Sade, Desa Paling Primitiv di Lombok

Merupakan kesempatan satu-satu nya bagi saya bisa berkunjung di Kampung Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Perlu diketahui, di pulau lombok Sendiri tinggal 3 desa primitiv yang masih ada dan utuh yang masih dipelihara dan dipertahankan oleh pemerintah SetempatMerupakan kesempatan satu-satu nya bagi saya bisa berkunjung di Kampung Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Ini merupakan kesempatan saya ketika saya diajak Pembimbing PKL saya pergi tour keliling Lombok.
Perlu diketahui, di pulau lombok Sendiri tinggal 3 desa primitiv yang masih bertahan dan utuh dari dunia luar dan dari kemajuan teknologi, globalisasi , dan merupakan desa yang masih dipelihara dan dipertahankan oleh pemerintah Setempat. Perjalanan dari kota Mataram dengan kendaraan sepedamotor memakan waktu sekitar 2 jam.
Apa saja yang menarik di Desa sade Ini ??? berikut deskripsi nya :
1.Di bawah ini adalah foto gapura welcome di desa sade
2. Setelah kamu masuk pintu gerbang menuju kampung sade, kamu di sambut dengan guide-guide dari desa sade yang siap mengajak kami keliling desa dan menjelaskan keunikan- keunikan desa tersebut.
3. Di desa sade ada satu hal yang paling unik, yaitu dari segi bangunan rumah, karena : disetiap rumah di kampung sade, semua bagian rumah di olesi dengan “TAI KEBO” atau dalam bahasa indonesia “kotoran kerbau” , mulai dari pondasi bangunan, dinding dsb semuanya diolesi tai kebo setiap seminggu sekali.. ini merupakan adat suku setempat, yang mempunyai arti bahwa kerbau merupakan alat untuk kegiatan pekerjaan penduduk yang digunakan sehari-hari di sawah maupun ladang, sehingga untuk menghormatinya, digunakan kotorannya lah sebagai penghormatan.
4. disini terdapat banyak sekali kerajinan- kerajinan yang unik, semisal :
a. Pernak- pernik berupa manik-manik, seperti kalung-kalung, gelangm cincin dsb
b. Dijual berbagai macam baju-baju khas daerah sade, yang di rajut dan di tenun sendiri
c. Berbagai macam kain tenun asli dan songket asli kerajinan desa sade, seperti sarung, taplak meja, kebaya dll. Saya sendiri pun membeli 2 helai sarung yaitu berwarna hitam ( bahan dari kapas asli dan pewarnaan direndam dengan arang ) dan warna kuning yang pewarnaannya dari kunyit.Dalam proses pewarnaan dan penenunan sarung-sarung ini,membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 bulan, “cukup lama bukan”.. Bagaimana dengan harga sarung ini, ya mereka menawarkan kepada saya dengan hari 150 dase , baca ” satus seket dase” ( bahasa sasak) dengan arti 150 ribu rupiah. Lumayan harga yang mahal. Jika anda ingin dengan harga yang terjangkau, anda bisa mengajak kenalan anda yang asli orang sasak yang tinggal di daerah laen, sehingga bisa menawar dengan bahasa sasak.

selain itu, masih banyak keunikan- keunikan yang lain, tapi saya tidak ada waktu untuk menjelaskan
silahkan request saja untuk melanjutkan artikel ini.
Nah, jika anda tertarik mengunjungi desa sade, saya bisa mengantarkan kesana.. Thanks















Cowok yang satu ini( 18 tahun ) betah berjam- jam melototi internet,berjalan- jalan ke tempat wisata,bergaya- gaya di depan kamera dengan ciri khas terseyum , 
