UJUNG KULON Part II
Melanjutkan postingan sebelumnya yaitu Ujung Kulon Part I , perjalanan kembali dilanjutkan dengan meninggalkan pantai Ciramea untuk menuju Tanjung Layar dengan menyusuri pantai, hutan dan karang- karang besar selama 2 jam. Terik matahari siang itu benar- benar tidak bersahabat, panasnya aduhay deh. Jika serial kera sakti menuju ke barat mengambil kitab suci, kalau tim OOTers menuju ke barat ( Ujung Kulon- Tanjung Layar) untuk mencari air minum *hehehe* karena bekal minum kami sudah kehabisan di Ciramea. Kami juga melewati karang- karang besar di tepi samudera hindia dengan tantangan berupa ombak yang sedang pasang. Adalah Ika rangan dan Andi yang jadi korban tergebyur ombak, tapi Alhamdulillah mereka masih selamat.
12.00 Tiba di Tanjung Layar, Tanah Terbarat Pulau Jawa
Di Tanjung Layar tidak ada manusia lain kecuali pak Bengbeng dan satu temennya untuk menjaga pos/rumah di tanah paling barat pulau Jawa ini. Makanan di drop dari luar setiap 3 bulan sekali. Pertama kami sampai di rumah pak Bengbeng, bukannya ngobrol tapi kami minta minum karena memang sangat kehausan bak onta pingsan di padang pasir. Baru setelah haus hilang kami langsung ngobrol- ngobrol sok nge interview pak Bengbeng. Tepat disebelah pos Tanjung Layar terdapat sebuah tower peninggalan Belanda berfungsi untuk sarana komunikasi dan tandon air.
Tower peninggalan Belanda ini tingginya 20 meter, dibutuhkan keberanian untuk memanjat. Ketika sampai di puncak, sungguh menakjubkan sekali pemandangannya.
Puas memanjat tower, kami berpamitan pulang ke pak Bengbeng dan tak lupa uang tips sebesar 100rb *cring*. Eiiits, sebelum meninggalkan tanjung layar kami mampir dulu di padang rumput yang ada di Tanjung Layar yang terkenal dengan tebingnya itu. Sumpah deh, pemandangannya keren abis seperti diluar negeri gitu *kek pernah ke luar negeri aja*.
Ini dia, tanah terbarat pulau Jawa alias ujungnya Ujung Kulon. Di tempat ini juga bisa digunakan untuk camping, tetapi tidak ada sumber air.
15.00 Tiba di Cibom, ISOMA
Dari Tanjung layar balik kembali ke lokasi camping ( Cibom ) dekat sekali ternyata, cukup 30 menit sudah sampai. Sepanjang perjalanan trekking tersebut kami menjumpai pohon yang besar sekali berusia ratusan tahun menghadang di tengah jalan. Setelah tiba di Cibom pak Marwoto langsung masak dan kami istirahat *kasihan banget pak Marwoto*. Makan siang setengah sore kali ini enak banget bok, lauknya ikan dan sayuran ala koki Marwoto *nyam nyam*.
16.30 Tiba di Cidaon, Padang Savana Tempat Pengembalaan Banteng
Dari Cibom ke Cidaon dekat, 15 Menit menggunakan kapal sudah sampai. Awalnya kami ingin mendirikan tenda di Cidaon, tapi saat izin ke petugas Taman Nasional Ujung Kulon di Peucang tidak diizinkan karena memang Cidaon tidak di orientasikan untuk camping, selain itu juga supaya tidak menggangu hewan- hewan yang ada di savana Cidaon. TN Ujung Kulon terkenal dengan badak jawanya, tetapi jumlah badak tersebut kurang lebih hanyak 50 ekor dan hanya orang beruntung yang bisa menjumpainya. Meski tidak bisa melihat Badak, dengan melihat banteng di savana Cidaon ini sudah membuat hati senang.
Mata langsung berbinar- binar melihat padang savana yang terbentang luas disambut dengan banteng yang sedang merumput. Mirip acara di tv international dicovery channel.
Di Cidaon juga ada tower setinggi 6 meter untuk mengintai banteng dan hewan lain yang sedang merumput mencari makan. Kami juga menyempatkan untuk hunting sunset di dermaga Cidaon.
18.00 Kembali ke Cibom, Malam kedua
Petang sudah tiba, kapal kembali merapat dari Cidaon ke Cibom. Oh iya perlu diketahui bahwa Cibom tidak memiliki dermaga dan kapal tidak bisa merapat sampai bibir pantainya, jadi kami harus naik perahu karet untuk canoing seharga Rp. 150rb *cring* untuk beberapa kali penyeberangan. Malam kedua di Cibom kami habiskan untuk bercengkrama, istirahat, bernyanyi bersama dan bermain slowspeed kamera yang gagal. Malam itu koki Marwoto kembali beraksi, makan malamnya sungguh dahsyaaat, Ayam goreng asin biasa tapi enggak tau kenapa kok enak banget, apalagi makannya sambil gelap- gelapan bersama cuman diterangi sesorot lampu senter *berasa kebersamaannya*. Sekitar jam 12 malam kami terlelap dan tidur..
DAY IV MiNGGU, 11 April 2010
05.00 Hujan
Waktu itu sekitar habis subuh ketika posisi badan sedang pw tidur pulas di dalam tenda, tiba- tiba saya merasa kedinganan. Mau merapat ke kanan ada Dodi, merapat ke kiri ada Jodi *Arrrrrrgh cowok semua, Asmirandaaaa kemana kamu*. Kedinginan itu berlanjut dengan rembesan air yang mengepung pinggir tenda. Saya terbangun dan baru sadar kalau sedang hujan deras diluar. Lama kelamaan air masuk ke dalam tenda, semua basah, tas basah, baju basah, kamera pun turut basah. Kacau pokoknya, semuanya berlarian ke saung yang ada di Cibom untuk menyelamatkan barangnya masing- masing *duh ilustrasinya kayak bencana apaan aja mri*. Alhamdulillah sekitar jam 7 pagi hujan sudah reda, kami sudah mandi dan siap menyantap sarapan pagi berupa sarden dan nasi.Tak lupa repack tenda dan bersiap ke Pulau Peucang.
08.00 Tiba di Pantai Pulau Peucang, Paradise
Ini dia saat yang di tunggu- tunggu dan juga tujuan utama kami, Pulau Peucang. Dari Cibom- Peucang cuma 15 menit. Sip, asoy, amboy, aduhay, tidak lebay.. ini pantai bagus bangeeet. Keren gila pokoknya, saya keren kalian gila *wakakaka*. Disalah satu sisi berwarna biru, di sisi lain sana berwarna hijau tosca. Langsung saja saya pamerin aksi kami :
Pantai Pulau Peucang airnya tenang tidak ada ombak, pantainya datar sehingga cocok untuk berenang. Selain itu, pasirnya bewarna putih dan lembut sekali seperti bedak.
Narsis, banci kamera apapun itu whatever. Perjalanan capek 13 jam dari Jakarta semua terbayar LUNAS oleh pulau Peucang.
11.00 Snorkling di Sekitar Pulau Peucang
Tak jauh dari pantai tempat kami cibang- cibung, terdapat salah satu spot snorkling yang lumayan bagus. Karang- karangnya pendek (menjulang keatas) hingga berjarak 1 jengkal dari dada. Biota lautnya juga lumayan banyak.
12.00 Perjalanan Balik ke Taman Jaya
Petualangan kami akhiri dengan meninggalkan pulau Peucang menuju Taman Jaya ( rumah pak Komar). Untuk makan siang sudah siap dibawa dari Cibom dan di makan diatas kapal. Makan siangnya cukup dengan nasi, telor goreng dan kerupuk. Muka- muka tim OOTers terlihat puas kecapekan, tapi salut kami semua masih semangat. Buktinya saat perjalanan 3 jam di dalam kapal kami main games “abcd lima dasar”, benar- benar kompak dan anti mati gaya.
16.00 Perjalan Pulang ke Jakarta
Jam 3 sore kami tiba di rumah pak Komar Tanam Jaya untuk numpang mandi, repack dan lain lain. Setelah semuanya beres saatnya berpamitan dengan pak Komar, berterimakasih atas segala bantuannya ya pak. Kami juga mohon maaf ya pak telah membicarakan bapak diam- diam sepanjang perjalanan *ada maksud terselubung*. Masih ingat pak Hari kan? itu lho sopir elf yang kami sewa. Saat kami berkenalan di Ujung Kulon 3 hari, pak hari tidak pulang ke Jakarta dan memilih menginap di rumah Pak Komar *mungkin kapok kali ya, ngelihat jalan ancur dari Sumur- Taman Jaya*. Jam setengah tujuh kami tiba di Sumur, dan berhenti sebentar untuk menyerbu warung bakso karena lapar akut. Kemudian perjalanan dilanjutkan melewati jalur Sumur- Anyer- Jakarta. Tak disangka elf yang dikemudikan pak Hari betul- betul berjalan lambat seperti keong… Selambat- lambatnya gak kerasa sih, karena saya tidur melulu di dalam elf *hehehe* tau- tau sudah pagi sampai Jakarta. Iya, betul jam 3 pagi nyampe jakarta *maaf ya temen- temen, kalian jadi cinderella semua*.
Info dan Saran Ini Jangan Dilewatkan :
- Wajib minum obat anti malaria 1 minggu sebelum berangkat, saat
di Ujung Kulon, dan 3 minggu berturut- turut sepulang dari UK
- Bawa lotion anti nyamuk
- Jalan dari Sumur- Taman Jaya Susah, mending sewa kapalnya dari
Sumur menuju Taman Jaya, untuk hal ini bisa berkoordinasi
langsung dengan pak Komar
- Di pulau Peucang ada penginapan, tapi kalau lebih seru enaknya
ya camping di Cibom, Ciramea atau Tanjung Layar
- Disarankan tidak camping di Cidaon karena disana adalah tempat
pengembalaan hewan, ikutilah aturan pengelolanya
- Bawa alat snorkling sendiri dari Jakarta, karena di Ujung Kulon
tidak ada persewaan alat snorkling, ada sih tapi cuma 5 biji
milik pak komar seharga 35rb/ hari.
- Pak Komar juga menyediakan sewa lifevest seharga 5rb/hari
- Contact Person
* Pak Komar : 0818 0618 1209
- Laporan Biaya (untuk 14 orang)
* Sewa elf 3 hari : Rp. 2.600.000
* Sewa kapal 3 hari : Rp. 2.500.000
* Sewa tenda 3 hari : Rp. 530.000
* Sewa tukang masak 3 hari : Rp. 225.000
* Bahan makanan 3 hari : Rp. 760.000
* Guide 3 hari : Rp. 300.000
* Registrasi seluruh wisata : Rp. 125.000
* Canoing Cibom : Rp. 150.000
* Tips penjaga Tanjung Layar : Rp. 100.000
* Sewa lifevest : Rp. 210.000
* Tol : Rp. 70.000
* Tips sopir elf : Rp. 50.000
TOTAL : RP. 7.620.000/14 (14 Orang)
Rp. 545.000/ orang
Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semua saja yang terlibat di trip kali ini, terutama mas Handoko yang memberikan info trip. Juga saya minta maaf jika itinerary sedikit berantakan karena kesasar, ban bocor dll sehingga tidak jadi mengunjungi handauleum, badul, panaitan dan karang copong. Its oke, sebagai penutup berikut adalah video berupa slide Ujung Kulon yang dipersembahkan rekan saya ( Alfariz Hadi ) dari bandung :






halo mas..salam kenal,
blognya bagus..review tempatnya juga lengkap..izin saya link ke blog saya yah..
makasih
[Reply]
Ingin berlibur ke pantai atau wisata bahari tapi dekat dari Jakarta atau bahkan merupakan bagian dari kota Jakarta??? Mungkin sebagian teman-teman langsung berpikir bahwa pantai itu Ancol bukan? Nah, Selain Ancol yang udah padat dengan pengunjungnya masih ada lho tempat tenang yang jauh dari keramaian kota..yakni Taman Nasional Kepulauan seribu. Untuk Informasi Pulau Seribu, Pulau Bidadari, Pulau Pantara, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Ayer atau diPulau Sepa.. Hubungi kami :
Kantor Pemasaran Pulau Seribu :
Jl. Lodan Timur No.7 Marina Ancol Jakarta 14430.
Telp : (021)640 6166
Fax : (021)640 7344
Jl. Raya Condet, No. 1 Jakarta.
Telp : (021)8088 9688
Fax : (021)8088 9671
24 Hours :
08159977449 / (021)682 74005
Email : wijayatama@pulauseribu-wisata.com
Website : http://www.pulauseribu-wisata.com
Facebook : http://facebook.com/pulauseribu
[Reply]
mantap harus kesana lagi!!!
http://doktergigibandung.com/
[Reply]