UJUNG KULON Part I
Setelah ditunggu banyak pembaca setia blog ini *kek ada yang baca saja mri*, akhirnya update juga. JIka para pujangga bilang ” bagaimana aku bisa kenyang kalau kamu menyuapiku setiap hari? “. Begitu pula jika anda sudah pernah ke Ujung kulon, gak bakalan kenyang deh lihat keindahannya hehehe.
Tim OOTers (Odong-Odong Travellers) kali ini diikuti beberapa teman dekat dan tidak sedikit juga teman dari pembaca blog hitam ini. Ke-14 orang yang ikut tersebut adalah Dodi Mulyana, Sandi Sumargo, Andi Lestomo, Rakhmad Fadli, Joedy Jeeleska, Putri Rizki, Yayuk Nursih, Hanindita Galuh, Tabita Sasuwe, Ika Rangan, Ika Soewadji, Septiani Dwi Astila, Zakiah situ dan saya sendiri sang …….. wanita *silahkan diisi sendiri titik-titiknya ya, hahahaha*.
DAY I Kamis, 8 April 2010
21.00 Meeting Point Ala Warga Ibukota
1 minggu sebelum pemberangkatan, kami mengadakan kopdar untuk minum obat anti malaria ( resochin dan pil kina ) karena Ujung Kulon adalah salah satu kantung malaria paling ganas di Indonesia. Saya start dari kantor naik ojek turun Pasar festival Kuningan Rp. 7rb *cring*. Di Pasfes telah menunggu elf yang kami sewa selama 3 hari lengkap dengan bensin dan supirnya yang bernama pak Hari, sewa elef tersebut seharga Rp. 2,6 Jt *Criiiiiiiiiing*. Moloooor, yang estimasi waktu awalnya jam 9 malam, para pelaku telat mengolor waktu jadi jam 22.30 baru meninggalkan Pasfes dan menuju Kemang sebentar untuk jemput Yayuk dan ambil tenda di rumah Marina.
23.00 Perjalanan Menuju Taman Jaya,Kesasar
Elf yang dikemudikan pak Hari berjalan santai melewati jalur Anyer- Ujung Kulon. Saat itu sekitar pukul 02.00 pagi semua tertidur, kecuali pak Hari dan saya yang duduk dibelakang terus mengamati jalur menuju Ujung Kulon. Kesasar, pertigaan yang terdapat plang “lurus Tanjung Lesung, belok kiri Pulau Umang” itu memang sialan. Mana kami tau harus belok mana yang arah Ujung Kulon, karena memang gak ada keterangan Ujung Kulon. Alhasil, kami memilih arah yang Tanjung Lesung dan celakanya itu jalur yang salah. Mau menggunakan jurus peta mulut (tanya- tanya) tapi gak ada orang lewat, akhirnya ada bapak- bapak yang memberitahu kami bahwa kami salah jalan, puter balik deh.
DAY II Jumat, 9 April 2010
05.30 Ban Bocor
Belum cukup kesasar di Tanjung Lesung, eh mendadak kedua ban elf bagian belakang bocor *entah siapa ini yang keberatan, atau kami kebanyakan dosa kali ya haha*. Ban serep cuma ada 1, sedang ban yang satunya lagi tak tertolong. Beberapa teman numpang sholat salah satu rumah penduduk. Singkat cerita pak Hari naik ojek membawa ban yang bocor untuk di tambal dan kami nunggu di belakang elf sambil main kartu UNO.
08.30-13.00 Sensasi Sumur- Taman Jaya
Itinerary yang kami susun berantakan, yang seharusnya sampai Taman Jaya 6 pagi, malah jam 1 siang baru sampai. Perjalanan dari Sumur- Taman Jaya sungguh luar biasa.. Mau tau luar biasa kenapa? hehehe “luar biasa jeleknya”. Entah pemerintahnya yang mabok atau kenapa, yang jelas jalan bermakadam tersebut tidak kunjung selesai lengkap dengan lobang- lobang tergenang air. Sepanjang perjalanan perut terkocak-kocak, jidat kepentok pegangan elf, agak mual dan pusing karena belum sarapan. Oh iya, satu- satunya contact person yang melegenda di Ujung Kulon adalah pak Komar, pokoknya semuanya bisa minta tolong pak Komar. Kami sempat tanya orang saat menempuh perjalanan dengan tipe jalan offroad ala elf itu “Bu, permisi.. kalau rumah Pak Komar masih jauh ya?” kemudian dijawab ” Pak komar Taman Jayak? masih 2 kilo lagi mas”, Alhamdulillah sebentar lagi kami sampai. Perlahan elf terus berjalan melewati jalan berpasir pantai dan sesekali ban selip. Setelah sekian lama kok gak sampai- sampai, kami heran dan tanya lagi kepada seorang remaja di jalan ” dek, arah rumah pak Komar masih jauh? ” kemudian dijawab “ooo, Komar Taman Jayak? 2 kilometer lagi ke arah sana mas” wakakaka, yang ibu- ibu jauh disono tadi bilang kurang 2 kilo, ini bocah bilang 2 kilo juga hahaha *kami semua 1 elf langsung ketawa kocak*. Ketika elf terperosok di dalam lobang, kami semua turun.. dan ternyata pemirsa, bemper belakangnya copot wakakaka.. Dari lubuk yang terdalam kami sebenarnya tidak enak hati dengan pak Hari selaku sopirnya, tapi pak Hari orangnya baik, mulai ban bocor sampai bemper copot pun cuma dibalas dengan senyuman manisnya *ceileeeh*.
13.00 Tiba di Rumah Pak Komar, Taman Jaya
Akhirnya fatamorgana itu hilang. Tiba dirumah pak Komar langsung menyantap nasi uduk Rp. 5rb *cring* yang seharusnya untuk sarapan pagi. Perut kenyang, uang pun hilang hehehe enggak, maksud saya setelah kenyang beberapa temen ada yang sholat, mandi dan repack untuk persiapan snorkling. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dibutuhkan waktu 3 jam dengan naik kapal yang kami sewa dari pak Komar semahal 2,5 jt *criiiing*. Untuk keperluan makan selama camping, kami sewa juga tukang masak yang diajak camping selama 3 hari dengan tarif Rp. 75rb/ hari *cring*. Tak lupa sewa guide perharinya Rp. 100rb*cring*. Untuk bahan makanan selama camping 3 hari, kami sudah dibelanjakan bahan mentah oleh pak Komar tinggal bayar aja, total pengeluaran bahan makanan Rp. 760rb *cring* sudah termasuk beras, sayur, ikan, ayam, telor, minum, bumbu masak dan banyak lagi tidak bisa saya sebutkan satu-satu *pokoknya sewarung deh, hehe*.
17.00 Tiba di Citerjun, Snorkling
Setelah 3 jam perjalanan dari Taman Jaya naik kapal, kami sampai di Citerjun dan hasrat nyebur sudah tidak terbendung. Bongkahan karang disini tidak terlalu besar, tapi jenis ikan- ikannya lumayan variatif. Secara garis besar sih tidak sebagus di kepulauan seribu. Sayang, kamera underwater Ika Rangan pas dicoba buat foto snorkling gak bisa, duh.
17.30 Sunset selat Peucang itu…
Puas snorkling, haluan kapal diarahkan pindah menuju pulau Peucang untuk registrasi dan izin camping dengan tarif Rp. 125rb *cring* sudah termasuk biaya ke semua wisata yang ada di Ujung- Kulon. Berhubung sudah agak petang, kami langsung saja menuju Cibom untuk camping dengan waktu cukup 15 menit dari pulau Peucang. Bagai kejatuhan duren, saat menuju Cibom kami dihadapkan dengan sunset yang sangat cantik *bahasamu mri, sunset dibilang cantik wakaka*.
Pojok kanan atas : Dermaga Taman Jaya, dan sunset di selat pulau Pueucang mengeluarkan semburan- semburan jingganya.
18.00 Mendirikan Tenda, Makan Malam
Cibom merupakan tempat yang sering dipakai untuk camping, tidak berpasir dan terdapat sungai kecil berair payau jadi bisa untuk ambil minum dan mandi. Tenda didirikan satu persatu, sebagian mandi, sebagian lagi mencari kayu bakar. Setelah semua beres, api unggun pun menyala disambut dengan hidangan ayam goreng dan krupuk yang telah masakin oleh pak Sumarwoto (guide sekaligus juru masak).
Malam pertama camping di Cibom itu malam seru, malam gila, semuanya gila kecuali saya. Acaranya mulai dari games, joget- joget, melihat bintang sampai lenongan dahsyat dari Tabita Sasuwe. Gamesnya banyak sekali dan seru, mulai dari suit dengan gerakan tubuh, ngiiik greng greng, ada apa sekarang dan lain lain pokoknya asyik deh. Ditambah lagi aksi kocak si Tabita, semua ceria semua ketawa.. Kami benar- benar larut dalam kegembiraan malam itu, bintang- bintang pun bertaburan diangkasa seakan mengiringi malam kami yang tak terlupakan itu. Sekitar jam 12 malam kami semua tidur.
DAY III Sabtu, 10 April 2010
05.00 Bangun Pagi, Sunrise Luar biasa
Dimana-mana yang namanya pagi ya cerah, tapi di Ujung Kulon sini cerah dan indah *yaoloh lebay sangat*. Dengan PD-nya kami semua belum mandi langsung ambil gambar jepret sana- jepret sini mumpung sunrise. Zakiyah siti atau populer dipanggil bu duren memanfaatkan momment ini untuk beryoga.
Camping di Cibom lokasinya menarik, langsung menghadap laut dan disambut sunrise dikala pagi. Sholat di alam seperti ini tastenya juga lebih dapat.
08.00 Trekking Hutan Menuju Pantai Ciramea
Sarapan pagi menunya nasi goreng dibaluti telur, sangat enak untuk standard makan di alam. Setelah makan dan mandi, dengan semangat 45 tim OOTers berangkat menuju pantai Ciramea dengan trekking hutan selama 1 jam, sedangkan tenda dan barang- barang di tinggal di Cibom dan yang menjaga adalah anak buah pak Marwoto. Jalur trekkingnya gampang, tidak sesusah di Baduy. Dan ini dia foto- foto bukti jika pantai Ciramea memang benar- benar bagus :
Pantai Ciramea sungguh amazing, komposisinya lengkap mulai dari birunya laut dan langit, hijau bukit, debiran ombak, bebatuan dan pasir putih terhampar luas.
Baiklah para pembaca yang terhormat, yang saya cintai dan saya yakini baik hati *hehehe* postingan pertama ini cukup sekian dan disambung di postingan kedua. Tapi tenang, di postingan kedua nanti anda akan dihidangkan cerita yang lebih seru, foto- fotonya juga lebih luar biasa mulai dari nuansa Tanjung Layar, explore pengembalaan Cidaon dan tujuan utama pantai pulau Peucang. Lengkapnya anda bisa membuka link berikut ini :
UJUNG KULON Part II






Amri,,,ada planning buat jln2 lagi gak pas lbr lebaran ini???
atau stlh lbran d… (klo ada aku mau gabung donK)
Btw, kmu ada YM atau FB gak, spy aku bsa gmpang contact kmu.
soalx ada byk pertanyaan ttg trip k Tidung,,,
Thx a lot Y
[Reply]