. Tapi setelah ditawar,
didapat harga murah yaitu 45rb/2 hari
- Setau saya, kapal reguler paling siang dari kepulauan seribu hanya ada
di pulau pramuka yaitu jam 12 siang. Tapi daripada anda tidak terangkut,
sebaiknya jam 11 sudah di TKP
- Sebaiknya peserta max 15 orang, karena kapal yang disewa dari Tidung
menuju Pulau Kayu Angin dan pramuka berkapasitas max 15 orang
- Contact Person :
* Pak Wardi, yang menyediakan makan, galon, kapal, sepeda semua kebutuhan bisa
minta tolong ke beliau dengan nomor : 085693565464
* Pak Amsir, yang menyediakan persewaan alat snorkling : 081511892078
* Saung Goa, tempat persewaan tenda di Ciputat : (021) 7498780
- Jangan lupa bilang ke contact person diatas kalau atas rekomendasi Amri,
Semoga mendapatkan harga khusus lho...
- Laporan Biaya per orang :
* Kapal Muara angke- Pulau Tidung = Rp. 33.000
* Makan siang dan makan malam = Rp. 30.000
* Sewa sepeda = Rp. 10.000
* Sewa kapal dihitung 2 hari, Total 900rb/11 orang = Rp. 82.000
* 2 Galon Aqua, Total 35rb/ 11 orang = Rp. 3.000
* Sewa alat snorkling dihitung 2 hari, Total 45rb = Rp. 45.000
* Kapal Pulau Pramuka- Muara angke = Rp. 30.000
* Sewa Tenda dihitung 2 hari,Total 5 tenda 225rb/11 org = Rp. 21.000
* Uang tip buat pak Wardi 50rb/ 11 orang = Rp. 4.500
* Carter Angkot ke Grogol, Total 45.000 = Rp. 5.000
TOTAL = Rp 263.500







two thumbs up deh …
thanks for info nya
[Reply]
nanti kalo saya kesana pake cara trip kaya yang diceritain. Nanti bener gak ada potongan harganya kalo atas rekomendasi Amri? hehe
Dijamin aman kan?
[Reply]
saya juga suka traveling, menarik cerita2 nya kapan nih ada acara lagi mudah2han saya bisa ikut.
[Reply]
Informasinya lengkap sekali bung Amri!
Web yang menarik..
Terimakasih!
[Reply]
wahh…trims infonya nih, jadi sangat terinspirasi meluncur kesana
[Reply]
wah tidung island!!!! mau, mau mau, mau..
mau tanya dung, kalau ke tidung, pergi pagi-pulang sore bisa gag??
ada kapal untuk pulang di sore hari? kalo ada jam berapa ya?
dan kalau mau sewa tenda, harus dalam jumlah besar ya?? kalau perorangan bisa??
thank’s
[Reply]
Romy Reply:
October 21st, 2010 at 9:27 am
dengan senanghati ~_~!! bisa mBa, saya salah satu penanggung jawab travell bandarpaketmurahpulautidung ingin memberi ajuan untuk tour ketidung tersebut.. jika memang mau minimal 2 orang hingga 111 orang saya sediakan paket tour ke sana..
contacperson : 085716169794
[Reply]
baru mau ke tidung november nanti, ehh liat britanya Pulau Tidung rusak begitu, penuh sampah pula
(
jadi sediihhh
[Reply]
hi….salam kenal, aku hrp suatu hari bisa join main ya….TQ
[Reply]
jika memang ada yang minat untuk Weekand 2010 saya tunggu reservasinya, sudah ada 7 peserta yang sudah booking sisa untuk 4-20 org lagi *harga backpacker aja, 285rb/pak tour dengan paket all in+includes home stay AC.. PM `
[Reply]
Satu kata….
Keren..
[Reply]
whuiii.. seru banget ceritanya..
langsung terinspirasi untuk ngajak2 temen2 jalan2 ke sini..
[Reply]
Hello,I love studying through your weblog, I wanted to depart a little remark to support you and want you a good continuation. Wishing you the most productive of success for your entire running a blog efforts.
[Reply]
I love studying through your weblog, I wanted to depart a little remark to support you and want you a good continuation. Wishing you the most productive of success for your entire running a blog efforts.
[Reply]